This fine art need to be more popular 🤔😌
Ada yang beda dari suara hujan. Pas rintiknya mulai jatuh di atap, entah kenapa dunia ikut melambat. Jalanan yang tadi ramai jadi lebih sepi, orang-orang berteduh, dan semuanya seperti dipaksa berhenti sebentar.
Buat kepala yang lagi kacau, momen itu rasanya kayak pelukan yang nggak banyak tanya. Pikiran yang tadi muter-muter nggak karuan, pelan-pelan ikut tenang mengikuti ritme air yang turun. Suaranya monoton, tapi justru itu yang bikin nyaman. Nggak menuntut apa-apa, nggak minta kita jadi kuat, cuma menemani.
Hujan juga sering jadi alasan yang pas buat jujur sama perasaan sendiri. Duduk di dekat jendela, ditemani teh atau kopi hangat, kita jadi punya waktu buat mengurai hal-hal yang selama ini ditahan. Kalau pun mau menangis, hujan seperti ikut menyamarkannya.
Mungkin itu sebabnya banyak orang jatuh cinta sama hujan. Bukan karena ia selalu menyenangkan, tapi karena ia memberi ruang. Ruang untuk diam, untuk merenung, dan untuk melepas sedikit beban yang rasanya sudah kelamaan dipikul.
Jadi kalau besok hujan turun lagi dan pikiranmu lagi riuh, biarkan saja. Dengarkan pelan-pelan, tarik napas panjang, dan izinkan dirimu tenang sebentar. Seperti tanah yang basah lalu terasa segar lagi, hatimu juga bisa begitu.
This glittery paint just made patrick looks so luxury there ✨😍
Ada yang bikin hujan terasa lain kalau angin ikut datang. Sebelum rintiknya jatuh, deru angin lebih dulu lewat, menggoyangkan daun, membawa aroma tanah yang basah, dan pelan-pelan mengusir hawa gerah yang tadi menempel di badan. Di saat itu, rasanya seperti ada yang membuka jendela di dalam dada.
Buat jiwa yang lagi lelah, angin yang bertiup bersama hujan itu seperti napas panjang yang akhirnya bisa dihela. Semua yang tadi sesak dan penuh perlahan ikut terbawa pergi. Suaranya memang gemuruh, tapi anehnya justru menenangkan. Ia nggak memaksa kita buat cepat-cepat baik-baik saja, cuma lewat dan mengajak kita ikut merasa lega.
Di tengah dingin yang menyentuh kulit, ada kehangatan yang muncul dari dalam. Mungkin karena kita jadi sadar bahwa kita masih bisa merasakan hal-hal sederhana: sejuknya udara, wanginya tanah, bunyi air yang jatuh di genting. Perasaan-perasaan kecil itu, kalau diperhatikan baik-baik, ternyata cukup untuk bikin hati terasa nyaman sekali.
Dan di momen seperti itu, kita nggak perlu menjelaskan apa-apa ke siapa pun. Nggak perlu berpura-pura kuat atau mencari alasan kenapa hati tiba-tiba terasa damai. Cukup duduk, memejamkan mata sebentar, lalu membiarkan angin dan hujan menyelesaikan tugasnya: menyegarkan apa yang sudah lama layu.
Jadi kalau suatu sore angin kencang datang membawa hujan, jangan buru-buru menutup jendela. Biarkan udaranya masuk, biarkan jiwamu ikut disapu pelan-pelan. Seperti dedaunan yang tampak lebih hijau setelah dibasuh, kamu pun bisa merasa baru lagi, tenang, ringan, dan utuh kembali.
Patrick will be really happy with this LOL
Dulu tuh rasanya takut banget sendirian. Weekend kosong terasa aneh, nggak ada yang ngajak keluar langsung mikir, "kok sepi ya." Kita ngerasa harus selalu ada di tengah keramaian, harus selalu punya teman, biar nggak kelihatan kesepian.
