
Akun pribadi, tidak mewakili lembaga/partai. Spartan. Salam Perjuangan. Vivere Pericoloso #HubbulWathanMinalIman
Jakarta
Joined June 2009
- Tweets123K
- Following2.5K
- Followers342K
- Likes5.1K
Kasus Pinjol: Negara Jangan Kalah oleh Lintah Darat Digital
Pekan lalu, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membatalkan putusan KPPU mengenai penetapan batas atas bunga pinjaman online. Pertanyaannya kemudian: negara ini berdiri di pihak siapa?
Lihat angkanya. Per Agustus 2026, pembiayaan pinjol mencapai Rp106,94 triliun.
Dan yg paling terjerat adalah anak muda, karena kelompok usia 19–34 tahun menyumbang 48,22 persen dari seluruh pinjaman bermasalah.
Nepotisme di Kementerian Haji? PDI Perjuangan Semprot Menhaj: Ini Bukan Perusahaan Keluarga!
gesuri.id/pemerintahan/nepot…
Diprotes Adian Napitupulu, BPN Langsung Ciut! 5.506 Sertifikat Warga Jambi yg Disandera Sejak 2018 Akhirnya Bebas
Senin (19/10), di rumah dinas Gubernur Jambi, Bung Adian dari Fraksi PDI Perjuangan yg duduk di BAM DPR RI langsung mencecar Kepala BPN Kota Jambi.
Hasilnya? Cuma dua hari kemudian, Rabu (21/10), blokir resmi dicabut! Warga pun tersenyum lebar...
#PDIP #PDIPerjuangan
🔴 Merah Muda Fest: "SATU NUSA, SATU BANGSA, DAN SATU KEMANUSIAAN"
YOUTUBE LIVE: youtube.com/live/cJPvic_IGpg…
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Bicara Napak Tilas Merah Muda Fest 2026: Bangkitkan Semangat Pemuda 1928
Hasto Sampikan Pesan Ibu Megawati ke Peserta Napak Tilas Sumpah Pemuda: Generasi Muda Kuasai Iptek
Napak Tilas Sumpah Pemuda PDI Perjuangan, Denny Cagur Sentil Anak Muda Sekarang yang Dimanjakan Medsos
Jakarta - Ratusan pelajar dan pemuda berkumpul memadati pelataran Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026). Mereka bersiap menyusuri rute-rute bersejarah Ibu Kota dalam acara Napak Tilas Sumpah Pemuda, yang menjadi bagian dari rangkaian perhelatan Merah Muda Fest 2026.
Pelepasan napak tilas ini dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, serta Ketua Panitia Nasional Merah Muda Fest 2026, Denny Cagur.
Hasto Kristiyanto menuturkan, napak tilas ini merupakan komitmen PDIP dalam menggelorakan kepeloporan anak-anak muda menuju usia 100 tahun Sumpah Pemuda.
Ia menyebut, dari Museum Sumpah Pemuda inilah seluruh ide, gagasan, dan spirit perjuangan anak muda kembali dinyalakan dan diberi ruang sebesar-besarnya di PDI Perjuangan.
"Kami telah mengawali dengan kegiatan Millennial Public Pulse yang dilaksanakan setiap tanggal 28. Hari ini kita gelorakan kembali spiritnya," kata Hasto usai prosesi pelepasan peserta.
Pesan Ibu Megawati untuk Generasi Muda
Dalam kesempatan tersebut, Hasto turut membawa pesan khusus dari Presiden ke-5RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Megawati menitipkan pesan agar generasi muda masa kini tidak gagap zaman. Anak muda dituntut harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), serta mempraktikkannya untuk nilai-nilai kemanusiaan.
"Anak muda harus mempersiapkan diri menjadi pemimpin dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan. Dan yang terpenting, membangun karakter yang berpihak kepada mereka yang tertindas dan diperlakukan tidak adil," ujar Hasto.
Hasto juga memuji kehadiran Pramono Anung di tengah-tengah para pemuda. Kehadiran Pramono dinilai penting untuk membakar semangat juang generasi penerus.
"Di sini hadir Pak Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, yang mampu menjabarkan bagaimana komitmen Indonesia yang berdikari dalam kebijakan-kebijakan yang konkret," tegas Hasto.
Refleksi Sejarah Tanpa Medsos
Sementara itu, Ketua Panitia Nasional Merah Muda Fest 2026, Denny Cagur menjelaskan bahwa napak tilas ini sengaja dirancang untuk merayakan hari jadi ke-96 Sumpah Pemuda.
