Ade Prastyani (Asty) retweeted
Simak ulasan tentang perlunya pemerintah memperkuat infrastruktur layanan kesehatan jiwa secara menyeluruh. #AdadiKompas #PeduliSehatJiwa #WorldMentalHealthDay
kompas.id/baca/kesehatan/202…
Ade Prastyani (Asty) retweeted
"...under the wrong set of social circumstances, everyone is vulnerable to mental health problems."
#WorldMentalHealthDay: prioritise social justice, not only access to care—a Comment by Soumitra Pathare @netshrink and colleagues. hubs.li/H0Z4DTC0
Ade Prastyani (Asty) retweeted
"The boats may have stopped, but Australia has designed a system of oppression towards refugees that has arguably outsourced its responsibilities to my home country of Indonesia," writes Alfred Pek
newmandala.org/indifference-…
Ade Prastyani (Asty) retweeted
With @AstyTweets we will show and excerpt of our @Together4MH Indonesia film and take part in the panel discussion on #mentalhealth in Indonesia, register (free!) and join in!! @MiddlesexUni @cpmhugm @Movie_ment @DianaSetiyawati #HumanRights @GCRF @ESRC
asiapacific.anu.edu.au/cap-e…
Ade Prastyani (Asty) retweeted
💥👇How wrong can a policy go?New article, awesome team, OPEN ACCESS @univ_indonesia
@feb_ugm. #TobaccoIndustry #indonesia
@APPSPolicyForum @AcademicChatter @seacsydney
@SEATCAdotOrg
Diverting local tobacco taxes to subsidise universal health care onlinelibrary.wiley.com/doi/…
Ade Prastyani (Asty) retweeted
In 2014, when Scott Morrison was immigration minister, Australia adopted a policy whereby refugees registered with the UN in Indonesia after June of that year would never be resettled in Australia. It has left thousands of people like Farahnaz, Ali and Hanif in purgatory.
Farahnaz is a woman, an artist, and an ethnic Hazara — all things the Taliban hates abc.net.au/news/2021-09-09/e…
Ade Prastyani (Asty) retweeted
Replying to @MichaelSmith2nd @adamsmiller
Totally agree. Need to distinguish between:
1. Valid medical/scientific questions re waning immunity/need for a third dose.
2. Global vaccine equity.
Ade Prastyani (Asty) retweeted
Sobat Nusantara, kami mau sedikit berbagi tentang RUU Masyarakat Adat. Mungkin cerita dari konten-konten berikut akan sedikit banyak memberikan pengetahuan tentang RUU Masyarakat Adat yang selama ini terus digaungkan oleh AMAN.
#SahkanRUUMasyarakatAdat
Ade Prastyani (Asty) retweeted
Bagaimana bisa. Beberapa orang memiliki akses amat mudah untuk mendapatkan vaksin, bahkan vaksin dosis ketiga, sementara masyarakat berdiri dalam antrean panjang selama berjam-jam untuk dosis pertama. Itu pun kalau kebagian. Pesan: jangan terus-terusan memperdalam kesenjangan.
Ade Prastyani (Asty) retweeted
Replying to @dr_koko28 @FaheemYounus
Saya RT, lihat dg mata kepala sendiri tracing dan pendataan tuh nggak jalan. Punya data share ke Puskesmas aja kadang dijawab kadang nggak di read aja, RT yg lain yg gak mendata juga nggak ada yg tagih data. Trus itu data hanya dari RS mungkin? Gimana yg daerah gak kebayang.
Ade Prastyani (Asty) retweeted
Sedih, mendengar curhat teman dokter di RSUD Abdul Rivai, Berau. Jenazah pasien meninggal krn Covid-19 dibawa lari keluarga dari RS, dan para nakesnya dituduh mengovidkan. Mau sampai kapan begini terus ya?
Ade Prastyani (Asty) retweeted
Mari luangkan waktu sejenak untuk mendoakan Prof Nila Moeloek dan Prof Farid Anfasa Moeloek. Dua mantan menteri kesehatan ini sedang dalam perawatan khusus di salah satu rumah sakit Jakarta. Semoga Allah memberkahi mereka kesembuhan dalam perjuangannya melawan Covid-19. Amin.
Ade Prastyani (Asty) retweeted
Excess death di desa-desa di Jawa mengkhawatirkan. Di desa Majalengka 51 org meninggal dalam sebulan, mayoritas tdk dikubur prokes. Di di Bantul, 98 kematian dlm sebulan di satu desa. Di Sidoarjo, 40-an dlm sebulan..dr rata2 3-5 kematian per bulan. Dan mayoritas tdk ada dlm data.
Ade Prastyani (Asty) retweeted
Apabila membeli obat, kamu akan melihat penggolongan obat berupa tanda seperti gambar berikut.
Tanda tersebut memiliki artinya tersendiri dan harus diperhatikan ketika membeli obat.
Ade Prastyani (Asty) retweeted
Biasanya, tentamen suicide pada pria paruh baya akan masuk sebagai code trauma. Yang paling sering luka tusuk, luka tembus, luka terpotong.
Belum lama ini ada kasus luka tusuk ke IGD dan pasiennya nggak ketolong. Kasus2 kayak gini bahkan bisa jd gak sempet masuk ke psikiatri.
Ade Prastyani (Asty) retweeted
Program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah saat ini tidak merata, banyak Masyarakat Adat yang tak terjangkau mendapatkan vaksin, padahal saat ini penyebaran virus Covid-19 telah menyebar luas sampai ke komunitas-komunitas adat.
#VaksinUntukMasyarakatAdat
Ade Prastyani (Asty) retweeted
Kemarin saya memilih dana kurban keluarga disalurkan untuk para yatim piatu korban COVID-19. Banyak anak yang susul-menyusul kehilangan bapak-ibunya dalam jeda waktu harian. Kehilangan satu saja berat, apalagi kehilangan keduanya dalam waktu singkat, tanpa persiapan dst.
Ade Prastyani (Asty) retweeted
Mayat COVID
Anda dapat menyentuh atau memandikan tubuh. Pakai saja masker N95, gaun, sarung tangan.
Keluarga dapat melihat mayat dari jarak 3 kaki
Pasien COVID yang hidup JAUH lebih menular daripada mayat COVID
Ade Prastyani (Asty) retweeted
Very concerned for Dr Htar Htar Linn who has been infected with Covid while in prison. She is an expert on vaccines & epidemiology whose knowledge would be invaluable in a crisis like this. Instead, the military arrested her & many other medical professionals who oppose the coup.






