Sekarang pelan-pelan beda. Kita mulai nyaman duduk sendirian di kafe sambil nyeruput kopi, jalan sore tanpa tujuan, atau rebahan di kamar dengan lagu favorit tanpa harus ngobrol dengan siapa pun. Dan anehnya, justru di saat-saat itulah kepala terasa lebih ringan.
Soalnya makin dewasa, kita makin sadar betapa banyak energi yang terkuras tiap berinteraksi. Harus ramah, harus nanggepin, harus jaga perasaan, harus pura-pura kuat. Menyendiri jadi cara kita mengisi ulang baterai, ruang kecil di mana kita bisa jadi diri sendiri tanpa perlu menjelaskan apa-apa.
Di waktu tenang itu juga kita jadi lebih jujur sama diri sendiri. Bisa mikir pelan-pelan, bisa mengurai perasaan yang tadinya numpuk, bisa sekadar diam tanpa merasa bersalah. Sesuatu yang susah didapat kalau dunia terus berisik di sekitar kita.
Jadi kalau akhir-akhir ini kamu lebih suka menyendiri, itu bukan berarti kamu antisosial atau lagi menjauh dari semua orang. Kamu cuma sedang belajar merawat dirimu sendiri. Selama dari waktu sendiri itu kamu pulang dengan hati yang lebih tenang, berarti kamu sedang melakukan hal yang benar.
The way this painting turn out just perfectly satisfying 😍🤩
Dulu tuh rasanya takut banget sendirian. Weekend kosong terasa aneh, nggak ada yang ngajak keluar langsung mikir, "kok sepi ya." Kita ngerasa harus selalu ada di tengah keramaian, harus selalu punya teman, biar nggak kelihatan kesepian.
Sekarang pelan-pelan beda. Kita mulai nyaman duduk sendirian di kafe sambil nyeruput kopi, jalan sore tanpa tujuan, atau rebahan di kamar dengan lagu favorit tanpa harus ngobrol dengan siapa pun. Dan anehnya, justru di saat-saat itulah kepala terasa lebih ringan.
Soalnya makin dewasa, kita makin sadar betapa banyak energi yang terkuras tiap berinteraksi. Harus ramah, harus nanggepin, harus jaga perasaan, harus pura-pura kuat. Menyendiri jadi cara kita mengisi ulang baterai, ruang kecil di mana kita bisa jadi diri sendiri tanpa perlu menjelaskan apa-apa.
Di waktu tenang itu juga kita jadi lebih jujur sama diri sendiri. Bisa mikir pelan-pelan, bisa mengurai perasaan yang tadinya numpuk, bisa sekadar diam tanpa merasa bersalah. Sesuatu yang susah didapat kalau dunia terus berisik di sekitar kita.
Jadi kalau akhir-akhir ini kamu lebih suka menyendiri, itu bukan berarti kamu antisosial atau lagi menjauh dari semua orang. Kamu cuma sedang belajar merawat dirimu sendiri. Selama dari waktu sendiri itu kamu pulang dengan hati yang lebih tenang, berarti kamu sedang melakukan hal yang benar.
Hear the sounds calmly and feel the satisfaction outta there 🥰♥️
Makin ke sini, kita makin sadar kalau yang dicari itu bukan lagi hidup yang ramai atau penuh pencapaian, tapi hati yang tenang. Bisa bangun tanpa dada yang sesak, tidur tanpa pikiran yang berisik, dan menjalani hari tanpa merasa dikejar-kejar sesuatu.
Dulu mungkin kita mengira bahagia itu soal punya banyak hal. Lebih banyak uang, lebih banyak teman, lebih banyak pencapaian. Tapi setelah lewat beberapa musim hidup, ternyata semua itu terasa hambar kalau kepala kita nggak pernah berhenti ribut. Punya segalanya pun nggak ada artinya kalau nggak bisa merasa damai.
