Griko Nibras (@display___flex) header
Griko Nibras (@display___flex) profile picture

sr swe at https://teapaw.org/t.co/lnkl5zj7Up • husband to @b_imania and father of one • https://teapaw.org/t.co/E9eAz9EsZU • [email protected]

🇮🇩
Joined January 2024
Photo by Griko Nibras (@display___flex)Photo by Griko Nibras (@display___flex)Photo by Griko Nibras (@display___flex)Photo by Griko Nibras (@display___flex)Photo by Griko Nibras (@display___flex)Photo by Griko Nibras (@display___flex)Photo by Griko Nibras (@display___flex)Photo by Griko Nibras (@display___flex)Photo by Griko Nibras (@display___flex)Photo by Griko Nibras (@display___flex)
Griko Nibras retweeted
Introducing agent-desktop agent-browser, for your whole computer → Computer Use for any coding agent → macOS, Windows and Linux → Runs in bg while you keep working → Agents use your computer in parallel, each with its own cursor
330
402
187
5,485
319,821
aight chatgpt sub is expired pitch me either claude or muse maxxing
5
258
Griko Nibras retweeted
Introducing Geist Serif
233
184
173
3,537
182,133
El emotivo tráiler de DRAWQUARIUM: Un juego indie de arte donde dibujas y crías a los peces que nacieron de tu imaginación.
623
26,298
3,714
161,672
6,056,612
Griko Nibras retweeted
So I recently badgered my cinematographer @steveyedlin into making my ideal iPhone still camera app. It shoots RAW, bypasses the iPhone's look processing and instead uses the same image processing we use on our movies. apps.apple.com/app/apple-sto…
738
2,522
1,984
52,532
11,426,402
Griko Nibras retweeted
Ghostty 1.4 is now out! Full Kitty graphics with animation (the first terminal besides Kitty to do it), scrollback compression for much lower memory usage, macOS 27 support, a new OpenGL renderer on Linux, ghostty +ssh, big performance gains, and hundreds more changes. The highlights: - Scrollback compression: scrollback compresses ~90+% on average, meaning your terminals use that much less live memory - Huge memory savings across the board: no single large thing, just lots of good improvements lowers memory usage everywhere, netting anywhere from 50 to 90% less memory usage depending on workload - Kitty graphics is now 100% complete, including animation and relative placements, after a full conformance pass against the spec and Kitty itself - The Kitty clipboard protocol, with an image preview when a program asks to read your clipboard - Split drag and drop on Linux, including between windows - ghostty +ssh installs terminfo on remote hosts automatically, so things just work over SSH - Lots of terminal emulation accuracy fixes This release is 7 months of work from 172 contributors over 2,889 commits. It also fixes 10 security advisories, so please update. Full release notes: ghostty.org/docs/install/rel…
134
342
68
4,951
173,666
Griko Nibras retweeted
Setahun lebih kami dikriminalisasi. Ribuan halaman berkas, ratusan jam sidang, puluhan saksi kami eksaminasi. Lelah? Tentu. 15 bulan tanpa pemasukan, tabungan 15 tahun terkuras. Menyerah? Tentu tidak. Sepanjang sidang, kebenaran terungkap dibantu AI yang Ibam bangun sendiri. AI tersebut bantu tim pengacara kami untuk: 👉🏼 Menganalisis keseluruhan perkara sampai ke akar2nya 👉🏼 Menarik benang merah dari ratusan saksi yang diperiksa 👉🏼 Membandingkan belasan ribu kesaksian tertulis antar saksi 👉🏼 Mendengar dan memahami ratusan jam kesaksian lisan mereka di sidang Dari semua analisis yang dilakukan, AI tersebut mengungkap puluhan temuan, kejanggalan, dan kontradiksi dalam kesaksian dan bukti yang ada. Membongkar sebuah perkara sampai sedetail ini biasanya butuh tim paralegal belasan hingga puluhan orang. Jujur, kami tidak sanggup membayar tim sebesar itu. 