Pinned Tweet
Lamunan-lamunan majusi, piedra de sol, dan bahasa Anglican yang bergelandangan. Aku lepas dari akar. Selamanya.
-Januari 2023
atomic dust retweeted
Jangan kira, kami yang berdiri di tribun hanya peduli pada skor akhir. Ada kehidupan di luar lapangan yang juga menjadi bagian dari apa yang kami suarakan. Menangkan kami ya Tuhan baik tentang pertandingan maupaun saat kami melawan kemungkaran🏴
atomic dust retweeted
Kenapa masyarakat sering turun demo? Sebab dprnya mandul. Ga ada oposisi yg jadi corong rakyat.
atomic dust retweeted
X dipenuhi suara kaum muda. Ini bagus. Dah gak usah dengerin suara orang2 tua apalagi orang partai dan pejabat. Saya tergolong generasi dinosaurus, cukup kerjanya meretweet aja ya, ngikutin kalian krn kalian inilah pemilik sejarah & penentu zaman now.
atomic dust retweeted
Keterlibatan suporter sepak bola dalam demonstrasi menunjukkan peran mereka di ruang publik yang semakin luas. Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Fajar Junaedi, menilai suporter mulai memosisikan diri sebagai bagian dari kekuatan sipil yang memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi.
Fajar menjelaskan bahwa keterlibatan suporter dalam persoalan publik bukan fenomena baru. Di Indonesia, termasuk Yogyakarta, komunitas suporter telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di luar pertandingan, seperti aksi duka kolektif setelah tragedi Kanjuruhan dan penggalangan bantuan kemanusiaan.
Dalam konteks global, ia menyebut budaya ultras juga dapat menjadi saluran ekspresi politik dan solidaritas sosial. Ia mencontohkan peran kelompok suporter di Mesir serta sejumlah komunitas suporter di Eropa yang memiliki orientasi politik kiri atau progresif.
“Suporter mulai melihat diri mereka sebagai warga yang punya hak dan kapasitas untuk bersuara di ruang publik, bukan hanya massa yang mudah digerakkan untuk pertandingan,” ujar Fajar.
Ia menilai bentuk solidaritas semacam itu memiliki preseden. Namun, konsolidasi lintas klub untuk menyuarakan persoalan bersama tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari dinamika masyarakat sipil.
Fajar menilai keterlibatan suporter dalam isu publik berakar pada identitas kolektif dan solidaritas yang telah terbentuk di tribun. Pengalaman menghadapi persoalan sosial sehari-hari turut mendorong mereka menyampaikan aspirasi.
“Solidaritas yang sudah terbangun di tribun, ditambah pengalaman ketimpangan sehari-hari dan kesadaran bahwa massa besar bisa menekan, membuat suporter tertarik ikut bersuara. Generasi yang lebih muda juga semakin melihat bahwa sepak bola tidak berhenti di 90 menit,” imbuhnya.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi dan membangun kebersamaan dapat menjadi modal bagi suporter untuk terlibat dalam persoalan yang lebih luas. Kepedulian tersebut mencakup isu kemanusiaan, keadilan sosial, dan kebijakan publik yang berkaitan dengan kehidupan mereka sebagai warga.
Lebih lengkap di gerbangpatriot.com/2026/10/2…
Siang ini mumpung libur bawa si Kebo ke zero autocare buat dicuci. Sampai front office mbak2 kasirnya nanya, "Pak mobilnya Land Cruiser ya?" 😂 Dalam hati saya aminin aja. Semoga cukup punya duit pelihara LC tua 😂 ya gmn ya kasirnya lebih muda dari Opel Blazer
atomic dust retweeted
Every voice comes with hope, every expectation comes from a love for this club. We hear you. We understand. And we know there is work to be done. 🍏🫐🍓
#PSIMJogja
#HonorTheLegacy
Mau sampai kapan warga harus disuruh nrimo ing pandum dengan himpitan harga yang makin tinggi, tanah yang tak terbeli, dan upah minimum yang tak berarti? Memang sudah waktunya generasi muda lebih kritis dan lebih peduli terkait keputusan2 pemerintah.
atomic dust retweeted
Lucu & sangar sing gawe iki tak akoni #rispek 🫡
atomic dust retweeted
"saya kira massa demonstran bukan dari warga jogja"
ehhh mas dirimu lho golek rejeki iseh ngandelke wisatawan luar jogja. trs yo nk udu warga jogja opo arep tok kampleng sisan? wis kulino sek wingi" brrti?
atomic dust retweeted
yes, the jakarta method is real. yes, it's confirmed by a former CIA senior officer. yes, you Indonesians have been fed propaganda since birth (and have been falling for it)
Former CIA officer John Kiriakou, on Indonesia 1965 :
> "they literally crafted this narrative that was absolutely untrue, that a Communist Party was going to rise up and kill everyone"
> "military ended up clashing with the Communist Party in Indonesia and one million people died"
> "Several documents of the CIA actually say that it was a model of an operation"
The CIA's own 1968 research study called the killings "one of the worst mass murders of the 20th century". The agency knew exactly what it was looking at.
Then Washington backed Suharto for 32 years.
I keep coming back to this one because it's the case that shaped everything after it, from Chile to the colour revolutions of today.
If the people who ran it called it a success, what exactly were they measuring ?
atomic dust retweeted
BREAKING !!
3560 ORANG MENINGGAL karena kebakaran hutan Indonesia 🥀🥀🥀
DAN YANG BIKIN SYOK MEDIA LUAR ALJAZEERA YANG LEBIH DULU MEMBERITAKAN 💔
🚨Suporter bola se Jogja Raya bersatu mencari para preman peliharaan yg merusuh saat demo mahasiswa di Jogja kemarin.
Preman preman bangsat yg tertangkap kamera melempar batu sampai membawa pedang rumahnya didatangi temen temen BCS, Brajamusti dan Paser Bumi 🔥🔥🔥
Kabarnya sudah ada 1 tertangkap sedangkan preman yg lain nggak berani pulang ke rumah 🤭
Suporter bola se Jogja bersatu aja bisa memberantas premanisme, bayangin kalo suporter se Indonesia bersatu 🙏🏻
Kondisi salah satu UMKM,Donutsbun, yang memutuskan untuk mundur di acara Rans Karnival di Maguwo terpantau mengular antriannya.
Gokill memang warga Jogja iniiiii
Sudah 22 tahun Bu Supartiah menjalani kesehariannya sebagai pedagang. Selama itu pula, ia menjadi bagian dari banyak cerita dalam perjalanan PSS dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.
Kini, melalui 𝗢𝗳𝗳𝗶𝗰𝗶𝗮𝗹 𝗠𝗮𝘁𝗰𝗵𝗱𝗮𝘆 𝗣𝗮𝗿𝘁𝗻𝗲𝗿, Bu Supartiah kembali hadir dalam setiap laga kandang Super Elang Jawa. Menjajakan berbagai kebutuhan PSS Fans sekaligus menjadi bagian dari aktivitas yang menghidupkan suasana pertandingan.
Bagi Bu Supartiah, kembali ke Stadion Maguwoharjo bukan sekadar tentang berjualan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan PSS yang telah lama ia kenal.
#PSS #COSE #VivaLaPSS










































