( @etoeiles )
𝗪𝗔𝗥𝗡𝗜𝗡𝗚!
@8noubliable
Due to inactivity, please confirm you still want me within 48 hours by showing some affection.
( Api? Api asmara yang dahulu pernah membara. )
Replying to @etoeiles
Tidak ada asap kalau tidak ada api. Api kecil belum sepenuhnya menyala sebab nyalanya masih sebatas pemantik kecil.
Saat ini memang belum tercium asapnya, tapi cobalah pasang telinga baik-baik—mulai terdengar decakan saling mendamba.
Replying to @canorcus
Punggung tangan Sabine yang didaratkan pada bibir lembut Northlane bentangkan senyum pada wajah empunya.
Dibukanya 𝘴𝘶𝘯 𝘷𝘪𝘴𝘰𝘳 bermaksud 'tuk melihat refleksi wajahnya di depan cermin kecil, ingin pastikan seberentakan apa rupa nona saat ini. Sudut-sudut bibir Sabine
miliki warna 𝘱𝘪𝘯𝘬 samar atas perbuatan Northlane. Tanpa ragu, kuasa kiri menyeka pewarna yang seharusnya tidak berada pada tempat.
Persetan dengan mobil-mobil yang membuat bibir keduanya tak lagi saling bertaut. Sabine menggerutu dalam hati, masih tidak rela bila cumbuan
keduanya harus berakhir. Jemala kembali menoleh, "North, nanggung. Can we do it again?" Cakap Sabine tanpa ada nada ragu sedikitpun.
"That kiss wasn't enough." Sabine memperjelas. Manik menangkap bangunan hotel yang baru saja mereka lewati. "I changed my mind."
... jejak ciuman mereka.
Atas permintaan sang gadis, Northlane menautkan jemari mereka. Ia membawa genggaman itu ke bibirnya, mendaratkan satu ciuman lembut pada kulit punggung tangan Sabine yang halus.
"Lipstikmu jadi berantakan Sab," gumam Northlane seraya melirik bibir @etoeiles yang kini belepotan noda pewarna.










