Pinned Tweet
Replying to @tanyarlfes
Mungkin ini nasihat jahat, tapi works buat gua pribadi
" Semiskin miskinnya kita jangan biarin orang lain tau susahnya kita kaya apa, jangan bergantung sama manusia apa lagi yg namanya sodara & gausah peduliin pencapaian mereka gimana, peduliin aja keadaan kita sendiri "
Prince retweeted
Replying to @ronaldy596
Setahuku dr th 98 pun gak ada demo mahasiswa yg mrusak kecuali ada yg memprovokasi. Soalnya saat 98 aku liat dijalan tiba2 turun segerombolan orang dr truk lalu teriak2 hingga rakyat tiba2 ikut menjarah begitu juga demo2 setelah itu perusak halte busway dll juga OTK dgn DC.
Prince retweeted
Catat ya "
Tidak ada SATUPUN Fasilitas Publik yg rusak saat terjadi Demo kemaren Dijakarta.
Untuk itu Gubernur Jakarta Memberi Apresiasi kepada Massa aksi yg berdemo kemaren.
Prince retweeted
Replying to @arsipedia
Bener si emak²....angkut aja mimbarnya gak usah dikasih open mic biar gak ngelantur pidatonya.
Prince retweeted
Replying to @kamarlintang
Di indonesia bisa kok di laporin ke disnaker tapi ya yang kena juga pegawai yang ngelapor
Prince retweeted
Jang Hansol (Korea Remot) SPEAK UP soal bedanya UMR Korea vs Indonesia 👀
Hansol bilang kalau di Korea, perusahaan yg ngasih gaji di bawah UMR bisa dilaporin ke pemerintah &
pemilik akan didenda.
Orang2 Korea jarang ada yg kesusahan gak bisa makan. Kasus bunuh diri di sana tuh karna depresi impian / cita2nya gak tercapai,
Sedangkan di Indo, masih banyak yg kerja dgn gaji di bawah UMR & hidupnya susah kelaparan 🥺
YouTuber Jang Hansol (Korea Reomit) ngasih penjelasan alasan drama "Perfect Crown" dikritik pedas netizen Korea,
Hansol bilang kalau yg dipermasalahkan Knetz itu detail ceritanya yg seolah bikin Korea berada di bawah Tiongkok,
Hansol bilang, "Dan dari sini bagian-bagian yang ada di drama itu mulai dipermasalahkan dan terlihat kok kayaknya drama ini menyalahkan ataupun mendistorsi sejarah."
Hansol juga bilang, "Pemeran utamanya enggak mau pakai hanbok dan juga yang pakai hanbok itu semua antagonis. Seolah-olah orang Korea ini orang-orang jahat."
Prince retweeted
gratis jeruk dari warga untuk warga. kajooo beneran otw buat larisin UMKM yang cancel acara RANS Carnival🥹
Prince retweeted
Petisi ngubah nama "pejabat"
jadi "pembantu rakyat" atau "karyawan rakyat"
biar gausah pake ni nu ni nu pas di jalan, benerin dulu macetnya tar gaperlu pake.
Prince retweeted
🤡 : ini dek, buat uang rokok
😎 : rokok apaan?
rokoknya aja marlboro ice burst yang sebungkusnya hampir 60rb, eh kena tuduh dibayar 35rb puntenn🤣🤣🙏🏼
Prince retweeted
Replying to @TianaPottag
"nek ditangkep"
"tak bebasin"
dan buzzer-buzzer tolol itu bisa-bisanya nuduh mahasiswa bayaran cepek😭🙏🏻
Replying to @TianaPottag @rizrizkyamalia
latar belakang pendidikan internasional dan berpihak pada kaum tertindas, sementara di belahan lain yang makan daging aja jarang tapi jilat rezim, gak masuk diakal ku.
Prince retweeted
Saya mau cerita sedikit tentang anak saya, mahasiswa TRISAKTI yang kemarin ikut demonstrasi. ❤️
Lagi ramai tuduhan mahasiswa yang turun ke jalan itu bayaran 100 ribu. Nah, saya jadi ingin ikut cerita. 😅
Anak saya 19 tahun. Latar belakang pendidikannya dari sekolah internasional, dan sekarang menjadi mahasiswa Universitas Trisakti.
Alhamdulillah, selama ini kami mampu memberikan pendidikan yang baik, kehidupan yang nyaman, dan memenuhi segala kebutuhannya.
Ketika dia bilang ingin ikut demonstrasi, saya tidak melarang. Justru saya SUPPORT PENUH!
Lucunya, bukannya pulang membawa uang, dia malah chat minta emaknya isi e-wallet karena takut ATM-nya dibekukan. YA SAYA TRANSFER DONG! 🤣
Tidak lama kemudian dia mengirim pesan:
“Doain Ma, aku takut asline.” 🥹
Bahkan sempat bertanya, “Nek ditangkep?”
Saya jawab, “Tak bebasin!” 🤣
Sebagai ibu, tentu saya khawatir. Tapi di balik rasa khawatir itu, saya justru merasa bangga.
Bangga karena anak saya tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar peduli terhadap apa yang terjadi di negaranya.
Saya bisa memberikan pendidikan terbaik yang saya mampu, kehidupan yang nyaman, dan segala fasilitas yang dibutuhkannya. Tetapi saya tidak ingin semua kenyamanan itu membuatnya tumbuh menjadi manusia yang tidak peduli terhadap keadaan orang lain.
Jadi ketika ada yang begitu mudah menuduh mahasiswa yang turun ke jalan sebagai mahasiswa bayaran, saya cuma bisa tersenyum.
KALAU SOAL SIAPA YANG BAYAR ANAK SAYA, JAWABANNYA SAYA, EMAKNYA SENDIRI! 😭🤣
Saya yang membiayai pendidikannya. Saya yang memberikan uang sakunya. Saya yang mengisi e-wallet-nya. Dan saya pula yang deg-degan menunggu dia pulang.
Tapi satu hal yang tidak pernah saya beli adalah HATI NURANINYA.
Anak saya tidak perlu turun ke jalan demi uang 100 ribu. Dia ikut karena punya kepedulian dan ingin menyuarakan aspirasi yang diyakininya.
Tidak semua anak yang hidup berkecukupan tumbuh menjadi pribadi yang apatis. Dan tidak semua mahasiswa yang turun ke jalan pantas dituduh bayaran.
Bagi saya, keberhasilan mendidik anak bukan hanya ketika kita mampu memberikan kehidupan yang nyaman, tetapi ketika di tengah segala kenyamanan itu, anak tetap memiliki empati terhadap kehidupan orang lain.
Dari seorang ibu yang bangga, sekaligus deg-degan menunggu anaknya pulang dengan selamat. ❤️
UANG SAKUNYA DARI EMAKNYA, TAPI IDEALISME DAN HATI NURANINYA MILIK DIA SENDIRI! 🇮🇩❤️
#trisakti










































