
📚 Lending books @belandjarbatja 🇵🇸 #WeReadItPalestine 🧶 Custom Crochet IG/TT: @.optimomstitch • Post = personal opinion.
His Earth 🌍 ✨
Joined October 2009
- Tweets97.8K
- Following966
- Followers1.6K
- Likes83.3K
Zakia retweeted
🚨 They tell you to keep your money in the bank because it's safe.
In just 24 hours, Indonesia's banks, finance and insurance firms were hit by 210,000 cyber attacks.
Not in a month. Not in a year. ONE day.
That's almost HALF of the 439,000 attacks blocked across the whole country.
And more than government, tech, transport, telecoms and every other sector on the list COMBINED.
Nationwide, about 5 attacks every second. 24 hours. NONSTOP.
And it's not only Indonesia.
🇲🇾 Malaysia: pages of Bank Rakyat's website were defaced on Friday night. Portals at several Malaysian banks were disrupted. The national cyber agency raised the threat level from LOW to MODERATE.
🇫🇷 France: hackers got into Crédit Mutuel Arkéa through one of its service providers and stole about €100 million from the bank's own account.
Your savings are not sitting in a vault.
They are numbers on a server. And that server is under fire around the clock.
Your bank's app will never show you numbers like these. This account will, every time they jump. Follow me.
Zakia retweeted
KALIAN UDAH TAU BLM SIH?
Seluruh pegawai IT di semua bank di Indonesia saat ini lagi perang habis habisan melawan hacker buat nyelamatin saldo kalian.
Dalam waktu 24 jam cyber attack ke perbankan Indonesia sampe 200.000x bahkan lebihh dan masih berlanjut.
Yang mereka lawan sayangnya bukan manusia, tapi BOT & AI. Staff IT butuh tidur, musuhnya BOT & AI ga perlu.
Bank2 di beberapa negara banyak yg berhasil dibobol hacker, saldo triliunan melayang. Semoga Indonesia aman 😭
Zakia retweeted
Jujur aja, aku baca karya dia yang "Dompet Ayah Sepatu Ibu" tuh mengecewakan si, menurutku ending dari tokoh utama melenceng dari pengalaman yang dialami oleh tokoh utamanya sendiri. Sejak awal si tokoh utama tuh hidup miskin, dia harus lahir sebagai anak —
Zakia retweeted
mending kalian bikin festival pembaca. jangan panggil penulis sebagai pembicara. biarkan pembaca merayakan buku tanpa ada penulis. atau undang penulis sebagai penonton, menyaksikan bukunya dibedah.
Kalau covernya beda sama edisi kemarin aku nangis sih 😭 aku mau koleksi cover yang lama tapi karena menunda-nunda keburu hilang dipasaran karena dicancel ormas 💔
You know how much she loved by so many people.... Komunitas2 di jkt bahkan ampe toko buku pun ngucapin belasungkawa. She's really the brightest people in the room. Pas di Bappeda, legacy dia banyak bgt dan beliau selalu kasih credit ke pegawenya ketika speech or misal di acara2
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Jakarta kehilangan seorang perempuan hebat. Kabar duka ini diterima saat kami sedang berada di Beijing.
Di masa awal bertugas di Jakarta, saya datang ke eksebisi di UI yg diikuti Pemprov DKI dan melihat gerai Pemprov dirancang begitu kreatif serta dijaga oleh para CPNS yg terlatih dan bersemangat. Jauh dari kesan kolot pemerintahan. Saya tanya, siapa yg merancang ini?
Itulah pertama kali berkenalan dgn bu Atika Nur Rahmania. Bu Tika kami memanggilnya. Saat itu ia pejabat level menengah, jabatan yg di bawah kemampuan sebenarnya. Sejak itu, kami mempercayakan amanah sbg Kepala Dinas Kominfotik, yg juga membina Jakarta Smart City.
Dalam masa tugasnya, JAKI lahir sbg super app, melampaui aplikasi pengaduan. Di saat COVID, ialah yg membangun portal informasi yg dijadikan referensi tiap harinya oleh masyarakat, dan jadi tempat warga Jabodetabek mendaftarkan diri utk mendapatkan vaksin dgn mudah. Ia ikut berjasa menyelamatkan banyak warga Jakarta.
Berbagai layanan digital Pemprov ia integrasikan ke dlm satu app. JAKI berkali2 mendapat global awards krn kepemimpinannya. Seluruh komunikasi Pemprov berjalan efektif atas usahanya.
Bu Tika bukan cuma produktif dlm karya, tapi jg hangat dlm hubungan kerja. Ia adalah “ibunya” anak2 muda di Pemprov DKI. Begitu murah hati pd semua, baik membantu urusan kerja maupun personal. Ia sering berkeliling bagi2 makanan pd sesama pegawai di balaikota, hanya krn ia suka berbagi dan tak mau melihat ada yg belum makan. Kerjanya membuat ia dihormati dan dikagumi, kehangatannya membuat ia disenangi dan dicintai.
Kemarin ia berpulang mendadak di tengah tugas, saat memberikan arahan sbg Kepala Bappeda Pemprov DKI pd para CPNS muda. Ia berpulang saat menjalani hal yg amat ia cintai, yaitu menjadi “ibunya” anak2 muda di Pemprov DKI. Satu berita duka yg bagi banyak orang begitu mengoyak hati.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya dan menempatkannya di sisi-Nya. Semoga keluarganya diberi ketabahan menjalani cobaan ini. Semoga jejak kerjanya terus memberi manfaat bagi warga Jakarta dan menjadi aliran amal jariyah yg tak henti2nya. Aamiin yra.
Zakia retweeted
Koreksi: Negara ini tidak pernah mencintai Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, NTT, NTB👏 mereka cuman cinta kekayaan alam di sana buat dikeruk habis habisan.
Zakia retweeted
pad! Film Eksil bakal tayang di XXI Jatos tanggal 15 nanti. Kalo kalian tertarik banget soal sejarah pelajar Indonesia yang diasingkan dari negerinya sendiri, jangan lupaa scan QR di bawah GAISSSS
Zakia retweeted
Harga buku sekarang di bawah 100 ribu sudah (terpaksa) dianggap murah. Sementara gaji begini2 saja. Bangke!
Zakia retweeted
Siap masuk SD itu bukan cuma soal umur udah cukup. Coba cek: bisa ke toilet sendiri, makan sendiri, mau pisah dari orang tua, bisa ngikutin instruksi sederhana, dan betah duduk dengerin sebentar. Kemandirian kayak gini sering lebih nentuin daripada udah lancar baca atau belum.
Zakia retweeted
denger kata ustadz "kalo Allah ga menakdirkan kamu atas sesuatu, gaakan Dia menggerakkan kamu utk doa minta sesuatu tsb.
jadi kalo Allah gerakkan kamu utk doa, artinya apa yg kamu minta itu emang akan dikasih."
Allah Maha Baik 🥺
Penulis ini punya terlalu banyak waktu luang sampai dia intip profilku setelah aku ikutan nimbrung ngomongin dia yang suka nggak terima review kalau pembaca nggak cocok sama buku dia 😶
Lol jadi inget kalimat dari novel fantasi yang aku baca waktu SMP, yang ternyata masih (semakin?) relevan,
“Do you know the greatest gift a parent can give to a child?”
“Independence. To allow them to go out into the world and make their own decisions, travel their own paths”.



































