gw baru tau kalau kekayaan isam naik dari 6T menjadi 160T hanya dalam 2 tahun. bahkan di video ini menyebutkan kalau isam mendanai kampanye prabowo sekitar 2 triliun rupiah💀
jadi inilah yang dinamakan politik balas budi yang tentu saja merugikan kita semua....
The Fool Insight retweeted
rakyatnya pada antri pertalite, tp ternyata pertalitenya dipake buat ngeb4kar hut4n😀 rot in hell lu semua
The Fool Insight retweeted
WOI @SistersInDanger URGENT BANGET LU BIKIN PENJELASAN KAYA GINI ?
Gue aja yang di inform sama orangnya langsung nahan-nahan ga share informasi itu karena memikirkan perasaan dia.
Support women kaya gini ? Mau gue sebarin apa yang lo lakuin waktu itu terjadi ????
Laporan Publik "Gerakan Enam Belas" (6-23 Oktober 2026)
Laporan donasi lengkap: bit.ly/LaporanDonasiGerakan1…
Laporan singkat (1):
Readers added context they thought people might want to know
Laporan yang diklaim "lengkap" tidak menyertakan rekening koran atau bukti transaksi bank terperinci meski diminta publik. Isu transparansi donasi penyelenggara yang sama telah diangkat sejak 2022.
drive.google.com/drive/folders/…
x.com/svastikarr/sta…
gunungkidul.pikiran-rakyat.com/peristiwa/pr-2…
x.com/dapurgendong/s…
HASIL AUDIT AWAL LAPORAN DONASI GERAKAN ENAM BELAS
Hasil pemeriksaan awal terhadap laporan donasi Gerakan Enam Belas oleh Sisters in Danger, periode 6–23 Oktober 2026, menemukan sejumlah kejanggalan yang perlu diklarifikasi.
1. Duplikasi bukti pembayaran
Ditemukan dua pasangan nomor bantuan yang menggunakan bukti transaksi identik.
- Nomor 109 dan 113 menggunakan bukti QRIS yang sama, senilai Rp57.800, dengan RRN 176618117.
- Nomor 174 dan 236 menggunakan bukti QRIS yang sama, senilai Rp29.000, dengan RRN 440386160. Bahkan screenshot permintaan dan konfirmasi penerimaannya juga sama.
Total nilai bukti pembayaran yang berulang mencapai Rp86.800. Perlu dipastikan apakah transaksi tersebut juga dicatat dua kali sebagai pengeluaran.
2. Hampir separuh pengeluaran belum memiliki bukti terperinci
Dari total pengeluaran Rp37.934.693, terdapat Rp18.812.757 atau 49,6% yang belum didukung rincian transaksi memadai dalam arsip yang dipublikasikan.
Rinciannya:
- Oksigen, masker, dan obat Rp10.743.257
- Bantuan makan malam Rp5.500.000
- Sembako dan lainnya Rp2.569.500
Untuk kategori oksigen hanya ditemukan screenshot komunikasi, tanpa rincian pembelian dan kuantitas barang. Sementara bukti terperinci untuk pengeluaran makan malam dan sembako juga tidak ditemukan dalam arsip.
3. Sebanyak 75% dana donasi masih tersisa
Total penerimaan donasi mencapai Rp151.605.132, sementara pengeluaran baru Rp37.934.693 atau 25,02%.
Artinya, hingga 23 Oktober 2026 masih terdapat saldo Rp113.670.439 atau 74,98% dari total donasi.
Perlu ada penjelasan mengenai alokasi dan rencana penggunaan dana yang belum disalurkan tersebut.
4. Selisih saldo rekening dengan laporan sebesar Rp2.655.228
Dalam laporan, saldo akhir tercatat Rp113.670.439. Namun screenshot rekening giro BCA atas nama Perkumpulan Dapur Keliling menunjukkan saldo Rp116.325.667.
Terdapat selisih lebih Rp2.655.228 yang belum terjelaskan. Angka ini perlu direkonsiliasi dengan mutasi rekening, mengingat tanggal screenshot belum diketahui dan belum dapat dipastikan apakah rekening tersebut juga menampung dana di luar program donasi ini.
Tindak Lanjut
Diperlukan klarifikasi dan kelengkapan bukti pertanggungjawaban dari Sisters in Danger, khususnya terkait duplikasi bukti transaksi, pengeluaran yang belum terdokumentasi secara memadai, alokasi sisa dana donasi, serta selisih antara saldo rekening dan laporan keuangan.
Untuk itu, diharapkan agar Sisters in Danger dapat segera memberikan penjelasan dan melengkapi dokumen pendukung yang diperlukan demi menjamin transparansi, akuntabilitas, serta menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana donasi masyarakat.
Ttd.
Auditor Independen Publik
Laporan Publik "Gerakan Enam Belas" (6-23 Oktober 2026)
Laporan donasi lengkap: bit.ly/LaporanDonasiGerakan1…
Laporan singkat (1):
Readers added context they thought people might want to know
Laporan yang diklaim "lengkap" tidak menyertakan rekening koran atau bukti transaksi bank terperinci meski diminta publik. Isu transparansi donasi penyelenggara yang sama telah diangkat sejak 2022.
drive.google.com/drive/folders/…
x.com/svastikarr/sta…
gunungkidul.pikiran-rakyat.com/peristiwa/pr-2…
x.com/dapurgendong/s…
ada yang tau nama streamer ini ga? kok vibes-nya positif banget, kata-kata yg ia keluarkan bikin semangat menggebu-gebu, salut sih sama streamer family friendly kek gini 🙌
dipikir mahasiswa Indonesia ga melakukan penelitian apa? coba sesekali buka jurnal, minimal google scholar atau GARUDA. Di situ banyak kok penelitian sains, apalagi yang Sinta 1 dan 2.
Tapi endingnya apa? cuman berakhir masuk jurnal doang. Pemerintah ga memberikan fasilitas untuk merealisasikan penelitian tersebut, belum lagi kalau isi penelitiannya "melawan oligarki", ya ga bakal dapat duit sepeserpun, ujung-ujungnya ya cuman bikin produk demo dan ga bisa diproduksi secara massal.... ya begitulah nasib peneliti di Indonesia
The Fool Insight retweeted
ngk espek kecipratan jg hmch maaci yh my dul gweh,, smoga rejeki km lncar2 yh syankku sun dlu bleh,,? @mydull_
from this to this
SALAH SATU KEBIASAAN PEMERINTAH INDONESIA, HANYA MEMBERIKAN SOLUSI INSTAN, BUKAN SOLUSI JANGKA PANJANG
KALAU MASIH ADA YANG DUKUNG KDM BUAT RI 1 KOCAK SIH🤡
MINFOOL MENGENDUS AROMA AROMA ADA BUZZER TAPI GAJIAN GEDE NIH
APAKAH KALIAN JUGA MENCIUM AROMANYA?????
The Fool Insight retweeted
Gada yang mau ngantemi kepalanya?
Kenapa yah, manusia makin sini kelakuannya melebihi iblis 😔
Ini pelaku pembunuhan dan mutilasi istri dan anak di Madiun.
Ternyata pelaku merupakan lulusan teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

