Ketenangan itu juga nggak datang begitu saja. Kadang harus dipilih dengan sengaja. Memilih nggak ikut drama yang bukan urusan kita, memilih menjauh dari orang yang bikin hati lelah, memilih melepas hal-hal yang sudah nggak bisa dikendalikan. Awalnya mungkin terasa berat, tapi lama-lama justru melegakan.
Dan yang sering dilupakan, tenang itu bukan berarti hidup tanpa masalah. Masalah tetap ada, ujian tetap datang. Bedanya, hati kita nggak lagi mudah goyah karena setiap hal kecil. Kita belajar menghadapi sesuatu dengan kepala dingin, dan itu kekuatan yang nggak semua orang punya.
Jadi jagalah ketenanganmu baik-baik. Jangan gampang menyerahkannya ke orang yang nggak menghargainya, atau ke hal-hal yang cuma bikin hidup makin riuh. Karena di dunia yang serba cepat dan berisik ini, hati yang tenang adalah salah satu hal paling mewah yang bisa kita punya.
This job is not for everyone
Makin ke sini, kita makin sadar kalau yang dicari itu bukan lagi hidup yang ramai atau penuh pencapaian, tapi hati yang tenang. Bisa bangun tanpa dada yang sesak, tidur tanpa pikiran yang berisik, dan menjalani hari tanpa merasa dikejar-kejar sesuatu.
Dulu mungkin kita mengira bahagia itu soal punya banyak hal. Lebih banyak uang, lebih banyak teman, lebih banyak pencapaian. Tapi setelah lewat beberapa musim hidup, ternyata semua itu terasa hambar kalau kepala kita nggak pernah berhenti ribut. Punya segalanya pun nggak ada artinya kalau nggak bisa merasa damai.
Ketenangan itu juga nggak datang begitu saja. Kadang harus dipilih dengan sengaja. Memilih nggak ikut drama yang bukan urusan kita, memilih menjauh dari orang yang bikin hati lelah, memilih melepas hal-hal yang sudah nggak bisa dikendalikan. Awalnya mungkin terasa berat, tapi lama-lama justru melegakan.
Dan yang sering dilupakan, tenang itu bukan berarti hidup tanpa masalah. Masalah tetap ada, ujian tetap datang. Bedanya, hati kita nggak lagi mudah goyah karena setiap hal kecil. Kita belajar menghadapi sesuatu dengan kepala dingin, dan itu kekuatan yang nggak semua orang punya.
Jadi jagalah ketenanganmu baik-baik. Jangan gampang menyerahkannya ke orang yang nggak menghargainya, atau ke hal-hal yang cuma bikin hidup makin riuh. Karena di dunia yang serba cepat dan berisik ini, hati yang tenang adalah salah satu hal paling mewah yang bisa kita punya.
I'm feeling someting satisfying in this 😍🥰
Makin ke sini, kita makin sadar kalau yang dicari itu bukan lagi hidup yang ramai atau penuh pencapaian, tapi hati yang tenang. Bisa bangun tanpa dada yang sesak, tidur tanpa pikiran yang berisik, dan menjalani hari tanpa merasa dikejar-kejar sesuatu.
Dulu mungkin kita mengira bahagia itu soal punya banyak hal. Lebih banyak uang, lebih banyak teman, lebih banyak pencapaian. Tapi setelah lewat beberapa musim hidup, ternyata semua itu terasa hambar kalau kepala kita nggak pernah berhenti ribut. Punya segalanya pun nggak ada artinya kalau nggak bisa merasa damai.
Ketenangan itu juga nggak datang begitu saja. Kadang harus dipilih dengan sengaja. Memilih nggak ikut drama yang bukan urusan kita, memilih menjauh dari orang yang bikin hati lelah, memilih melepas hal-hal yang sudah nggak bisa dikendalikan. Awalnya mungkin terasa berat, tapi lama-lama justru melegakan.
Dan yang sering dilupakan, tenang itu bukan berarti hidup tanpa masalah. Masalah tetap ada, ujian tetap datang. Bedanya, hati kita nggak lagi mudah goyah karena setiap hal kecil. Kita belajar menghadapi sesuatu dengan kepala dingin, dan itu kekuatan yang nggak semua orang punya.
