Widi retweeted
Maaf, untuk semua salah juga khilaf, dan untuk setiap tunggu sebuah temu atas rindu.
Selamat Idulfitri, esok atau kini, tetap kau yang kunanti..
Widi retweeted
"Berilah ribuan kesempatan bagi musuhmu untuk bisa menjadi temanmu, namun jangan berikan satu kesempatan pun pada temanmu untuk menjadi musuhmu.”
Ali bin Abi Thalib r.a.
Widi retweeted
Pada rentang waktu antara pisah dan temu, ada jembatan bernama rindu,,,
__Psikologi Sufi
Widi retweeted
Replying to @RaeWellmina @PauloCoelho
"Titik tertinggi rindu adalah ketika kau tak bisa melihat, bertemu bahkan untuk mengetahui kabar pun tak bisa, tapi tetap mendoakan yang terbaik,
Untuk yang dirindukan"
Widi retweeted
Tanpa mencintai diri sendiri, akan sulit bagimu untuk merasa nyaman dengan dirimu apa adanya,,,
__Psikologi Sufi
Widi retweeted
Rintik itu masih namamu, membasahi ingatan sebagai upaya mengenang sebelum tumbuh kesunyian..
Widi retweeted
Jatuh cinta, mungkin bisa berkali-kali. Tapi cinta sejati, biasanya hanya datang sekali saja. Dan bisa jadi tak lama durasi saling mencintainya.
Doakan dia, jika tak lagi bersamamu.
#SPMKCLH
__Untukmu
Widi retweeted
Pada siapa sepimu tertuang kali ini? Telinga yang benar mendengar atau sebatas hadir lalu menghindar?
Widi retweeted
And never does your Lord forget [anything].
#Quran 19:64
Widi retweeted
Bendera di rumah udah lumayan kotor jadinya kayak chat mantan. Lama gak dibuka, sekalinya dibuka bikin kangen. Dicuci pake Downy sama istri biar kenangan-kenangan kotornya mantan jadi ilang terus wanginya kecium sampe ujung komplek.
Widi retweeted
You get to know people properly under pressure, not under good circumstances. It’s easy to be nice and display a good character when things are all going well but the best time to measure people is in abnormal situations.

