Sebanyak 500 peserta yang terdiri dari pelajar SMA dan kaum muda diajak berjalan kaki menyusuri tiga titik lokasi yang sangat krusial pada tahun 1928 silam.
"Tiga titik bersejarah yang menjadi rute napak tilas hari ini adalah Museum Sumpah Pemuda, dilanjutkan ke Gereja Katedral, dan berakhir di Lapangan Banteng," ungkap Denny.
Sosok selebritas yang kini menjadi politikus ini lantas melontarkan sentilan reflektif bagi anak muda masa kini yang dinilai terlalu dimanjakan oleh kemajuan zaman.
Denny membandingkan daya juang para pahlawan pemuda di tahun 1928 dengan kondisisaat ini. Pada masa itu, para pemuda dari seluruh penjuru daerah mampu berkumpul dan bersatu di tengah keterbatasan.
"Di mana belum ada sosial media, belum ada teknologi, belum ada kemajuan apa-apa, bahkan kita belum merdeka. Tapi mereka bisa berkumpul di seluruh Indonesia," ujarnya.
Oleh sebab itu, dengan segala kemudahan fasilitas teknologi di era digital saat!ini, generasi muda dituntut untuk bisa berbuat jauh lebih banyak bagi kemajuan negara.
"Hari ini segala sesuatunya sudah sangat terfasilitasi. Idealnya kita bisa berbuat lebih banyak. Tujuannya satu: kita mengambil semangat para pemuda di tahun 1928," pungkas Denny Cagur.
Sebagai informasi, acara pelepasan napak tilas ini turut dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya, Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Yuke Yurike, Ketua DPP PDI Perjuangan MY Esti Wijayati dan Charles Honoris, serta kader muda PDI Perjuangan Mujab.
Foto Monang Sinaga
Didampingi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Pramono Anung Lepas Napak Tilas Sumpah Pemuda Menuju Lapangan Banteng
PDI Perjuangan Gelar Napak Tilas di Merah Muda Fest, Ajak Generasi Muda Hayati Perjuangan Sumpah Pemuda
Susuri Museum Hingga Lapangan Banteng, Charles Honoris: Sejarah Jangan Cuma Jadi Catatan Buku
Jakarta - Didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung resmi melepas ratusan peserta Napak Tilas Sumpah Pemuda.
Kegiatan bersejarah ini merupakan bagian dari rangkaian perhelatan akbar Merah Muda Fest 2026 di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Peserta napak tilas didominasi oleh pemuda-pemudi dari berbagai latar belakang daerah. Mereka sudah sejak beberapa jam berada di Museum Sumpah Pemdua untuk mempelajari sejarah yang terjadi di tahun 1928. Usai belajar di museum, napak tilas pun dilakukan.
Mereka berjalan kaki sejauh tiga kilometer menyusuri Jalan Kramat Raya hingga berakhir di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Semarak kebangsaan mewarnai jalanan Ibu Kota. Para peserta kompak mengibarkan bendera merah putih dan membawa poster berisi pesan perjuangan, sembari menyanyikan lagu-lagu nasional.
Sebelum rombongan dilepas, Ketua DPP PDI Perjuangan, Charles Honoris, memberikan orasi kebangsaan untuk membakar semangat para peserta.
Charles menegaskan, napak tilas ini bukan sekadar ajang jalan santai menyusuri tempat-tempat bersejarah di Jakarta.
"Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengenalkan sekaligus mengingatkan generasi muda tentang keberanian para pemuda pada tahun 1928, dan semangat persatuan yang menjadi fondasi berdirinya bangsa," kata Charles Honoris.
Charles menyambut hangat kehadiran pemuda dari berbagai penjuru Nusantara. Ia menyebut, momen hari ini layaknya mengulang memori saat para pemuda berhimpun dalam organisasi kedaerahan di masa lampau.
"Saat itu, pemuda berhimpun melalui organisasi seperti Jong Java, Jong Sumatra Bond, Jong Celebes, dan Jong Ambon. Mereka datang dengan identitas berbeda, tetapi memiliki cita-cita yang sama," ujarnya.
Hari ini, kata Charles, roh semangat tersebut kembali dilahirkan. Pemuda lintas budaya dan bahasa dipersatukan oleh rasa tanggung jawab untuk membangun Indonesia.
Makna Historis Rute Napak Tilas
Lebih jauh, Charles membedah makna historis dari rute yang dilewati oleh para peserta Merah Muda Fest 2026.
Rute ini dimulai dari Museum Sumpah Pemuda, melintasi kawasan Gereja Katedral Jakarta, dan finish di Taman Lapangan Banteng.