Jadi jagalah ketenanganmu baik-baik. Jangan gampang menyerahkannya ke orang yang nggak menghargainya, atau ke hal-hal yang cuma bikin hidup makin riuh. Karena di dunia yang serba cepat dan berisik ini, hati yang tenang adalah salah satu hal paling mewah yang bisa kita punya.
Watch it until the end and feeling my eyes is blessed 😍♥️
Makin ke sini, kita makin sadar kalau yang dicari itu bukan lagi hidup yang ramai atau penuh pencapaian, tapi hati yang tenang. Bisa bangun tanpa dada yang sesak, tidur tanpa pikiran yang berisik, dan menjalani hari tanpa merasa dikejar-kejar sesuatu.
Dulu mungkin kita mengira bahagia itu soal punya banyak hal. Lebih banyak uang, lebih banyak teman, lebih banyak pencapaian. Tapi setelah lewat beberapa musim hidup, ternyata semua itu terasa hambar kalau kepala kita nggak pernah berhenti ribut. Punya segalanya pun nggak ada artinya kalau nggak bisa merasa damai.
Ketenangan itu juga nggak datang begitu saja. Kadang harus dipilih dengan sengaja. Memilih nggak ikut drama yang bukan urusan kita, memilih menjauh dari orang yang bikin hati lelah, memilih melepas hal-hal yang sudah nggak bisa dikendalikan. Awalnya mungkin terasa berat, tapi lama-lama justru melegakan.
Dan yang sering dilupakan, tenang itu bukan berarti hidup tanpa masalah. Masalah tetap ada, ujian tetap datang. Bedanya, hati kita nggak lagi mudah goyah karena setiap hal kecil. Kita belajar menghadapi sesuatu dengan kepala dingin, dan itu kekuatan yang nggak semua orang punya.
Jadi jagalah ketenanganmu baik-baik. Jangan gampang menyerahkannya ke orang yang nggak menghargainya, atau ke hal-hal yang cuma bikin hidup makin riuh. Karena di dunia yang serba cepat dan berisik ini, hati yang tenang adalah salah satu hal paling mewah yang bisa kita punya.
I hope this cat not feeling that pain at the end
Makin ke sini, kita makin sadar kalau yang dicari itu bukan lagi hidup yang ramai atau penuh pencapaian, tapi hati yang tenang. Bisa bangun tanpa dada yang sesak, tidur tanpa pikiran yang berisik, dan menjalani hari tanpa merasa dikejar-kejar sesuatu.
Dulu mungkin kita mengira bahagia itu soal punya banyak hal. Lebih banyak uang, lebih banyak teman, lebih banyak pencapaian. Tapi setelah lewat beberapa musim hidup, ternyata semua itu terasa hambar kalau kepala kita nggak pernah berhenti ribut. Punya segalanya pun nggak ada artinya kalau nggak bisa merasa damai.
Ketenangan itu juga nggak datang begitu saja. Kadang harus dipilih dengan sengaja. Memilih nggak ikut drama yang bukan urusan kita, memilih menjauh dari orang yang bikin hati lelah, memilih melepas hal-hal yang sudah nggak bisa dikendalikan. Awalnya mungkin terasa berat, tapi lama-lama justru melegakan.
Dan yang sering dilupakan, tenang itu bukan berarti hidup tanpa masalah. Masalah tetap ada, ujian tetap datang. Bedanya, hati kita nggak lagi mudah goyah karena setiap hal kecil. Kita belajar menghadapi sesuatu dengan kepala dingin, dan itu kekuatan yang nggak semua orang punya.
Jadi jagalah ketenanganmu baik-baik. Jangan gampang menyerahkannya ke orang yang nggak menghargainya, atau ke hal-hal yang cuma bikin hidup makin riuh. Karena di dunia yang serba cepat dan berisik ini, hati yang tenang adalah salah satu hal paling mewah yang bisa kita punya.
