Mine: I had a whole explanation ready, but my pretty nerd bf had to sit there looking all pretty and ruin my train of thought. Then suddenly I forgot everything I was about to say.
Jika rumah pernah dimaknai dinding dan atap, maka padamu ia menjelma beranda yang tak pernah menutup tirainya. Tempat letih meluruhkan nafas, tempat resah melipat sunyi.
"Jadi kemanapun aku pergi, ujungnya ke kamu lagi?"
Kamu tersenyum tipis, lalu menjawab "Dari awal kan rumahnya disini"
Dan sejak itu, aku berhenti mencari alamat lain. Sebab benar adanya bahwa tak ada kunci yang lebih selaras dari senyummu, tak ada atap yang lebih teduh dari pelukmu dan tak ada jalan pulang yang lebih aman selain mendapati namaku sudah lama tertulis di bel rumahmu.