
Accelerating low carbon energy transition. Think tank & public policy advocacy org. Tweet in EN/ID. #EnergyTransition #SustainableEnergyAccess #ClimateDiplomacy
Jakarta, Indonesia (ID)
Joined September 2009
- Tweets19.9K
- Following685
- Followers7K
- Likes1.6K
Are you an energy and sustainability enthusiast, curious and eager person? 👩💼🧑💼
Keen to raise your stake in joining us accelerating Indonesia’s energy transition agenda? You are the one we are looking for! ☀️
Check out various roles to contribute to various roles of research, policy advocacy, project management, and finance and join us through iesr.or.id/join-us 🔗
Ready to contribute? Don’t forget to apply before 🗓️ 31 August 2026 and let’s kick out your journey to accelerate a just and sustainable future!
(p.s: Applications are reviewed on a rolling basis, so submit your application via email as soon as possible!)
[UTAS] Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV), Mana yang Lebih Baik?
Menurut IESR, arah kebijakan pengurangan emisi transportasi pribadi sebaiknya tetap berfokus pada battery electric vehicle (BEV) sebagai teknologi utama menuju transportasi nol emisi.
Hybrid electric vehicle (HEV) memang dapat menurunkan konsumsi bahan bakar dibanding kendaraan konvensional, tetapi masih bergantung pada mesin pembakaran internal dan bahan bakar fosil. Karena itu..
industri.kontan.co.id/news/i…
...ruang untuk menjadikan HEV sebagai teknologi transisi menjadi semakin terbatas.
IESR juga menilai bahwa insentif publik perlu dikaitkan dengan besar penurunan emisi dan pengurangan konsumsi BBM yang benar-benar terjadi. Sejumlah studi menunjukkan bahwa manfaat emisi kendaraan hybrid lebih terbatas dibanding BEV.
Analisis Transport & Environment, misalnya, memperkirakan HEV hanya menurunkan emisi daur hidup sekitar 21% dibanding kendaraan bensin sejenis, sementara BEV memberikan pengurangan yang jauh lebih besar.
Karena itu..
industri.kontan.co.id/news/i…
...jika tujuan pemberian insentif adalah mengurangi ketergantungan terhadap BBM, impor minyak, serta emisi sektor transportasi, pemerintah perlu memastikan bahwa skema insentif memberikan prioritas lebih besar kepada teknologi dengan potensi dekarbonisasi tertinggi.
Memberikan insentif besar kepada HEV tanpa indikator penurunan konsumsi BBM yang terukur berisiko menghasilkan biaya fiskal tanpa perubahan struktural yang cukup signifikan pada konsumsi energi sektor transportasi.
industri.kontan.co.id/news/i…
Sobat Essentials, transisi energi bukan sekadar beralih dari energi fosil ke #energibersih. Transisi juga harus memastikan bahwa pekerja, masyarakat, dan wilayah yang terdampak tidak tertinggal.
Pengalaman dari berbagai negara menunjukkan bahwa #transisienergi yang adil membutuhkan perlindungan pekerja, diversifikasi ekonomi, serta partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan.
Menuju COP31, Indonesia perlu memastikan bahwa percepatan transisi energi berjalan beriringan dengan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Sebab, transisi energi yang berhasil bukan hanya tentang energi yang lebih bersih, tetapi juga masa depan yang lebih adil bagi semua.
Menurut Sobat Essentials, bagaimana Indonesia memastikan transisi energi yang adil secara ekonomi, sosial-politik, dan lingkungan?
Sobat Essentials, harga minyak dunia terus merangkak naik. Harga minyak Brent sudah naik jadi $110/barel.
3⃣hal yang perlu anda tahu tentang harga minyak dunia dan dampaknya:
1⃣ Harga minyak dunia langsung menentukan harga BBM di SPBU. Harga BBM di Indonesia dihitung berdasarkan formula MOPS (Mean of Platts Singapore), harga pasar minyak di Singapura ditambah biaya distribusi, pajak, dan margin.
Saat ini minyak Brent dunia berada di level ±US$107 per barel, hampir dua kali lipat dari asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar US$82.
Akibatnya, harga "wajar" Pertamax berdasarkan formula MOPS mencapai sekitar Rp16.600 per liter, dan solar bersubsidi hingga Rp20.450 per liter, jauh di atas harga jual saat ini. Setiap kenaikan harga minyak dunia US$1 per barel menambah kebutuhan anggaran energi nasional sekitar Rp6,7 triliun.
internasional.kontan.co.id/n…
2⃣Dampaknya bagi Indonesia Sangat Besar Karena Kita Negara Pengimpor.
