Pinned Tweet
[Believe | Piano Cover]
My take on a very heartfelt song sung by Ueno Yuuka for the game Memento Mori. A tad melancholic, a tad somber, but beautiful and grandiose at times. Simply a beautiful song
#メメントモリ #uenoyuuka #上野優華
Able98Able98 🇵🇸 retweeted
Ini yang disebut Hidden Cost of Living atau Biaya Ekonomi Tinggi yang Dipindahkan ke Rakyat.
Di negara dengan layanan publik yang bekerja, gaji adalah untuk hidup. Di kita, gaji adalah untuk bertahan + menambal.
Mari kita bedah:
1. Gajimu Bukan untuk Konsumsi, Tapi untuk Substitusi Negara
Di ekonomi yang sehat, ada yang namanya public goods - barang publik yang harusnya murah atau gratis karena sudah dibayar pajak: air bersih, keamanan, pendidikan dasar yang kompetitif, transportasi massal, jalan layak, kebersihan.
Ketika barang publik itu bapuk, tidak tersedia, atau sengaja dibiarkan berkualitas rendah, rakyat dipaksa membeli solusinya di pasar swasta dengan harga pasar.
Maka terjadilah:
🅿️ Parkir & ⛔️ Tol = Kegagalan Penyediaan Ruang Publik dan Mobilitas
Parkir liar berbayar adalah pungli atas kegagalan penataan ruang. Tol bukan lagi barang mewah, tapi ongkos paksa untuk mendapatkan kepastian waktu. Macet di jalan non-tol adalah inefisiensi yang biayanya kamu bayar pakai bensin, waktu, dan e-toll.
💧 Air Beli & 🛢 Iuran Sampah = Kegagalan Layanan Dasar Kota
PDAM tidak mengalir layak, air tanah tercemar. Maka setiap KK wajib langganan galon Rp300-500rb/bulan. Itu pajak kedua. Sama dengan sampah. Kita sudah bayar pajak untuk dinas kebersihan, tapi tetap bayar iuran RT/RW Rp50-150rb karena truknya tidak datang.
🏢 Les & 🧸 Daycare = Kegagalan Investasi SDM
Sekolah negeri gratis tapi tidak cukup untuk kompetisi. Maka biaya pendidikan swasta/les itu bukan gaya hidup, itu biaya investasi wajib agar anak tidak terlempar dari rantai mobilitas sosial. Sama dengan daycare. Ketika negara tidak mengatur dan mendorong daycare di kawasan industri/kantor sebagai standar, biaya reproduksi tenaga kerja - menjaga anak agar orang tuanya bisa tetap produktif - dilempar sepenuhnya ke keluarga. Rp1,5 - 3 juta/bulan.
🏨 Asuransi Swasta = Kegagalan Jaminan Sosial yang Layak
BPJS ada, tapi antrean, obat terbatas, kamar penuh. Maka kelas menengah dipaksa beli double protection. BPJS jadi iuran wajib, asuransi swasta jadi iuran untuk bisa hidup. Double cost.
🚋 Mobil Wajib = Kegagalan Transportasi Publik
Ini yang paling mahal. Di kota yang transportasinya terintegrasi, keluarga dengan gaji Rp20 juta tidak butuh mobil. Cukup motor + MRT/Bus. Di Surabaya, Jakarta, karena bus tidak reliable, tidak aman, tidak menjangkau last mile, mobil berubah dari aset menjadi kewajiban struktural. Cicilan 4jt + bensin 1,5jt + servis + asuransi + parkir = 7 jutaan hilang sebelum gaji dipakai.
2. Kenapa Disebut Struktural?
Karena ini bukan salah personal finansialmu yang boros. Ini salah desain.
Upah Terlihat Tinggi, Tapi Daya Beli Riil Rendah. Rp20 juta di Jakarta/Surabaya daya belinya setara mungkin Rp9-10 juta di kota dengan layanan publik bagus. Sisanya habis untuk menambal lubang.
Negara Memungut Pajak, Tapi Tidak Mengembalikan Dalam Bentuk Layanan. Rasio pajak kita rendah, tapi belanja publiknya tidak efisien dan tidak menyentuh hulu masalah kota. Jadi rakyat bayar dua kali: sekali lewat pajak, sekali lagi lewat pasar swasta.
Menciptakan Kemiskinan Baru Kelas Menengah. Kelas menengah kita rapuh. Gaji naik 10%, biaya privat untuk mengganti layanan publik naik 20%. Akhirnya tidak ada akumulasi modal untuk naik kelas - beli rumah layak, investasi, atau usaha. Semua habis untuk biaya bertahan hidup yang disamarkan sebagai "kebutuhan primer".
Bukan gaya hidup. Itu ongkos bertahan hidup di kota yang semua urusannya diswastakan.
Solusi di level individu cuma mitigasi: tinggal dekat tempat kerja/kantor/sekolah untuk memangkas biaya mobilitas paksa, atau sharing daycare dengan tetangga.