Cinderella shoes never be that beautiful
Makin ke sini, kita makin sadar kalau yang dicari itu bukan lagi hidup yang ramai atau penuh pencapaian, tapi hati yang tenang. Bisa bangun tanpa dada yang sesak, tidur tanpa pikiran yang berisik, dan menjalani hari tanpa merasa dikejar-kejar sesuatu.
Dulu mungkin kita mengira bahagia itu soal punya banyak hal. Lebih banyak uang, lebih banyak teman, lebih banyak pencapaian. Tapi setelah lewat beberapa musim hidup, ternyata semua itu terasa hambar kalau kepala kita nggak pernah berhenti ribut. Punya segalanya pun nggak ada artinya kalau nggak bisa merasa damai.
Ketenangan itu juga nggak datang begitu saja. Kadang harus dipilih dengan sengaja. Memilih nggak ikut drama yang bukan urusan kita, memilih menjauh dari orang yang bikin hati lelah, memilih melepas hal-hal yang sudah nggak bisa dikendalikan. Awalnya mungkin terasa berat, tapi lama-lama justru melegakan.
Dan yang sering dilupakan, tenang itu bukan berarti hidup tanpa masalah. Masalah tetap ada, ujian tetap datang. Bedanya, hati kita nggak lagi mudah goyah karena setiap hal kecil. Kita belajar menghadapi sesuatu dengan kepala dingin, dan itu kekuatan yang nggak semua orang punya.
Jadi jagalah ketenanganmu baik-baik. Jangan gampang menyerahkannya ke orang yang nggak menghargainya, atau ke hal-hal yang cuma bikin hidup makin riuh. Karena di dunia yang serba cepat dan berisik ini, hati yang tenang adalah salah satu hal paling mewah yang bisa kita punya.
Human with their huge brain really can solve anything 😱😍
Makin ke sini, kita makin sadar kalau yang dicari itu bukan lagi hidup yang ramai atau penuh pencapaian, tapi hati yang tenang. Bisa bangun tanpa dada yang sesak, tidur tanpa pikiran yang berisik, dan menjalani hari tanpa merasa dikejar-kejar sesuatu.
Dulu mungkin kita mengira bahagia itu soal punya banyak hal. Lebih banyak uang, lebih banyak teman, lebih banyak pencapaian. Tapi setelah lewat beberapa musim hidup, ternyata semua itu terasa hambar kalau kepala kita nggak pernah berhenti ribut. Punya segalanya pun nggak ada artinya kalau nggak bisa merasa damai.
Ketenangan itu juga nggak datang begitu saja. Kadang harus dipilih dengan sengaja. Memilih nggak ikut drama yang bukan urusan kita, memilih menjauh dari orang yang bikin hati lelah, memilih melepas hal-hal yang sudah nggak bisa dikendalikan. Awalnya mungkin terasa berat, tapi lama-lama justru melegakan.
Dan yang sering dilupakan, tenang itu bukan berarti hidup tanpa masalah. Masalah tetap ada, ujian tetap datang. Bedanya, hati kita nggak lagi mudah goyah karena setiap hal kecil. Kita belajar menghadapi sesuatu dengan kepala dingin, dan itu kekuatan yang nggak semua orang punya.
Jadi jagalah ketenanganmu baik-baik. Jangan gampang menyerahkannya ke orang yang nggak menghargainya, atau ke hal-hal yang cuma bikin hidup makin riuh. Karena di dunia yang serba cepat dan berisik ini, hati yang tenang adalah salah satu hal paling mewah yang bisa kita punya.
Its just satisfying watching this window cleanup so perfectly
Makin ke sini, kita makin sadar kalau yang dicari itu bukan lagi hidup yang ramai atau penuh pencapaian, tapi hati yang tenang. Bisa bangun tanpa dada yang sesak, tidur tanpa pikiran yang berisik, dan menjalani hari tanpa merasa dikejar-kejar sesuatu.