Indonesia mengimpor sekitar 65% kebutuhan minyaknya, sekitar 1 juta barel per hari dengan tagihan impor mencapai ±US$42 miliar per tahun pada harga saat ini. Ketegangan di Timur Tengah juga membuat biaya pengangkutan dan asuransi kapal melonjak hingga 12 kali lipat normal, menambah beban Rp100–200 triliun per tahun.
Akibatnya, subsidi dan kompensasi energi yang sudah tertanam APBN sebesar Rp381 triliun diproyeksikan membengkak menjadi Rp460–520 triliun, sementara rupiah tertekan hingga menembus Rp18,000 per dolar AS.
internasional.kontan.co.id/n…
3⃣Mengapa Masyarakat Perlu Peduli?
Subsidi BBM yang membengkak bukan uang gratis itu adalah uang pajak kita semua. Setiap rupiah tambahan untuk menutup selisih harga solar dan Pertalite adalah rupiah yang tidak tersedia untuk sekolah, rumah sakit, infrastruktur, dan bantuan sosial.
Jika beban ini dibiarkan, pemerintah terpaksa memangkas belanja pembangunan, menambah utang, atau menaikkan pajak di kemudian hari. Selain itu, selisih harga yang terlalu besar berisiko memicu kelangkaan BBM, antrean panjang, dan penyalahgunaan.
Justru di momen inilah disiplin menggunakan BBM, beralih ke transportasi umum, menghemat pemakaian, dan mendukung energi pengembangan domestik berbasis energi terbarukan dan elektrifikasi transportasi menjadi kontribusi nyata masyarakat bagi keberlanjutan fiskal dan ketahanan energi bangsa.
internasional.kontan.co.id/n…
Sobat Essentials! Pertumbuhan ekonomi 8% membutuhkan pasokan listrik yang cukup, terjangkau, dan kompetitif. #Energisurya dapat menjadi bagian penting dari solusi tersebut. ☀️
⬇️
Studi IESR menunjukkan, pengembangan PLTS hingga 69 GW pada 2035 berpotensi menekan biaya #sistemkelistrikan, menghemat subsidi energi hingga USD 20 miliar, serta membuka 48 ribu lapangan kerja di sektor ketenagalistrikan.
Bagaimana reformasi kelistrikan dapat mempercepat PLTS sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia?
📖 Unduh studi lengkap IESR melalui s.id/PoweringGrowth-IESR.
With Indonesia developing its industrial decarbonization roadmap and pursuing a 100 GW solar target, how can we seize this momentum to break free from coal lock-in and accelerate industrial electrification?
As a supporter of the Electrify Now campaign, IESR invites you to join the webinar “Activating Electrification’s Momentum in Asia Pacific” , to explore how solar energy can power a cleaner, more competitive industrial future.
📅 Thursday, 22 October 2026
🕐 13.00 WIB (GMT+7)
🔗 Register now: s.id/IESRElectrifyNow
Polri telah menetapkan lima tersangka dari pemadaman total di Batam. Apakah mereka layak dijadikan tersangka?
@KementerianESDM perlu melakukan investigasi profesional power system failure, data-data objektif dari investigasi ini bisa menilai apa penyebab short circuit Gardu Induk Sei Harapan yang memicu cascading failure di sistem Batam.
Supaya karyawan PLN mendapatkan keadilan, power system failure investigators harus periksa:
1⃣ Disturbance recorder & log relay proteksi (trip, setting, isolasi);
2⃣ SCADA/EMS timestamp dan event sequence;
3⃣ Logbook shift operator serta switching order;
4⃣ Riwayat pemeliharaan & pengujian trafo/bushing/relay;
5⃣ CCTV tersinkronisasi dan status penghalau satwa;
6⃣ SOP gangguan serta kompetensi petugas.
Analisis root cause membedakan kegagalan peralatan, setting, atau human error. Tanpa data forensik lengkap, kesimpulan kelalaian tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis @prabowo @_pln_id.
katadata.co.id/berita/nasion…
Sobat Essentials, Indonesia actually has a lot of technical potential for solar 👀
Right now, we’ve only tapped into 0.02% of our total capacity. While Indonesia boasts an incredible 7,700 GW of untapped solar potential, our existing solar capacity stands at just around 1.5 GW.
