doviii (@dedeovero) header
doviii (@dedeovero) profile picture
.
Joined January 2020
Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)
saya aslinya 4 orang 🤲
16
3
184
3,467
sp-phone di telfon kantor tu doesn't mean lu bisa teriak teriak di telfon kantor anjing. lawan bicara lu tuh pake telfon dengan proper. dongo emg orang dari desa ini
1
148
Anyone but that pig 😞💔
The founder of Ayam Goreng Suharti has passed away at 86.
39
6,291
41
38,910
576,830
doviii retweeted
7
984
171
5,926
110,481
tarik napas jg dipajakin di sini mah.
BREAKING !!! Hashim Menyampaikan Transfer Bank Akan Dikenakan PAJAK Digital.
1
141
doviii retweeted
dah dibenerin 🙏🏻
“Ketika Anda angkat Salib maka lawan politikmu termasuk Saya Natalius Pigai seolah2 musuh Allah. Anda orang benar dan pemerintah orang berdosa. Ketika anda angkat Salib ( anda anggap diri sudah sekutu Allah). Sementara pemerintah termasuk belasan Menteri dan Wakil Menteri di Kabinet ini (termasuk Natalius Pigai) yang beragama Kristiani dianggap pendosa dan seolah2 kami ini bersekutu dengan setan. FATAL!.”. Saat salib dibawa masuk ke panggung politik, saat itu juga salib berhenti sebagai simbol keselamatan dan berubah menjadi simbol kekuasaan serta unjuk kekuatan. Begitu salib berubah menjadi simbol kekuasaan, orang akan langsung teringat pada luka lama sejarah: Perang Salib. Mengapa hal itu sangat berbahaya? Salib telah kehilangan maknanya. Di hadapan salib, kita sesungguhnya harus menyampaikan credo: “Aku anak yang berdosa, ampunilah aku.” Namun, di panggung politik, salib bisa dipelintir menjadi: “Kami benar. Anda, pemerintah, salah. Kami yang berkuasa.” Hal ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai salib yang mengajarkan kerendahan hati, pengampunan, kasih sayang, belas kasih, dan cinta kasih. Salib juga bisa membuat lawan politik seolah-olah menjadi musuh Allah. Inilah yang paling fatal. Dalam politik, lawan kita adalah sesama warga negara yang memiliki perbedaan pendapat dan pilihan politik. Itu merupakan hal yang wajar. Hari ini seseorang menjadi lawan, tetapi esok hari bisa menjadi kawan dalam koalisi. Selengkapnya: posnews.co.id/salib-merah-po…
9
892
5
4,956
36,906
238
999
217
5,924
66,955
doviii retweeted
it’s nut in oomf november
98
3,878
892
20,579
427,943
5
7,834
239
23,385
318,005
Apasi NNN. Coli mah coli aj
63
605
74
4,021
114,034
HAHAHAHAHAH AJGGGGGG
pak ogah kalo dipakein wig mirip kiki saputri.
134
pak ogah kalo dipakein wig mirip kiki saputri.
177
1,943
260
13,791
110,732
doviii retweeted
23
1,122
29
14,659
232,544
B dengan B:
Nape T dgn T boleh, tp B dgn B tak boleh?
13
170
11
1,109
36,508
doviii retweeted
46
8,851
394
22,359
246,563
dah dibenerin 🙏🏻
“Ketika Anda angkat Salib maka lawan politikmu termasuk Saya Natalius Pigai seolah2 musuh Allah. Anda orang benar dan pemerintah orang berdosa. Ketika anda angkat Salib ( anda anggap diri sudah sekutu Allah). Sementara pemerintah termasuk belasan Menteri dan Wakil Menteri di Kabinet ini (termasuk Natalius Pigai) yang beragama Kristiani dianggap pendosa dan seolah2 kami ini bersekutu dengan setan. FATAL!.”. Saat salib dibawa masuk ke panggung politik, saat itu juga salib berhenti sebagai simbol keselamatan dan berubah menjadi simbol kekuasaan serta unjuk kekuatan. Begitu salib berubah menjadi simbol kekuasaan, orang akan langsung teringat pada luka lama sejarah: Perang Salib. Mengapa hal itu sangat berbahaya? Salib telah kehilangan maknanya. Di hadapan salib, kita sesungguhnya harus menyampaikan credo: “Aku anak yang berdosa, ampunilah aku.” Namun, di panggung politik, salib bisa dipelintir menjadi: “Kami benar. Anda, pemerintah, salah. Kami yang berkuasa.” Hal ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai salib yang mengajarkan kerendahan hati, pengampunan, kasih sayang, belas kasih, dan cinta kasih. Salib juga bisa membuat lawan politik seolah-olah menjadi musuh Allah. Inilah yang paling fatal. Dalam politik, lawan kita adalah sesama warga negara yang memiliki perbedaan pendapat dan pilihan politik. Itu merupakan hal yang wajar. Hari ini seseorang menjadi lawan, tetapi esok hari bisa menjadi kawan dalam koalisi. Selengkapnya: posnews.co.id/salib-merah-po…
9
892
5
4,956
36,906
rame amat bjir
1
902
doviii retweeted
november belum ciuman sama sekali
114
645
262
2,636
81,701
SI ADEKK LAGI MODE MARIO BROS😹😹
64
652
19
5,094
37,424
doviii retweeted
nnn : november ngocok nonstop
85
1,441
161
8,909
129,394