💸 Namun, dengan dibantu seluruh hasil analisis AI di atas, tim pengacara kami bisa memaksimalkan pembelaan di sidang tanpa perlu bangun tim yang besar. Hasilnya: vonis yang jauh lebih ringan dibanding tuntutan, pengakuan bahwa Ibam tidak menerima keuntungan apa pun, dan dua dari lima hakim berpendapat Ibam seharusnya dibebaskan. Dalam banyak perkara, vonis seperti itu sudah dianggap keberhasilan. Tapi kami tetap mengajukan banding dan kasasi, karena kami percaya putusan yang adil adalah yang membebaskan Ibam. Setelah menjalani proses hukum setahun lebih, kami juga percaya AI yang dirancang dengan baik bisa menghadirkan keadilan yang lebih adil, serta membantu mereka yang menjadi korban kriminalisasi. Karena itu, beberapa bulan terakhir, selagi menjalani tahanan kota, Ibam menyibukkan diri dengan mengembangkan AI-nya lebih lanjut, hingga menjadi sebuah produk yang bisa menangani perkara lain. Produk ini kini sudah punya pengguna berbayar pertama, mendapat komitmen funding dari beberapa angel investor, dan dipimpin oleh seorang teman baik (@ainunnajib) yang berkenan menjadi founder dari startupnya. Ya, saat memulai ikhtiar ini, kami ngga pernah kebayang bahwa AI yang dibangun di tengah segala keterbatasan, tekanan, dan kebebasan yang dipertaruhkan, kini ternyata menjelma menjadi sebuah startup. Izinkan kami memperkenalkan: @PerkaraAI, AI yang dibangun untuk membantu tim pengacara memberikan pembelaan terbaik. Kami sadar, dalam situasi normal saja bangun startup sangat sulit, apalagi di tengah ketidakpastian hasil dari perkara yang sedang kami jalani. Tapi kami ngga punya pilihan lain. Setahun lebih tanpa penghasilan sudah sangat berat, dan sekarang kami sekeluarga juga terancam dimiskinkan karena dikenakan uang pengganti Rp5 miliar. Padahal, putusan hakim sendiri mengakui Ibam ngga menerima keuntungan apa pun. Seluruh harta kamipun, kalau dijual, ngga akan cukup untuk bayar. Menyerah? Sekali lagi, tentu tidak. Apalagi sekarang kami punya misi baru: sebisa mungkin membantu korban kriminalisasi mendapatkan keadilan terbaik melalui AI yang Ibam bangun. Ini cara kami melawan keadaan dan bangkit dari keterpurukan, sekaligus bantu Indonesia jadi lebih baik. ✊🏼 Sejalan dengan misi membantu korban kriminalisasi, kami juga berharap ada LBH yang berkenan memakai AI kami untuk kasus pro bono mereka. Untuk kasus2 tersebut, kami berkomitmen menggratiskan @PerkaraAI. Saat ini jumlah kasus pro bono yang bisa kami bantu masih terbatas, karena startupnya sendiri masih dalam tahap pre-seed fundraising. Tapi seiring bertambahnya pendanaan serta klien berbayar, kami berharap bisa membantu lebih banyak kasus pro bono. Dalam jangka menengah, kami juga berencana merilis sebagian fitur @PerkaraAI sebagai Community Edition yang open source. Versi ini bisa digunakan penyidik untuk memastikan konstruksi perkara sudah mencerminkan kebenaran sejak tahap penyidikan, sehingga tidak berujung pada kriminalisasi. Selain itu, majelis hakim juga bisa menggunakan versi tersebut untuk mempelajari perkara yang mereka tangani secara lebih mendalam dan menyeluruh, di tengah beban kerja yang tinggi. Untuk sekarang, tim pengacara atau firma hukum yang ingin dibantu AI bisa menghubungi kami melalui akun @PerkaraAI atau situs perkara.ai. Idealnya sebelum persidangan klien dimulai, supaya analisis perkaranya bisa disiapkan begitu berkas BAP diterima. Terkait @PerkaraAI sendiri, Ibam merancang AI tersebut dengan sangat hati-hati dan terstruktur. Sebagian fiturnya bisa ditonton pada video di bawah, dan Ibam terus membangun fitur2 baru berdasarkan masukan penggunanya 👇🏼 Mohon doa dan dukungannya. Kami sangat terbantu kalau post ini bisa dibagikan ke siapapun yang mungkin membutuhkan bantuan AI untuk perkaranya. Kami juga sangat terbuka bagi yang bantu warm intro dengan mereka2 yang bisa mendukung misi kami. Akhir kata, kami berharap @PerkaraAI bisa menjadi hikmah dari kriminalisasi yang kami sekeluarga jalani selama setahun lebih, sekaligus membantu meningkatkan kualitas penegakan hukum di Indonesia. 🙏🏼 Tertanda, Ririe, Founding Legal Ibam, Founding Engineer
🤖 Made with AI
42
563
28
1,799
80,836
Griko Nibras retweeted
Could you share some insights for the next generation on how they can learn from your journey and follow a similar path? What different approach did you take that helped you stand out from others? Thank you, Sunil!
