‘Tuk sejenak pandangan milik nona terpaku kepada untaian kalimat yang tercetak di atas kertas tersebut, sedangkan barang berkilau beserta sebuah tas teronggok di meja.
Ila ‘tak mengeluarkan sepatah kata pun.
Tatapan dingin itu bukan khas miliknya, tetapi ‘tak ada reaksi ...
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
... lain yang lebih pantas ‘tuk menggambarkan perasaan Ila kala itu. Kedua kuasanya meraih semua barang-barang yang ditujukan sebagai hadiah ulang tahun ‘tuk dirinya tersebut.
Kemudian, membuang itu ke tempat sampah.
“Menjijikkan,”
“Papa, you didn’t come to my ballet recital,”
“Yes, I know, dear. I have other things to do yesterday. I’m sorry, I can’t make it.”
“But, it’s my recital,” Ila kecil mencicit.
“Iya, tetapi ada hal penting yang harus Papa hadiri kemarin. ‘Kan ada Mama dan saudara kamu juga, ... ”
Namun, ketika kuasa besar milik sang Papa terjatuh lembut di atas kepala sang anak, tangisan Ila pun pecah. Pria tua itu seketika berjongkok ‘tuk merengkuh anaknya.
Tepuk pelan pada punggung kecil tersebut berhasil menenangkan Ila, menghantarkan hangat kepada raga, juga hatinya.
Denting yang berasal dari ponsel di atas nakas dihiraukan Ila, tiga hari merupakan waktu yang cukup lama ‘tuk mengabaikan sang ibunda.
Belasan pesan singkat dan panggilan ‘tak terjawab yang tertera di layar ponsel itu hanya satu kali dilirik oleh Ila tanpa sedikit pun niat …
… tengah malam?
Apakah pukul 11:59 sudah lewat?
Apakah beliau sungguh lupa?
“Ah,” sepertinya, Papa memang lupa.
Sepertinya, ada perihal lain yang jauh lebih penting. Memang ada orang lain yang lebih penting, nyatanya.
Perkara ulang tahun Ila memang ‘tak akan sebanding.












