ternyata rasanya emang hilang muncul. masih suka collapse, tapi ga papa, it will pass it will pass❤️🩹
AGAK LAEN: Menyala Pantiku! bener2 sepecah itu sih, gapaham lagi. bela2in nonton di jam terakhir after lembur dari kantor supaya ga kena spoiler setitikpun. KEREN BGT! mau nonton lagiiiii!!!🥳🤩❤️🔥 @MuhadklyAcho @txtagaklaen
READY BGT BUAT WAR & NONTON LAGI KALO ENCOREEEE
[BP] Jakarta kemarin jadi salah satu crowd yg paling rameeeee. sampe banyak blinks negara lain yg iri sama kita, ya kali indo ga masuk list negara buat next encore. please kasih indo encore @blackpink 😭😭😭
guys aku ada slot 2tix untuk day 1 yaa! #BLACKPINK_WORLDTOUR2025 #WTB
DIH
Maaf, Pak @prabowo, pemerintah agaknya perlu lebih tegas nih karena kegaduhannya terlalu berlarut. Resah dan gerah lihat mahasiswa gampang dihasut. Meski mereka sedikit tapi kan berita banyak. Mau baca berita lain jadi ketutup. Warga mau mudik dan liburan. Jangan nanti ketemu pendemo malah berbenturan. Ayo dong, Pak.
Apa nih langkah-langkahnya? Apa kek gitu. Panggil dekan dan rektor kemarin kurang cukup. Langkahnya mungkin harus sampe ke tingkat keseriusan merespons para provokator dan penyusup. Dengan tegas.
Kami 02 voters kebanyakan silent majority. Kami tenang, sebagai pemenang. Jangan nanti makin tambah dari kami yang bereaksi, pemerintah juga yang repot nanti. Makanya pemerintah jangan juga diam-diam. Bukan anak-anak lagi mereka itu. Sudah boleh coblos kertas suara. Harus bisa dikasih tahu. Komunikasi pemerintah harus jagonya. Sama tegas aja, Pak. Yang tegas-tegas gitu. Pemimpin yang prorakyat pasti rakyat bela. Tegas, ya, Pak.
✊🏻
apaansi astaga
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi memberi klarifikasi terkait pernyataannya yang bilang teror kepala babi ke kantor Tempo “dimasak aja.”
“Teror-teror zaman baheula (zaman dahulu) seperti ini sudah enggak laku lagi di generasi sekarang. Makanya saya bilang, kalau ada teror-teror seperti ini ya dimasak aja,” kata Hasan Nasbi pada Sabtu (22/3/2025).
Hasan juga membantah bahwa komentarnya mengecilkan teror terhadap jurnalis Tempo Francisca Christy Rosana alias Cica. Ia menegaskan, kebebasan pers tetap terjaga di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya bukan mengecilkan kebebasan pers, tapi justru kita harus mengecilkan si peneror. Kita harus hancurkan mentalnya si peneror. Kalau dimasak itu. Gagal tuh,” ujar Hasan.














