Pinned Tweet
Sebuah tulisan dalam rangka menolak lupa atas Tragedi Kanjuruhan, Al Fatihah untuk 135+ korban :
lvfsdy.medium.com/pak-midun-…
Tepat setahun yang lalu, 4 Agustus 2023, Pak Midun berhasil menginjakkan kakinya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Dengan dukungan Bonek dan berbagai macam suporter, Pak Midun melaju kencang hingga finish di SUGBK Jakarta pada 15 Agustus 2023.
#JusticeForKanjuruhan
Muhammadiyah gak hanya menang dirana itu, dengan menurunkan Kokam untuk menjaga korban, jadi salah satu cara showing power, kalau Muhammadiyah juga mampu jika harus bergesekan di lapangan lawan GRIB.
Ditambah LBH Muhammadiyah mainnya cantik
Mereka sadar ngelawan ormas jalanan nggak bisa pakai otot balasan.
Jadi, mereka langsung mainin bidak catur nya lewat hukum:
1. Langsung bawa kasus ini ke Polda Metro Jaya (laporan penyekapan).
2. Minta perlindungan ke LPSK pada 25 Mei 2026.
3. Lapor dan audiensi ke Komnas HAM.
Strategi by the book ini bikin gaya premanisme langsung berhadapan head-to-head dengan instrumen penegak hukum negara dan tekanan publik.
Ormas mana pun, sekuat apa pun backing politiknya, bakal mikir dua kali kalau harus nabrak institusi agama sebesar Muhammadiyah yang bergerak secara konstitusional.
Classist, padahal kalau Anies pengen menang dan jadi presiden ya harus rangkul juga golongan "miskin dan lapar sambil nangis2" itu, emang pendukung Anies tuh ngerasa superior dibanding pendukung lain, gak belajar dari pilpres 2024 kemaren.
Udahlah, dia sejak awal kan sudah ikut dari tahap awal proyek itu disusun dan proyek itu juga terbukti merugikan, koruptor dan yg berkongsi dengan koruptor gak usah dibela, dia pun bukan asn punya pilihan keluar lebih fleksibel tapi milih bertahan kan?
Banyak banget ya bela Ibam secara babi buta. Pertama, pengadaan Chrome Book cacat, dia punya pilihan buat keluar kan harusnya dari konsultan, tapi milih bertahan, yaudah resiko dong. Lantas, peran konsultan tuh kasih rekomendasi even bukan asn ya tetap harus tanggung jawab lah.
Emang aneh lentera dipantara tuh, jika buku-buku Pram dicetak dengan masal dan dijual dipasaran kurasa akan laris, malah jadi bahan gorengan. Pun jika bicara bisnis, cetak masal buat jangka panjang juga lebih profit, karena karya Pram tetap hidup sampai generasi selanjutnya.
This quoted post is unavailable.
Tugas konsultan ya emang kasih rekomendasi, namun kalau rekomendasi itu bermasalah ya konsultan harus tanggung jawab. Lagian di mekanisme pengadaan barang dan jasa ada mekanisme "kunci spek" yg bisa lakuin hal itu ya ppk atas rekomendasi dari konsultan.
Replying to @ruliemaulana
Bukan soal pahlawan pahlawanan, konsultan ngasih rekomendasi itu wajar. Mau ngarahin ke Chromebook, Windows, Apple, ya wajar.
Yang salah itu KORUPSI, sejak kapan rekomendasi jadi kriminal?
Suap Menyuap, Uang Feedback, Pejabat yg berwenang, itu yg mestinya jadi fokus.
Rata-rata rasis ke Suku Madura tuh karena mereka kesannya ekspansif dan juga kecemburuan sosial karena banyak ruang-ruang ekonomi bawah direbut oleh suku tersebut.
Lantas kenapa Madura bisa merebut? Karena "berserikat" dan itu yg tidak disadari pribumi "Surabaya"
Jualan item di RF, jualan segel di seal, jualan id dota server Nusa, dulu modal nongkrong di forum Nyitnyit buat cari cheat terbaru sama update bug.
Ekonomi game jaman dulu lebih hidup gak si? Dibandingkan era ML yg jualan skin aja.
Dulu waktu masih luntang lantung di warnet.
Gw iyain buat kerja jadi pengganti operator warnet di sana.
Cuma dapet uang makan 15rb/hari
Tapi boleh tinggal di mess, main sepuasnya (kalo rame ngalah)
Tapi bisa hidup karena dulu gw main game bukan untuk kesenangan, tapi grinding nyari Equip di game yang bisa diperjual belikan 🤣
Kadang kepikiran, orang yg dulu main game dan jago grinding di game, di dunia nyata apa jago jugaa ya grindingnya..
Sudah lama tidak mendengar kosa kata "mbokong"
Terakhir pas jama dotA satu dulu sih.
"Cok ndang bokongen iku, seng mid"


