How do we bridge this gap? By scaling up solar deployments across all fronts: rooftop installations, ground-mounted systems, floating solar, and integrated land solutions. Leveraging these diverse technologies will be key to accelerating Indonesia's transition and realizing the 100 GW solar program.
What do you think about this? 💬
Read more of our report here ➡️ s.id/IESR-IETO2026
[UTAS] 2 Tahun @prabowo-Gibran, Sampai Mana Target Ketahanan Energi Itu?
1⃣Sobat Essentials, memasuki tahun ketiga, kinerja Prabowo-Gibran untuk memperkuat ketahanan energi masih dinilai kurang.
Walaupun sudah ada upaya pemerintah untuk menjaga harga energi di tengah lonjakan harga minyak dunia, memperluas akses listrik, serta meluncurkan program pembangunan PLTS 100 GW, buktinya, BBM masih langka dan listrik juga masih sering mati.
Kelangkaan BBM yang terjadi di berbagai daerah dari Mei 2026 menunjukkan persoalan serius dalam pengelolaan cadangan operasional dan distribusi energi dan berdampak langsung ke masyarakat. Di sisi lain, impor BBM juga masih tinggi. Pada Juni 2026, @KementerianESDM mencatat kebutuhan bensin nasional mencapai 40 juta kiloliter per tahun.
Apalagi PR yang masih dihadapi pemerintahan ini?
2⃣Tentunya keandalan listrik.
Gangguan di Sumatra dan pemadaman bergilir di Sulawesi menunjukkan perlunya evaluasi kesiapan pembangkit, pasokan energi primer, cadangan operasi, serta jaringan transmisi dan distribusi.
Penambahan kapasitas pembangkit harus disertai pemeliharaan, sistem operasi yang fleksibel, dan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem. Perencanaan listrik juga perlu memperhitungkan risiko iklim, memperluas pembangkit terdistribusi, dan secara bertahap mengurangi ketergantungan pada pembangkit fosil.
Program PLTS 100 GW dapat menjadi peluang strategis untuk memperkuat ketahanan energi, namun angka kapasitas terpasangnya masih di angka 1,5 GW hingga April 2026. Sudah saatnya @prabowo menerbitkan rancangan Peraturan Presiden dan segera memastikan regulasi, pembiayaan, kesiapan jaringan dan sistem penyimpanan energi.
Untuk ketahanan energi, IESR mendesak untuk..
1️⃣Pulihkan pasokan BBM dan benahi distribusi serta subsidi bersama Pertamina. Reformasi subsidi perlu dilakukan secara bertahap dengan tetap melindungi kelompok rentan.
2️⃣Perbaiki keandalan sistem kelistrikan dengan memastikan adanya audit teknis independen terhadap pemadaman besar dan gangguan berulang sepanjang 2026.
3️⃣Percepat implementasi PLTS 100 GW dengan target yang terukur, termasuk pengurangan energi fosil dan segera menetapkan Peraturan Presiden sebagai landasan pelaksanaan program, memastikan pembagian tanggung jawab antarinstansi dan menyelaraskan program dengan Rencana Umum Energi Nasional.
Baca rekomendasi kami selengkapnya di s.id/2TahunPrabowoGibran 🔗
Sobat Essentials! Sistem dan pasar listrik yang fleksibel memungkinkan penetrasi energi terbarukan yang lebih besar ke dalam #sistemketenagalistrikan Indonesia. ⚡️
Ikuti Diseminasi Kajian 📚 "Pasar Listrik: Membuka Sumber Fleksibilitas Sistem Tenaga Listrik melalui Pasar Tenaga Listrik yang Fleksibel" pada:
📅 Selasa, 20 Oktober 2026
🕐 13.00–16.00 WIB
🔗 Daftar: s.id/ListrikFleksibel
Energi terbarukan bukan sekadar konsep atau teknologi yang sulit dipahami, melainkan sesuatu yang dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan kita.
Di Pekan Iklim Bali, pada Kamis (15/10), proyek Clean, Affordable, Secure Energy (CASE) untuk Asia Tenggara mengadakan diskusi yang membahas pelibatan masyarakat.
Proyek CASE mengajak masyarakat untuk memahami bahwa transisi energi dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti memasak dan pelibatan komunitas lokal dimulai dari memperkuat cerita-cerita masyarakat.
Cek selengkapnya di ⬇️s.id/CASE_TEPelibatanWarga





















