poser retweeted
setiap kali ada yg minta kibarin merah putih sepanjang agustus, gw selalu kirimin video ini.
#FNFJB WTS Giro Aether Mips Spherical original. Lecet pemakaian. Box, manual book komplit. Buka harga 1,2jt aja. Lokasi bandung, COD preferable. Via tokped bisa tp ada charge.
“Pelaku-pelaku kejahatan (pelanggaran HAM masa lalu), masih berkeliaran. Apakah sebegitu kebalnya?”
Wiwin Haryono, ibu dari Ita Martadinata memberikan kesaksiannya dalam Sidang Gugatan Penyangkalan Fadli Zon terkait Perkosaan Mei 1998 di PTUN Jaktim, Kamis (5/2/2026).
Dalam persidangan, dia menceritakan kejadian yang menimpa anaknya pada tahun 1998. Ia diperkosa dan dibunuh, tanpa peradilan sampai saat ini. Wiwin menolak diam, dia bersaksi dan menuntut penyangkalan sejarah perkosaan Mei 1998.
Selain Wiwin sebagai saksi, hadir pula ahli yaitu Ketua Komnas Perempuan (Maria Ulfah Ansor) dan Sejarawan (Andi Achdian).
📸Nurul Nur Azizah/Konde.co
#lawanpemutihansejarah
Pada 2000, Soeharto ditetapkan bersalah mencuri uang cash hampir Rp 6 triliun dari bank-bank negara.
Ini sangat keterlaluan karena kalau dipikir, yang Soeharto hilangkan bukan uang milik bank, melainkan langsung uang di rekening tabungan milik rakyat yang dititipkan ke bank.
Oleh regulasi yang dibuat sendiri oleh Soeharto, bank-bank dipaksa menyimpan uang cash sejumlah triliunan di dalam yayasan-yayasan yang Soeharto kelola secara pribadi.
Setelah dititipkan, uang cash tersebut hilang secara misterius.
Jaksa Agung Marzuki Darusman dan timnya menemukan bahwa ternyata, Soeharto telah mencuri uang cash tersebut.
Yang dihilangkan Soeharto bukan hanya nyawa manusia, melainkan juga uang cash milik rakyat langsung dalam jumlah triliunan.
Setelah dicuri, ternyata uang cash tersebut dibagi-bagikan seperti kue ultah untuk diam-diam disembunyikan dan disimpan berbagai entitas milik keluarga Cendana pribadi.
Meskipun Soeharto ditetapkan bersalah, ia tak pernah dihukum.
Hakim menghentikan persidangan penjatuhan hukuman dengan begitu saja, setelah teror Bom Bursa Efek September 2000.
Apakah majelis hakim takut dibom? Entahlah. Barangkali mereka benar.
Pasalnya, setahun kemudian, Hakim Syafiuddin Kartasasmita yang berani menjatuhkan vonis pidana penjara terhadap anak Soeharto, Tommy Soeharto, dibunuh dengan brutal menggunakan senapan mesin. Ia tewas dengan tubuh berlubang-lubang.
Saat itu Syafiuddin mengusut kasus korupsi yang lebih remeh, yaitu pencurian nilai aset properti Bulog yang dilakukan Tommy Soeharto.
Kalau orang yang mengusut Tommy saja dibunuh dengan brutal, bagaimana dengan orang yang berani mengusut Soeharto langsung? Apakah mereka akan dibunuh? Jangan-jangan anak mereka juga akan dibunuh?
Apalagi, kalau Soeharto sampai berhasil dijatuhi hukuman penjara, akan tercipta suatu preseden politik mengerikan bagi para koruptor: tidak ada yang berada di atas hukum, termasuk mantan presiden. Semua orang setara.
Untuk mencegah preseden ini, Syafiuddin dibunuh.
Jaksa Agung Marzuki Darusman sendiri juga hampir dibunuh dengan bom, tetapi orang yang ditunjuk Tommy untuk melakukannya berhasil ditangkap polisi dan bomnya disita.
Dalam hal ini, gerombolan keluarga Cendana sebagai the Lord of Crime penguasa Orde Baru dan jaringan mafia premannya berhasil menggagalkan cita-cita besar Reformasi untuk mengubah Indonesia dari Negara Preman (machtstaat) menjadi Negara Hukum (rechtsstaat).
Mereka menunjukkan bahwa di Indonesia, sistem Orde Baru masih kokoh: premanisme, teror, dan bom lebih kuat dan lebih dapat diandalkan daripada hukum.
Buktinya, mereka bukan hanya berhasil lolos dari penjara, melainkan juga berhasil menyimpan uang cash yang mereka rampok.
Soeharto tak pernah diseret ke ruang sidang.
Pada 3 Agustus 2000, Kejagung menetapkan Soeharto pribadi sebagai *terdakwa* korupsi Kasus 7 Yayasan.
7 yayasan itu harusnya mengelola uang yang dititipkan bank-bank milik negara. Eh, hampir Rp 6 triliun hilang dicuri Soeharto.
Dalam dakwaan itu, yang mencuri bukan Tommy, bukan anak atau antek Soeharto, melainkan Soeharto pribadi sebagai ketua yayasan-yayasan itu.
Oleh Jaksa Agung Marzuki Darusman dan timnya, Soeharto terbukti dan tertangkap basah dengan tangannya sendiri berbuat kriminal mencuri uang cash dari negara sebesar ~Rp 6 triliun. Fatal.
