Gue ngerti poin “curate your news consumption” nya. Masalahnya ada di konteks kelas ekonominya.
Privilege yang dia punya bikin kebijakan pemerintah yang absurd nggak necessarily materially change her life dalam waktu dekat. 
Buat sebagian orang, bad news bisa jadi mental health trigger. Buat middle class yang paycheck to paycheck, sadly bad news is a financial forecast and warning label on our future.
Dan harusnya kalo lo punya previlege yang bikin lo lebih insulated dari political consequences.
didi retweeted
guys get a life plis, berinteraksi dengan manusia lainnya, punya pemikiran sendiri….. biar gak copas cerita orang buat monetize
didi retweeted
Yang punya tweet keberatan lho halooooo?
gue baru sadar ternyata ada yang lebih gong dari acts of service. it’s being considered.
karena considerateness tuh menurut gue rare banget??? gak semua orang bisa consider orang lain, even when they’re genuinely nice. karena untuk consider seseorang, lo harus keluar dulu dari kepala lo sendiri.
lo harus notice:
“oh dia lagi meeting.”
“oh dia pasti capek.”
“oh dia gak pernah minta tolong.”
“oh kayaknya dia masih mau makan.”
“oh dia mungkin butuh ini.”
didi retweeted
Kok sama tweet nya sama konten orang kak
gue baru sadar ternyata ada yang lebih gong dari acts of service. it’s being considered.
karena considerateness tuh menurut gue rare banget??? gak semua orang bisa consider orang lain, even when they’re genuinely nice. karena untuk consider seseorang, lo harus keluar dulu dari kepala lo sendiri.
lo harus notice:
“oh dia lagi meeting.”
“oh dia pasti capek.”
“oh dia gak pernah minta tolong.”
“oh kayaknya dia masih mau makan.”
“oh dia mungkin butuh ini.”
eh siapapun yang kenal sama ni akun di real life kasih tau, delete tweet yang dia copas atau akun nya gue bikin di suspend
gue baru sadar ternyata ada yang lebih gong dari acts of service. it’s being considered.
karena considerateness tuh menurut gue rare banget??? gak semua orang bisa consider orang lain, even when they’re genuinely nice. karena untuk consider seseorang, lo harus keluar dulu dari kepala lo sendiri.
lo harus notice:
“oh dia lagi meeting.”
“oh dia pasti capek.”
“oh dia gak pernah minta tolong.”
“oh kayaknya dia masih mau makan.”
“oh dia mungkin butuh ini.”
masih belum di delete dan minta maaf nih gue liat liatttt, mending delete dan minta maaf atau gue sewa jasa report account supaya account monetize lu ini ke blokir???
gue baru sadar ternyata ada yang lebih gong dari acts of service. it’s being considered.
karena considerateness tuh menurut gue rare banget??? gak semua orang bisa consider orang lain, even when they’re genuinely nice. karena untuk consider seseorang, lo harus keluar dulu dari kepala lo sendiri.
lo harus notice:
“oh dia lagi meeting.”
“oh dia pasti capek.”
“oh dia gak pernah minta tolong.”
“oh kayaknya dia masih mau makan.”
“oh dia mungkin butuh ini.”
mba, gue tau lo mungkin monetize Twitter dan mungkin ada KPI buat ngejar likes/views. I get it, semua orang juga cari cuan. tapi please jangan sampai caranya dengan nyolong konten orang donggg, kagak pae credit lagi
tweet ini literally plek ketiplek sama punya gue wkwkwk
gue baru sadar ternyata ada yang lebih gong dari acts of service. it’s being considered.
karena considerateness tuh menurut gue rare banget??? gak semua orang bisa consider orang lain, even when they’re genuinely nice. karena untuk consider seseorang, lo harus keluar dulu dari kepala lo sendiri.
lo harus notice:
“oh dia lagi meeting.”
“oh dia pasti capek.”
“oh dia gak pernah minta tolong.”
“oh kayaknya dia masih mau makan.”
“oh dia mungkin butuh ini.”
𝑳𝒆𝒕𝒕𝒆𝒓 𝒐𝒇 𝑪𝒓𝒆𝒅𝒆𝒏𝒄𝒆
There exists a letter none of us have ever written, yet all of us carry. It bears no name until someone quietly becomes worthy of it
coba tebak siapakah laki-laki bernama Arrayan itu????