"Dari Museum Sumpah Pemuda, kita diingatkan pada tekad mengikrarkan satu tanah air, bangsa, dan bahasa," jelas Charles.
Sementara itu, saat melintasi kawasan Gereja Katedral, peserta diajak mengingat keberadaan Gedung Katholieke Jongelingen Bond. Gedung tersebut adalah tempat diselenggarakannya rapat pertama Kongres Pemuda II pada 27 Oktober 1928.
Melalui rute ini, Charles mengajak para peserta untuk meneladani tokoh-tokoh penting di balik Sumpah Pemuda, seperti Mohammad Yamin, Sugondo Djojopuspito, dan Tabrani.
"Mereka menunjukkan bahwa perubahan besar lahir dari keberanian menyampaikan gagasan, membangun persatuan, dan memperjuangkan cita-cita bersama," tegasnya.
Menyongsong satu abad Sumpah Pemuda pada 2028 mendatang, Charles berharap sejarah perjuangan bangsa tidak hanya membeku menjadi catatan di dalam buku pelajaran sekolah.
"Kita ingin sejarah menjadi sumber inspirasi yang menggerakkan anak muda untuk berbuat sesuatu bagi Indonesia," pungkas Charles mengakhiri sambutannya dengan pekik kemerdekaan.
Sebagai informasi, acara pelepasan napak tilas ini turut dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya, Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Yuke Yurike, Ketua DPP PDI Perjuangan MY Esti Wijayati, Ketua Panitia Nasional Merah Muda Fest Denny Cagur, serta kader muda PDI Perjuangan Syaiful Mujab.
Foto Monang Sinaga
Omon-omon Menteri Kok Saling Bertentangan, Ini Kabinet Presiden Prabowo: Merah Putih atau Asal Bunyi?
Ini Kabinet paling gemuk sejak Reformasi. Tapi tampaknya, grup WhatsApp pun tak punya.
Buktinya antar menteri seperti tidak ada komunikasi dan koordinasi. Asal bunyi dan saling bertentangan 😂😂😂
Mensos Vs Menko Perekonomian
Menkop Vs Menkeu
Presiden Prabowo perlu segera menertibkan para pembantunya.
Aspirasi para pemuda saat ini. Peserta napak tilas Merah Muda Fest 2026 tour di Gedung Sumpah Pemuda
Merah Muda Fest 2026 galang donasi untuk Korban Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), pengunjung dapat menyumbang melalui barcode / QRIS yang ditempel di sekitar lokasi acara 🙏🙏🙏
#MerahMudaFest2026 #SumpahPemuda #BungKarno #PDIP #MegawatiSoekarnoputri
Senam Sehat memulai rangkaian Merah Muda Fest 2026 pagi hari ini di Lapangan Banteng Jakarta. Banyak acara-acara menarik lainnya. Ikuti akun Merah Muda Fest 2026 yuk yuk yuk..
#MerahMudaFest2026
Mohamad Guntur Romli retweeted
Serangan Nusron terhadap Ibu Megawati Soekarnoputri
#MegawatiSoekarnoputri #PDIPerjuangan #PDIP #MoncongPutih
Merah Muda Fest 2026 "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan" Merah Berani Muda Beraksi. Hari ini di Lapangan Banteng Jakarta
Booth Sayap PDI Perjuangan: TMP, BMI, Repdem, GNTI di Merah Muda Fest 2026 di Lapangan Banteng hari ini...
Selang Oksigen di Hidung Menkes Adapatasi, tapi Asap Tetap di Paru-Paru Rakyat
Setelah viral foto Menteri Adaptasi alias Menkes Budi Sadikin pakai selang oksigen dengan narasi "baru sehari di Kalteng sudah sesak nafas", dan terus diserang soal kata "adaptasi" yg ia minta ke warga untuk menghadapi asap kebakaran hutan
Menkes Adaptasi buru-buru klarifikasi: ia tidak sesak napas, foto pakai selang oksigen itu hanya "edukasi" katanya.
Ketika ribuan warga Kalteng benar-benar sesak, menterinya sibuk ngonten.
Lihat apa yg dipamerkan? Rumah Oksigen milik MDMC Muhammadiyah. Bus Oksigen milik Pemprov Kalteng. Lalu fasilitas Kemenkes di mana?
Fasilitas pihak lain dipajang, seakan-akan negara sudah hadir dan semuanya terkendali. Ini bukan edukasi, itu numpang panggung namanya.




























