A. retweeted
finally gw sama my bini Open Pre-Order merch buat brand rilisan pertama kami. sebulan penuh belajar ini itu soal bahan kaos, sizing, kertas buat art print sama printilan2nya
A. retweeted
org indo tuh sering bgt diajarin buat nerima keadaan ampe lupa kalo hidup layak itu HAK. harga naik dibilang sabar, hidup susah dibilang kurang kerja keras, kebijakan dikritik malah disuruh bersyukur. saking terbiasanya hidup susah, kita sampai nganggep penderitaan itu normal
A. retweeted
Kami coba pendekatan beda utk lihat nasib orangutan di karhutla pakai data citra satelit, angin, titik api, hujan dll. Temuannya: perusahaan sawit di sana emang pada zalim. Prabowo nyalahin Singapura, Singapura nyalahin kita. Dua-duanya hipokrit, sama aja. Korbannya ya satwa liar dan masyarakat kecil di sana.
Gw coba ngolah data yg njelimet itu jadi visual yg ya semoga enak dibaca kalian semua. Laporan lengkapnya bisa dibaca di sini: kal.gardaanimalia.com/
A. retweeted
Ian MacKaye with Turnstile during their concert on the National Mall in Washington, DC, this weekend, benefiting Palestine, Sudan, and Lebanon.
Turnstile's performance came 31 years after MacKaye's band Fugazi staged its own concert on the National Mall to protest budget cuts in Washington, DC.
📸: @atibaphoto
A. retweeted
Semua diskusi tentang “penyalahgunaan” ruang cafe ini akar masalahnya cuma satu: kita kurang perpustakaan umum/community center yang bisa dipakai secara gratis! Fungsi tersebut akhirnya “diambil alih” cafe, kemudian memunculkan polemik tentang etika.
Adik-adik, jangan ditiru ya 😭 Ini namanya udah ngelunjak. Pakai kabel extension, meja penuh makanan dan minuman dari luar. Sebelum difoto, ada 5 orang di situ sampai listriknya konslet dan lampu mati. Pas mati lampu, mereka juga yang paling heboh.
Di foto kedua, dia lagi ngambil keripik atau semacamnya yang disembunyiin di belakang kursi.
Menurutku, sah-sah aja kalau kalian pengen makan makanan yang nggak dijual di Kopi Kenangan. Tapi sebaiknya keluar dulu, habisin makanannya, baru balik lagi ke dalam. Itu sih pendapatku.
A. retweeted
selain eksklusif, aksi demo disini masih terlalu maskulin juga. i wrote about this waktu penayangan lalu.
A. retweeted
“Asap karhutla udah sampe Jakarta.”
Gila, masa harus sampe nyebrang pulau dulu itu asap untuk jadi pembicaraan orang-orang kaya ini. Bangsat!
A. retweeted
Tahu nggak kenapa cabai berevolusi ngeluarin rasa pedas yang menyiksa lidah? Niat aslinya biar mereka nggak dimakan sama mamalia. Tapi manusia emang spesies paling masokis di bumi, dikasih rasa sakit malah dibikin sambal terasi
Warna merah merona cabai itu buat narik perhatian, tapi senyawa Capsaicin-nya itu senjata biologis. Capsaicin ngelabui reseptor TRPV1 di lidah mamalia. Jadi cabai itu fisiknya nggak panas, tapi ngirim sinyal palsu ke otak bilang "WOY LIDAH LU TERBAKAR!". Ini trik cabai biar mamalia kapok makan bijinya (karena pencernaan mamalia bakal ngancurin biji cabai).
Master plan si cabai merah ini sebenarnya brilliant. Dia cuma mau dimakan sama burung! Kenapa burung? Karena reseptor lidah burung nggak mempan sama Capsaicin. Burung bisa nelen Carolina Reaper tanpa kepedesan, lalu terbang jauh sambil buang kotoran berisi biji cabai yang masih utuh buat ditanam secara alami.
A. retweeted
Ini ferry irwandi gak nyuruh pulang?
🇫🇷 FRANCE: PROTESTS GROW TOWARD MILLIONS OF PARTICIPANTS. Spread to major cities throughout the nation.
If this was happening in Russia or China, DPR Korea, Cuba, Vietnam, Venezuela, Niger, Burkina Faso, Belarus, Iran, Yemen, Lebanon… there would be Wall to wall TV News coverage, it would be called a revolution, and NATO would be organising and agitating to militarily intervene.
As it is happening in france, at the unstable centre of the EU imperialist alliance, the times of London opines:
“On Boulevard Voltaire in the capital, riot police charged about 300 masked, hooded protesters at the front of the march, who pelted them with stones.
“They are hostile and trying to provoke the police,” a spokesman for the Paris police préfecture said. “These are people who are there to cause trouble.”







