Persidangan disiapkan dalam keadaan mencekam.
Pasalnya, gedung Kejaksaan Agung baru saja dibom sejam setelah Tommy Soeharto diperiksa di atas kasus korupsi lain (tak ada hubungannya dengan Kasus 7 Yayasan).
Pada 31 Agustus 2000, Soeharto tidak hadir dari persidangan dakwaannya karena "sakit".
Yang hadir adalah bom.
Bom besar itu ditaruh di sebuah bus di samping tempat persidangan tempat Soeharto seharusnya berada. Bom tersebut meledak.
Pada 14 September 2000, Soeharto kembali bolos dari persidangan karena "sakit".
Sehari sebelumnya, Bursa Efek di SCBD baru saja meledak oleh serangan bom teroris. 15 orang tewas tercabik menjadi potongan tubuh manusia yang gosong.
Bergerak atas informasi yang dimilikinya, Presiden Gus Dur memerintahkan kepolisian untuk segera memeriksa Tommy Soeharto dan gerombolan preman FPI yang Tommy pelihara sebagai tersangka utama pengeboman Bom Bursa Efek.
Keadaan negara sangat mencekam. Orang takut keluar rumah karena takut bom. Pegawai kejaksaan dan kehakiman lebih cemas lagi, mengingat mereka *sudah* dibom. Bagaimana kalau bom selanjutnya meledak di wajah mereka, atau wajah anak mereka?
Seminggu kemudian pada 23 September 2000, tim dokter mengumumkan bahwa sebenarnya Soeharto yang mengaku-ngaku sakit sampai bolos sebenarnya sehat-sehat saja secara fisik.
Hanya saja, ia berkelakuan "mengalami sakit mental" dan "syarafnya terganggu" selama diperiksa, sehingga tak layak disidang.
Seminggu kemudian pada 28 September 2000, majelis hakim menyetop dakwaan terhadap Soeharto dan menghentikan persidangan.
Soeharto berhasil lolos.
8 tahun kemudian, Soeharto mati.
2 tahun kemudian pada 2010, kehebohan melanda kasus penggugatan kerugian Yayasan Supersemar.
Soeharto boleh saja mati, tetapi negara yang bank-bank BUMN nya dirampok Soeharto masih ada. Selama bertahun-tahun, negara menuntut uangnya kembali, misal sebanyak Rp 4.4 triliun dari Yayasan Supersemar.
Ketika vonis hampir dijatuhkan, terjadi suatu trik sulap.
Kertas dokumen putusan kasasi ternyata tidak sengaja mengalami salah ketik, sehingga salah satu paket ganti rugi yang harus dibayarkan Yayasan Supersemar bukan Rp 185 miliar, melainkan Rp 185 juta saja.
Karena salah ketik. Ups.
Akhirnya kesalahan ketik kecil ini berhasil diperbaiki 5 tahun kemudian. Selama 5 tahun itu, segala cara aksi legal dilancarkan untuk menunda putusan finalnya.
Ternyata, yang harus membayar uangnya bukan keluarga Cendana sebagai ahli waris Soeharto yang saat masih presiden menguasai langsung yayasan-yayasan itu via jabatan formal, melainkan badan yayasan itu sendiri sebagai suatu entitas terpisah.
Gerombolan keluarga Cendana membayar ganti rugi ke negara sebanyak nol rupiah. Pengacara keluarga Cendana, O.C. Kaligis, besorak menyombong: "Kami menang mutlak".
Soeharto dan keluarganya bukan hanya lolos dari penjara, melainkan juga lolos dari harus mengembalikan Rp 4.4 triliun uang cash yang telah mereka curi lewat Yayasan Supersemar. Yang harus membayarnya malah orang lain.
Sampai hari ini, uang cash 4.4 triliun rupiah yang dirampok Soeharto dari bank-bank milik negara masih disimpan dalam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset pribadi keluarga Cendana.
poser retweeted
Konten kreator membuat Vidio AI semua hewan memberi hukuman para pejabat yang telah merusak hutan.
poser retweeted
Di Indonesia ada sebuah pulau yang seperti masih terjajah.
#MensRea sudah tayang di Netflix. Tanpa sensor. Tanpa dipotong.
poser retweeted
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) membersihkan puing kayu bencana Sumatera.
📷Antara/Irwansyah Putra
WTT sama fixie
Spec singkat : Giant TCR ADV 1
Size S
Barset Zipp SL
Bartape Burgh
Groupset Full Ultegra Hidro
Pedal Look Keo Blade Carbon
Lokasi Bandung
#fnfjb
Ga ada yang komen ttg seberapa banyak dan bahaya nya motor disitu masuk jalur sepeda, dan mobil masuk jalur busway. Bener2 nunjukin orang indo crab mentality aja, ga bisa liat orang lain seneng
poser retweeted
I can’t stop watching this. You can literally see the exact second this poor dog realizes he’s safe.
He’s shaking, covered in scars and stitches, and instead of pulling away, he just leans into her like he’s been waiting his whole life for someone to show him what kindness feels like.
That little head tuck into her shoulder broke me.
That’s not just a dog. That’s a soul learning what love is.
Whoever this vet tech is, you’re a hero.
This is what humanity should look like. ❤️








































