Pinned Tweet
janji Allah itu pasti. jangan pernah berhenti berdoa, diiringi dengan usaha. Allah tidak pernah mengingkari janji
tutup aurat or pake pakaian trtutup kan pilihan sadar yg diyakini sbg bentuk ketaatan. lalu km membajak isu trauma anak² demi melampiaskan kebencian pribadi thd agama ya nunjukin klo km samsek tdk peduli sm kemanusiaan, km cm nyari atensi utk mencela.
Replying to @nawwpage
Ngapain bersuara justru Islam itu yg bikin wanita terkekang diperlakukan seperti budak, contoh yg di video kan itu mukanya ditutupi itu pengaruh siapa pengaruh Islam, sama aja Islam melarang kita mengekpresikan diri kita, lebih jahat kan
zaleoxy retweeted
mana tuh orang-orang yang constantly barking “islamophobia gak ada di indonesia”? muslim women dilaporkan mengalami harassment, intimidation, bahkan ditodong senjata dalam insiden pembelaan terhadap restoran babi milik non muslim yang dibakar. where is your solidarity? where is that intersectional analysis you keep preaching about?
mana suara pihak² yg selama ini gemar mengampanyekan hak perempuan dan perlindungan anak? atau standar kemanusiaan itu mendadak cherry picking, hnya krn korbannya berada di lingkungan pesantren yg dianggap tdk sejalan dgn lingkaran mereka?
menyampaikan sudut pandang pribadi atw keluar dr suatu sistem keyakinan tentu adlh hak otonom setiap individu. namun, ada batas antara kebebasan berpendapat dgn hilangnya prinsip dasar kemanusiaan dan adab dlm menghargai sesama. ketika seseorg mulai pake kalimat yg merendahkan,—
—mencemooh simbol sakral, bhkn mnjadikan pilihan ibadah org lain sbg bahan cemoohan publik dgn narasi yg sinis, jstru menunjukkan hilangny prinsip dasar dlm beretika. di mn rasa hormat thd ruang spiritual org lain sdh runtuh demi memuaskan validasi kelompok.—
zaleoxy retweeted
THE POWER OF:
Rabbi Inni Lima Anzalta Ilayya Min Khairin Faqir
Kalian udah pernah merasakan keajaibannya belum?
zaleoxy retweeted
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan berupa makanan atau rezeki lainnya, walau sedikit, yang Engkau turunkan kepadaku, Dan kini aku masih membutuhkan anugerah kebaikan darimu.” Masyallah 🥺
prtma, ya, krn ak nilai suatu narasi teologis brdsrkan teks rujukan aslinya scra utuh, bkn motong² utk dijadiin dasae justifikasi prbdi.
kdua, ak cm konsisten pahami sesuai pd ranahnya. krn ranah sains & ranah wahyu agama pnya parameter yg berbeda.
😇
Replying to @addictedtosom
1. kamu objektif ga?
2. kamu sedang membela identitas atau emg netral?
argumen rasional bukan berarti nolak otoritasi ilahi, CONTOH. klo kamu bilang bencana gempa itu karna ‘ujian tuhan’ kamu udh gabisa rasional disini itu disebut god of the gaps 🤍 semangat belajarnya
pantas sj perspektif km spt itu. ngenilai sejarah teologis dgn kacamata ex-believer, jstru bikin perspektif itu brngkt bukan dri objektivitas murni. setiap org mmg berhak milih jln berfikirny, tp nyamain sejarah kenabian dgn dongeng sambil mengabaikan fkta akhirny ttp tidak bisa—
Replying to @addictedtosom
zaleoxy, aku selain agnostic aku jga pernah islam (an ex muslim) 😅 aku paham betul terlahir dgn keadaan terdoktrinisasi, aku pilih agnostic karna gamau terikat oleh agama apapun, dan aku ga jadiin ini ‘identitas suci’ aku seperti agama. karna semua orang berhak untuk berpikir..
justru krn pake akal, hati nurani, dan literasi yg bnr makanya aku bs bedain mn perintah ilahi yg berujung penyelamatan & mn pembunuhan.
km nuduh ak pke moral sekuler, pdhl km sndiri yg lg maksain standar etika manusia sekuler utk menghakimi sang pencipta—
Replying to @addictedtosom
berarti kamu ga punya cukup empati, hati nurani dan akal buat mikir k-word anak sendiri buat bahan eksperimen these so-called 'ujian' like you said itu kejam secara moral universe. Justru disini kmu sendiri yg pake moral sekuler nyoba justify (INI KAMU BLUNDER BGT WKWKWK) ...
pendapatan utama arab saudi itu dri sektor migas, petrokimia, & investasi global, bkn dri haji. biaya yg dibayar jemaah itu justru diputar balik utk biayai infrastruktur, keamanan jutaan org, mass transport, kesehatan, fasilitas tenda di arafah-mina yg biayanya luar biasa masif—
Replying to @Yuri_Anyya
Kalian bener-bener ga mau melek kalo kalian itu cuma ladang bisnis agama bagi arab saudi
qunut nazilah itu doa permohonan perlindungan & pertolongan kepada Allah yang dibaca saat shalat ketika umat Islam dizalimi atau ditimpa musibah. mana ada urusannya sama santet
km yang duluan sok paham dengan ngasal nyebut ibadah resmi agama sebagai klenik. klenik itu konsep mistis perdukunan, beda jauh sama tata cara ibadah agama samawi. kmu yang provokasi ngasal pamer kedangkalan definisi, giliran dilurusin malah playing victim
Replying to @chalsung @Abubakr_Saliim
> gak terima disebut klenik
> nyebut kepercayaan orang lain sesat
dia pikir dunia berpusat di agama dia aja kali ya
biaya jutaan/ratusan juta itu buat ongkos pesawat, akomodasi, hotel, & transportasi perjalanan, bukan bayar ritual ke Tuhan. kalau posisi lu emang udah di Arab Saudi ya tinggal jalan kaki gratis tanpa keluar ongkos pesawat.














