S Agung Wibowo retweeted
1. Semoga bangsa ini sadar telah membabat habis hutan, yang mengakibatkan 30.000 jenis pohon lenyap di Indonesia.
S Agung Wibowo retweeted
Keunggulan Tata Kelola Guru Terpusat:
1. Merampingkan rantai distribusi
2. Menciptakan standar kesejahteraan minimum
3. Mempermudah rekruitmen
4. Peningkatan kualitas guru satu pintu dari hulu ke hilir
Kelemahan:
1. Upaya mendisiplinkan guru
2. Menarik kewenangan daerah, bertentangan dengan otonomi Daerah
3. Belum tentu distribusi guru akan lebih baik
4. Guru terpusat skrg dilaksanakan oleh Kemenag, itupun nasibnya tidak lebih baik. Sementara guru di Kemensos dan Kemdikdasmen, SR dan SNT, belum memperlihatkan indikasi baik bagi sekolah negeri/ reguler, sebab dilaksanakan pada program sekolah khusus.
Padahal masalah utamanya ada di Sekolah Negeri dengan status guru pppk, pppk pw dan Honorer.
Pemerintah juga belum menjawab masalah guru swasta sekolah/madrasah yang tidak sejahtera.
Terakhir, dengan dialokasikannya anggaran pendidikan untuk MBG, dan tertundanya seleksi guru PNS menjadi 2027 (harusnya 2026) mengindikasikan pemerintah saat ini belum punya komitmen terhadap jaminan kesejahteraan guru. Apalagi sekarang BGN juga ingin mengatur guru.
Akar masalahnya adalah tatakeola guru satu pintu. Bukan resentralisasi.
S Agung Wibowo retweeted
Ada aparat yang menjadi alat negara dan punya kewenangan memegang senjata menyiram air keras kepada masyarakat sipil yang sedang memperjuangkan hak-hak rakjat, setelah diproses pengadilan tidak dipecat. Apakah layak pajak kita digunakan untuk terus membiayai gaji mereka?
Semoga MK mengabulkan tuntutan agar MBG tidak menggunakan anggaran pendidikan.
S Agung Wibowo retweeted
Jawaban saya kepada beberapa media berkaitan dicopotnya kepala BGN karena korupsi, yang tidak semuanya dikutip:
📌Saat ini P2G sedang menjalani sidang JR UU APBN 2026 di MK pada frasa Program Makan Bergizi / MBG dalam UU APBN 2026 yang mengambil 20% anggaran pendidikan.
Mengadakan
pesta di atas penderitaan rakyat..
Dalam paragraf akhir tulisan opini saya di kompas berjudul "Reset Pendidikan (22/2/2026)" saya menyampaikan, selama anggaran pendidikan pada satu sisi membiayai "pesta kemewahan" sementara pada sisi lain, tidak bisa membiayai pembiayaan pendidikan yang paling dasar, selamanya program apapun akan gagal dilaksanakan.
Artinya program pemerintah seperti MBG akan terus mengalami persoalan dan kegagalan karena sendi-sendi paling mendasar dari pendidikan itu sendiri rusak, bangkrut dan dipaksa menopang pesta-pesta semacam ini.
Monster itu tak berhenti merusak.
Pemukim haram "Israel" merusak tanaman dan meneror petani Palestina di daerah Masafer Yatta, selatan Hebron (Al Khalil), Tepi Barat terjajah.
@QudsNen
@sahabatalaqsha
Korupsi yg paling abstrak, tapi ya tetap korupsi.
S Agung Wibowo retweeted
Aneh, sekarang orang-orang percaya chromebook itu baik dan berguna untuk pendidikan. Saat pengadaan itu disusun, kajian awal 2020 membuktikan bahwa 46% sekolah tidak punya akses internet. Survei pada kajian awal ini menunjukan hampir tidak ada sekolah yang menggunakan Chromebook.
Kemudian tiba-tiba, kajian ini dirubah dengan kajian baru. Chromebook yang awalnya tidak direkomendasikan, jadi di rekomendasikan. Pada kajian kedua inilah ada IBAM sebagai Tim SKM (Staf Khusus Menteri).
Dengan memegang dua dokumen ini saja, tentu mudah bagi kejaksaan untuk melihat peran sentral IBAM.
Jadi agak aneh kalau IBAM mengaku tidak merekomendasikan Chromebook. Gunanya IBAM dihadirkan menteri ditengah-tengah tim teknis,besar kemungkinan untuk membelokan kajian supaya dukung Chromebook.
Kalau IBAM tidak merekomendasikan Chromebook, untuk apa kajiannya di rubah? kan sejak awal tidak direkomendasikan? Meski mbantah, patut diduga, fungsinya IBAM adalah kebalikan dari kajian yang tidak merekomendasikan Chromebook. Pembelaan IBAM kontradiktif.
Sejak awal Chromebook tidak memiliki fungsi dalam pendidikan kita. Itulah alasan kenapa Nadiem membuat kebijakan ANBK/AN. Supaya Chromebook seolah-olah bermanfaat. Karena saat itu kita gak butuh AN. Untuk apa mengukur lingkungan belajar di sekolah tapi sekolahnya kan tutup (pandemik/PJJ)?
