Robit retweeted
Selama 2 tahun hingga hari ini, saya menjadi korban gangguan stalker dengan teror ekstrim yg tidak hanya mengganggu saya, tapi juga Ibu, adik & juga perkerjaan saya.
Sudah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya namun sudah 1 tahun, tidak ada update apapun hingga hari ini.
Robit retweeted
Di Indonesia, huruf F & V sering dibunyikan dgn cara yg sama. Makanya saat mengucapkan kata2 bhs Inggris yg mengandung 2 huruf itu, jd banyak yg salah pelafalan.
Misal:
- View & Few
- Vocal & Focal
- Fan & Van
- Fine & Vine
Dsb.
Banyakan yg mispronounce itu kata2 yg ada huruf V.
Robit retweeted
Quick Count vs Real Count
Kenapa saya percaya Quick Count? Lihat ilustrasi ini.
Kita ingin menghitung Populasi yang di dalamnya ada kelompok A, B, dan C. Jumlah dan persentasenya seperti dalam kotak nomor #1, A=25%, B=50%, C=25%.
Saat melakukan Real Count seperti dalam kontak #2, butuh waktu lama karena jumlah populasinya banyak, sehingga baru sebagian yang terhitung. Saat menghitung, tidak dipilih-pilih secara proporsional dari A,B, atau C. First come first. Hasilnya, yang A terhitung semua, B baru sebagian, C paliing sedikit.
Akibatnya persentase A=43%, B=43%, C=14%. Si A seneng banget karena banyak presentasenya. Tapi kan ini tidak sesuai Populasi sebenarnya di kotak #1?
Kemudian ada Quick Count seperti dalam kotak #3. Yang dihitung lebih sedikit dari yang sudah dihitung di Real Count. Tapi yang dihitung sudah dipilih-pilih secara proporsional, dari A=1, B=2, dan C=1. Kalau diprosentase, hasilnya A=25%, B=50%, C=25%. Lho kok sama seperti prosentasi populasi?
Nah pertanyaan di kotak #4, mana yang lebih mendekati "Populasi sebenarnya"? Real Count yang belum selesai, atau Quick Count yang sudah kelar?
I love Statistics. 🩷🩷🩷
🔥🔥🔥
Robit retweeted
PENTING
Tolong JANGAN download foto dari web KPU lalu upload ke kawalpemilu.org karena tim tech akan sedot dan upload otomatis, menggunakan bot & AI yang bisa deteksi angka-angkanya.
Mubazir waktu & ongkos cloudnya kalau teman-teman download & upload manual 🙏 – at Central Region, Singapore
Robit retweeted
Alhamdulillah. Terimakasih twips, krn kita bersuara, KPU jadi lebih hati-hati.
Sepertinya memang saat ini demokrasi digital menjadi jalan rakyat untuk mengawasi & mengingatkan Penyelenggara Negara & Penyelenggara Pemilu.
KPU putuskan capres-cawapres bisa saling mendampingi saat debat. Tapi, yang berdebat hanya salah satu sesuai dengan agenda dan jadwalnya dlvr.it/Szn3SK
Robit retweeted
sudah boikot Sbucks tetapi sampai sekarang belum nemu kedai kopi lokal seberkualitas Sbucks dalam hospitality dan mendukung WFC.
tips untuk kedai kopi lokal yang mau WFC oriented:
- wifi yang kencang dan gausah kasih password kayak Sbucks
- menu yang beragam
- pencahayaan yang warm
- deck/desk yang luas
- colokan yang banyak
satu yang terpenting, crew yang tidak judgemental dan membiasakan memanggil nama pelanggan.
itu saja cukup.
Robit retweeted
terima kasih @univ_indonesia ! 🙏
menjadi dosen tamu untuk D3 Komunikasi Vokasi UI, saya membawakan materi dimensi krisis komunikasi di media sosial.
2 kelas, total 80 mahasiswa.
i fell blessed.👍🥰
ini yang saya paparkan dalam kelas krisis.