Tapi di level sistem, selama air, transport, pendidikan berkualitas, dan kesehatan layak masih dianggap komoditas, bukan hak dasar yang disediakan negara secara bermutu - maka gaji Rp20 juta, Rp30 juta pun akan terus terasa pas-pasan.
Valid! Kenapa gaji Rp20 juta pas-pasan banget. Bahkan gak cukup untuk membangun hidup berkualitas. Bukan soal gaya hidup, tapi hidden cost of living. Biaya hidup tersembunyi. Konsekuensi karena layanan publik bapuk. Tidak tersedia, berkualitas rendah atau memang gagal. Rakyat harus MEMBELI SOLUSI SENDIRI.
Gaji Rp20 juta sebenarnya tergolong tinggi dibanding rata-rata pendapatan di Indonesia. Namun di kota besar yang serba bayar, angka tersebut cepat habis.
🅿️Parkir berbayar diman-mana. Bahkan di tempat yang seharusnya menyediakan fasilitas parkir gratis bagi pengunjung
⛔️Jalan tol jadi pilihan karena terpaksa. Menghindari terjebak macet di jalan non-tol
💧Air bersih harus beli. Ada gak sih yang gak beli air minum sekarang??
🛡Bayar iuran keamanan kompleks
🏢Les sana sini karena kualitas sekolah negeri belum cukup untuk bekal bersaing masuk jenjang berikutnya
🏨Tambah proteksi asuransi swasta walaupun ada BPJS, untuk memperoleh akses yang lebih baik
🚋Karena keterbatasan transportasi umum, keluarga rasanya wajib punya mobil pribadi. Nambah lagi tuh cicilan, BBM, servis, asuransi, dan parkir
🛢Bayar iuran sampah dan kebersihan. Apakabar dinas kebersihan yang digaji dari pajak???
🧸Ortu yang kerja, harus bayar pengasuh atau penitipan anak karena gak ada day care di tempat kerja.
Able98Able98 🇵🇸 retweeted
jgn ada yg kegocek sama politik dua kubu itu, gue kemplang palanya. inget ya temen2, mereka ini gelut buat rebutan kekuasaan bukan berlomba utk ngasih rakyat kesejahteraan. mereka mau mengamankan posisi dan kantong sendiri. JGN KASIH SIMPATIK! JGN MUDAH KEMAKAN INTRIK POLITIK!
This oh my fucking godd. Gw masuk kuliah 2019 tuh kek masa depan keliatan cerah, haha hihi gitu, ekonomi on the up, mulai main sama temen fandom
Ehh covid. Terus kelar covid keknya ni dunia belom recover to pre-covid levels
Udh gitu bidang gw literally paling kena downgrade
Replying to @neotwenty1
Dan semua hal ini terjadi disaat usia gw mencapai usia produktif, punya genre hidup malah genre survival 🥀
Able98Able98 🇵🇸 retweeted
Ya ya ya tangkap yang sadap-sadap.
- Aceh banjir bandang
- Karhutla belum kelar
- Krisis ekonomi
- Pajak digital 9 november
- MBG & KDMP
Able98Able98 🇵🇸 retweeted
Tau apa yg bukan plot twist dan endingnya udah ketebak??
Siapapun yg "menang" diantara mereka, kita cuma kebagian bayar pajak.
This quoted post is unavailable.
At work now, while I haven't yet gotten the bigger picture, I can kinda sense the various weak points and reason within the work environment that contributes to the high physician turnover rate
Nothing clear yet but I can like feel it in the air and in the tone of their voice
Day 2 at work and literally the news of the day is a plausible coup d'etat like wtf man
Either
1. The nation collapses first
2. My mental health collapses first; or
3. The corporation I work for collapses first
What a time to be alive man... Like literally
It's funny how in this moment of time, amidst all the socio-politico-economic things that are happening, my biggest worry is the prospect of slaving myself. Ik I should be grateful of getting a job. Even my friends from the same medschool are still struggling to land one
Gonna write this in English to better articulate myself
First and foremost, Alhamdulillah, praise be to Allah I get the job. Truly a surreal experience to "be a part of society"
Not the best of workplace, not the most noble of company, but a job nonetheless
Review Janji Wowok:
RS #1 (Swasta branded)
Yg dites: Psiko + I'view
Psiko nya ada 4 biji
1 Tes teori, 30 soal klinis, kek UKMPPD, ez lah kalo waktu sekolah becus
1 Tes IQ, idk man... I feel like I'd score 130 on that shit
2 Tes kepribadian, yg 1 coman ~20 soal, yang 1 lagi ~80
As for hobbies, Ill have to adjust a bit. I can definitely go read mangas & LNs in between my work. Game? Not so much prolly except for days off.
What I can see is that I can definitely do more piano stuff since that seems to give the most bang for the buck in terms of enjoyment