Dulu mungkin kita mengira bahagia itu soal punya banyak hal. Lebih banyak uang, lebih banyak teman, lebih banyak pencapaian. Tapi setelah lewat beberapa musim hidup, ternyata semua itu terasa hambar kalau kepala kita nggak pernah berhenti ribut. Punya segalanya pun nggak ada artinya kalau nggak bisa merasa damai.
Ketenangan itu juga nggak datang begitu saja. Kadang harus dipilih dengan sengaja. Memilih nggak ikut drama yang bukan urusan kita, memilih menjauh dari orang yang bikin hati lelah, memilih melepas hal-hal yang sudah nggak bisa dikendalikan. Awalnya mungkin terasa berat, tapi lama-lama justru melegakan.
Dan yang sering dilupakan, tenang itu bukan berarti hidup tanpa masalah. Masalah tetap ada, ujian tetap datang. Bedanya, hati kita nggak lagi mudah goyah karena setiap hal kecil. Kita belajar menghadapi sesuatu dengan kepala dingin, dan itu kekuatan yang nggak semua orang punya.
Jadi jagalah ketenanganmu baik-baik. Jangan gampang menyerahkannya ke orang yang nggak menghargainya, atau ke hal-hal yang cuma bikin hidup makin riuh. Karena di dunia yang serba cepat dan berisik ini, hati yang tenang adalah salah satu hal paling mewah yang bisa kita punya.
The result just hit me so right OMG
Pernah gasi ketemu orang yang kalau dia ada salah, eh malah kamu yang harus minta maaf? Dia yang marah-marah, tapi katanya, "ya kamu sih bikin aku kesel." Dia yang ingkar janji, tapi ujung-ujungnya kamu yang dibilang kurang pengertian. Lama-lama kamu sendiri yang bingung, sebenarnya salahnya di siapa.
Orang model begini biasanya jago banget memutar keadaan. Mereka jarang mau bilang, "iya, itu salahku." Selalu ada alasan, selalu ada pihak lain yang dijadikan penyebab, dan kamu sering jadi sasarannya. Pelan-pelan, kamu mulai terbiasa menyalahkan diri sendiri untuk hal-hal yang sebenarnya bukan tanggung jawabmu.
Padahal setiap orang punya kendali atas sikapnya masing-masing. Kamu mungkin bisa saja salah dalam satu hal, tapi itu nggak membenarkan orang lain untuk membentak, menyakiti, atau bersikap seenaknya. Marah itu pilihan, begitu juga cara dia memperlakukanmu. Dan kamu nggak wajib menanggung akibat dari pilihan orang lain.
Bertahan di dekat orang seperti ini cuma bikin kamu capek tanpa sadar. Kamu jadi terlalu hati-hati, takut salah ngomong, takut dia tersinggung, sampai lupa kalau kamu juga berhak merasa tenang. Hubungan yang sehat itu bukan yang salah satunya selalu mengalah, tapi yang dua-duanya berani bertanggung jawab atas perilakunya sendiri.
Jadi kalau ada orang yang selalu melempar kesalahannya ke kamu, jaga jarak saja. Nggak perlu dendam, nggak perlu membalas, cukup menjauh dengan tenang. Kamu bukan tempat pelampiasan, dan kedamaianmu jauh lebih penting daripada sekadar mempertahankan orang yang nggak mau belajar bertanggung jawab.
Clever people really expert when they do this cleanup 😍🥰
Pernah gasi ketemu orang yang kalau dia ada salah, eh malah kamu yang harus minta maaf? Dia yang marah-marah, tapi katanya, "ya kamu sih bikin aku kesel." Dia yang ingkar janji, tapi ujung-ujungnya kamu yang dibilang kurang pengertian. Lama-lama kamu sendiri yang bingung, sebenarnya salahnya di siapa.