-utas-
Robit retweeted
Mohon maaf typo ya twips (Xers), yang benar :
4 menolak : 2 setuju Gubernur : 3 setuju Semua Kepala Daerah.
Jadi :
6 tidak setuju Semua Kepala Daerah : 3 setuju Semua Kepala Daerah.
Lalu keputusannya : menetapkan capres/cawapres boleh semua Kepala Daerah.
Robit retweeted
Bukan soal dinastinya, pak. Tapi soal mas Gibran maju saat pak Jokowi masih menjabat Presiden. Juga soal keputusan MK yg tidak melalui prosedur yg proper : ada COI, 4 Hakim menolak, 3 setujui tk. Gubernur, hanya 3 setuju KaDa tk.2 lalu keputusannya malah yg tk.2 (yg minoritas).
Hashim justru mempertanyakan pihak-pihak yang mempersoalkan dinasti politik. Sebab, ketika Gibran menjadi Wali Kota Solo, hal itu tidak ramai. dlvr.it/SxnK8B
Robit retweeted
Kalau sedang begini jadi ingat 3 tahap pengambilan keputusan yang dulu diingatkan oleh bu nyai @n_rofiah :
Step 1 : Boleh/tidak? Halal/tidak?
Bila boleh/halal :
Step 2 : Baik/tidak? Thoyib/tidak?
Bila baik/thoyib :
Step 3 : Patut/tidak? Ma'ruf/tidak?
Bila patut, lakukan.
Robit retweeted
Sebuah UTAS untuk keadilan
Dari ibu Ida Susanti
"Suamiku ternyata Perempuan dan Penipu"
-a thread-
Robit retweeted
Yang masih suka mengeluh, nyalah²in orang lain utk hal buruk yg menimpa, kecewa sama keadaan, protes ini itu.... liat ini 😊😊
Dua laki² ini memiliki hati yg sungguh mulia 🫰❤️
Robit retweeted
Let me tell you from my perspective… dari pengalaman HR di recruiter lebih dari 7 tahun
kenapa recruiter or hiring manager lebih milih dari kampus “well-known” PTN/PTS?
Alasan pertama, karena ini cara paling cepat dan mudah untuk menyeleksi kandidat untuk “ENTRY LEVEL”.
User maupun HR tau bahwa lulusan-lulusan itu udah punya foundation skill secara teknikal maupun softskill untuk menjalani pekerjaannya. Hal ini terlihat dari seleksi SNBT yang ketat dengan score yang tinggi dan juga standar untuk lulus dari kampusnya yang sulit.
So, perusahaan tidak perlu melakukan training yang lebih lama untuk
inget tujuan perusahaan adalah keuntungan, ya jadi wajar gak mau investasi biaya yang dikeluarkan dari waktu dan tenaga yang digunakan untuk training.
Tapi apakah semua perusahaan dan semua posisi harus di isi dari top tiers uni?
Yah jawabannya engga dong… so, yang unknown uni juga bisa punya kesempatan untuk bersaing juga dong..
Robit retweeted
Temen-temen twitter boleh bantu up ga kasus saudara aku, dia lagi diancam dan dipermalukan (aib disebar) sama mantan pacarnya, tolong bantu up biar pihak berwajib segera bergerak untuk menindaklanjuti pelaku, kasusnya udah jalan tapi belum ada respon balik dari pihak berwajib..
Robit retweeted
Tahun 2018 adalah momen yang membuat saya menelisik kembali makna kehidupan, yaitu didiagnosis Lupus, yang telah mengubah fisik saya. Tidak menyangkal bahwa saya denial, awalnya. Tapi dengan proses, saya justru menganggapnya sebagai titik balik.
Saya ceritakan.
Robit retweeted
Mari kita belajar dari salah satu publikasi @univ_indonesia di Instagram berikut.
1. Gunakan tanda pisah (—) alih-alih tanda hubung (-) di antara dua bilangan, tanggal (hari, bulan, tahun), atau tempat yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.




