Laptop yang hanya efektif digunakan secara online, kini mendapatkan fungsinya karena semua sekolah menyelenggarakan AN yang mana menurut peraturan GTK "HARUS TERSAMBUNG INTERNET."
Belakangan untuk menutupi ini kementerian membuat panduan menggunakan Chromebook secara offline. Meski ini tidak merubah bahwa Chromebook adalah laptop yang kurang berguna dengan kebutuhan sekolah.
Saya tetap berpandangan bahwa Chromebook adalah korupsi besar. Bukan hanya Nadiem dan Ibam, dan PKK, tapi orang-orang dibalik ini semua harus diseret.
Menurut saya kejaksaan harus memanggil lebih banyak orang lagi. Apalagi orang atau yayasan yang mempekerjakan IBAM dan menggajinya. Tim SKM tapi digaji yayasan? juga Jurist Tan yang masih buron.
Saat ini maaf, semua orang bicara soal personal Nadiem dan IBAM yang katanya tulus dan sakit-sakitan. Bukan kasus korupsinya.
Bahwa saya tidak terima, kalau kami guru-guru dipaksa memaklumi kebijakan Chromebook dan ketersambungan internet yang jadi dalih korupsi Chromebook.
Saya tidak pernah lupa, bagaimana temen-temen guru di NTT melaksanakan AN. Alih-alih melaksanakan asesmen nasional, kita sedang didorong supaya menganggap korupsi pengadaan itu berguna.
Jangan lupa, baik Nadiem dan IBAM melaksanakan pengadaan Chromebook dan AN ketika pandemik lagi galak-galaknya (2020-2021).
Mereka tidak punya empati bahwa kebijakan ini akan menyengsarakan guru, karena harus berkumpul (datang ke sekolah) ketika pembatasan jarak (Covid-19) dan diberikan laptop yang tidak biasa mereka pakai.
*Foto Pelaksanaan ANBK di NTT.
S Agung Wibowo retweeted
Israel killed Rico Pramudia in South Lebanon.
He died of his injuries today.
He wasn’t a fighter — he was a UN PEACEKEEPER from Indonesia.
Israel killed him anyway.
And not a single whisper from Western media.
No international outrage. No justice. No accountability.
S Agung Wibowo retweeted
Salah satu kontribusi pendidikan dalam situasi seperti ini, kita perlu memiliki kurikulum masyarakat sipil. Di dalamnya ada yang disebut Keamanan Holistik, mencakup keamanan fisik, digital dan psikososial. Ini upaya mencegah kejadian seperti Doxing atau upaya pembunuhan seperti kasus sdr Andrie Yunus. Meski dengan berat hati, ini tanda masyarakat mengamankan dirinya secara mandiri tanpa negara.
S Agung Wibowo retweeted
PDI-Perjuangan menepis narasi yang menyebutkan bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak diambilkan dari anggaran pendidikan.
~RS
S Agung Wibowo retweeted
Laporan ini akan menjadi dokumen bersejarah, karena memecahkan rekor sebagai laporan penangkapan demonstran terbesar selama reformasi atau sejak 28 tahun lalu.
S Agung Wibowo retweeted
SENTIMEN PUBLIK TERHADAP MBG (UPDATE FEBRUARI 2026)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disorot.
Dari anggaran hingga isu lapangan, bagaimana suara publik di medsos & berita online 1-19 Feb 2026?
Mari bedah datanya! 🧵👇
By DE (@ismailfahmi)
Dampak program unggulan...
Digunakannya anggaran pendidikan untuk MBG telah memperlihatkan dampaknya. Guru-guru Honorer dilarang bekerja, Guru-guru PPPK PW yang berhasil diangkat hanya digaji ratusan ribu, dan Guru-guru PPPK di beberapa daerah kontraknya tidak dilanjut. Berbagai kasus ini berderet dari Musi Rawas, Dompu, Tuban, Blitar, Deli Serdang, dan wilayah lainnya.
Sebab Pemda sedang tercekik: Tahun 2026, transfer ke daerah hanya 253,4 Triliun. Padahal Anggaran pendidikan 2025 yang di transfer ke daerah 347,9 Triliun: Transfer ke daerah turun 100 Triliun.
Kemenkeu kini tidak mau membagikan diagram lingkaran anggaran pendidikan yang ditransfer ke daerah, karena disitulah kunci masalah kita saat ini.
Skema Tunjangan dianggap akan menjadi jawaban masalah tersebut. Dirjen GTK dua malam lalu baru saja menjanjikan akan menjamin kesejahteraan 237 ribu sisa guru honorer, namun videonya hilang di Metro TV.
Tunjangan guru madrasah dan Tunjangan dosen di bawah Kemenag tidak jelas nasibnya, sekjen Kemenag menyalahkan Yayasan Madrasah Swasta, sementara di Jawa Barat, bantuan untuk sekolah swasta dihilangkan dan diganti dengan program lain. Baik guru-guru dilingkungan negeri dan swasta akan dan sedang terkena dampaknya.
Kita tidak sedang baik-baik saja. Kita akan menghadapi pancaroba.





