47
83
33
1,200
109,452
visualizing stacked PRs on @t3dotcodes is sick af
1
1
140
Griko Nibras retweeted
Got a repo on one PC and want to work on it from another? Takes 2 clicks now :) Even handles .gitignore'd files like .env if you have them in the repo
There's a feature I've wanted in T3 Code for months that was really complex UX wise and I couldn't figure out how to get it right. Just had it click. I'm hyped. Will seem really small when it drops, but it will make things much easier for us multi-machine agent wranglers :)
173
18
18
1,768
78,778
all these codex resets and limited by the 5 hour 💀
62
you can use mercury 3 right now in @code @githubcopilot marketplace.visualstudio.com…
Mercury 3 is live: the most capable diffusion LLM released to date. It outperforms GPT-6 Luna and Claude Haiku 5.5 across a range of benchmarks while running at over 1,000 tokens per second. More than 40x the size of Mercury 1, 3x more intelligent across standard benchmarks, and just as fast, with a 1M-token context window. Available today on the Inception API, @baseten, and @OpenRouter .
85
Griko Nibras retweeted
Muse Spark 1.3 is gone from the free OpenCode lineup. here’s what i’d replace it with: 1. planning → GLM 5.3 Flash it’s slower, but i prefer it when the task is well-defined and i want a more structured plan first. 2. building → DeepSeek V4.1 Flash this is still my default for implementation. faster, more creative, and better suited for actually pushing code. 3. long-context work → Space Bunny the big advantage is the 1M context, especially when 200K on DeepSeek starts forcing compaction too early. 4. backup → MiMo 2.6 Flash i’d use it when DeepSeek gets too steer-heavy or starts producing weird implementation decisions. 5. best free combo → GLM plans, DeepSeek builds that’s the cleanest Muse replacement right now. Muse was really good. but the free stack is still very usable if you split the roles properly.
38
24
7
532
52,433
Griko Nibras retweeted
a few more things i’ve learned replacing Muse Spark 1.3 in OpenCode: 1. DeepSeek V4.1 Flash can last me ~8 hours of work before i hit the daily free limit, as long as i’m not constantly spawning subagents. 2. the 200K context cap is manageable, but i usually hit compaction several times during a long session. for bigger repos, that matters. 3. when context starts becoming the bottleneck, i switch to Space Bunny for the 1M window instead of forcing DeepSeek through repeated compactions. 4. for planning, i still prefer GLM 5.3 Flash, but i don’t use it for everything. on simple build tasks, it can take 2–3x more turns than DeepSeek. 5. if DeepSeek starts making weird implementation choices, MiMo 2.6 Flash is my fallback before i jump to a paid frontier model. right now my free stack is basically: GLM → plan DeepSeek → build Space Bunny → long context MiMo → backup
Muse Spark 1.3 is gone from the free OpenCode lineup. here’s what i’d replace it with: 1. planning → GLM 5.3 Flash it’s slower, but i prefer it when the task is well-defined and i want a more structured plan first. 2. building → DeepSeek V4.1 Flash this is still my default for implementation. faster, more creative, and better suited for actually pushing code. 3. long-context work → Space Bunny the big advantage is the 1M context, especially when 200K on DeepSeek starts forcing compaction too early. 4. backup → MiMo 2.6 Flash i’d use it when DeepSeek gets too steer-heavy or starts producing weird implementation decisions. 5. best free combo → GLM plans, DeepSeek builds that’s the cleanest Muse replacement right now. Muse was really good. but the free stack is still very usable if you split the roles properly.
19
25
4
677
33,066
gm! you can use @inco_ai models in @code @githubcopilot (glm 5.3 flash is fast af btw) marketplace.visualstudio.com…
64
Griko Nibras retweeted
Safe to say that it's pretty much done, feel free to try it out! I've been using it myself everyday without issues. Sorry, no fancy opus video since this is just a youtube music client, nothing fancy about it :p It just takes way less resource. github.com/elianiva/meiro
3
3
13
576