Orang model begini biasanya jago banget memutar keadaan. Mereka jarang mau bilang, "iya, itu salahku." Selalu ada alasan, selalu ada pihak lain yang dijadikan penyebab, dan kamu sering jadi sasarannya. Pelan-pelan, kamu mulai terbiasa menyalahkan diri sendiri untuk hal-hal yang sebenarnya bukan tanggung jawabmu.
Padahal setiap orang punya kendali atas sikapnya masing-masing. Kamu mungkin bisa saja salah dalam satu hal, tapi itu nggak membenarkan orang lain untuk membentak, menyakiti, atau bersikap seenaknya. Marah itu pilihan, begitu juga cara dia memperlakukanmu. Dan kamu nggak wajib menanggung akibat dari pilihan orang lain.
Bertahan di dekat orang seperti ini cuma bikin kamu capek tanpa sadar. Kamu jadi terlalu hati-hati, takut salah ngomong, takut dia tersinggung, sampai lupa kalau kamu juga berhak merasa tenang. Hubungan yang sehat itu bukan yang salah satunya selalu mengalah, tapi yang dua-duanya berani bertanggung jawab atas perilakunya sendiri.
Jadi kalau ada orang yang selalu melempar kesalahannya ke kamu, jaga jarak saja. Nggak perlu dendam, nggak perlu membalas, cukup menjauh dengan tenang. Kamu bukan tempat pelampiasan, dan kedamaianmu jauh lebih penting daripada sekadar mempertahankan orang yang nggak mau belajar bertanggung jawab.
Just thinking what the hell is that OMG
Pernah gasi ketemu orang yang kalau dia ada salah, eh malah kamu yang harus minta maaf? Dia yang marah-marah, tapi katanya, "ya kamu sih bikin aku kesel." Dia yang ingkar janji, tapi ujung-ujungnya kamu yang dibilang kurang pengertian. Lama-lama kamu sendiri yang bingung, sebenarnya salahnya di siapa.
Orang model begini biasanya jago banget memutar keadaan. Mereka jarang mau bilang, "iya, itu salahku." Selalu ada alasan, selalu ada pihak lain yang dijadikan penyebab, dan kamu sering jadi sasarannya. Pelan-pelan, kamu mulai terbiasa menyalahkan diri sendiri untuk hal-hal yang sebenarnya bukan tanggung jawabmu.
Padahal setiap orang punya kendali atas sikapnya masing-masing. Kamu mungkin bisa saja salah dalam satu hal, tapi itu nggak membenarkan orang lain untuk membentak, menyakiti, atau bersikap seenaknya. Marah itu pilihan, begitu juga cara dia memperlakukanmu. Dan kamu nggak wajib menanggung akibat dari pilihan orang lain.
Bertahan di dekat orang seperti ini cuma bikin kamu capek tanpa sadar. Kamu jadi terlalu hati-hati, takut salah ngomong, takut dia tersinggung, sampai lupa kalau kamu juga berhak merasa tenang. Hubungan yang sehat itu bukan yang salah satunya selalu mengalah, tapi yang dua-duanya berani bertanggung jawab atas perilakunya sendiri.
Jadi kalau ada orang yang selalu melempar kesalahannya ke kamu, jaga jarak saja. Nggak perlu dendam, nggak perlu membalas, cukup menjauh dengan tenang. Kamu bukan tempat pelampiasan, dan kedamaianmu jauh lebih penting daripada sekadar mempertahankan orang yang nggak mau belajar bertanggung jawab.
At least the ending not disappointing LOL
Kadang ada momen yang bikin hati agak nyesek, lihat temen² jalan bareng, nongkrong, atau bikin acara, dan kamu nggak diajak. Rasanya pengin nanya, "kok aku nggak diajak?" atau diam-diam nyelip biar tetap kebagian. Takut ketinggalan, takut dilupakan, takut dianggap nggak penting.
Tapi coba pikir, ikut ke tempat yang nggak benar-benar mengundangmu itu capek. Kamu jadi sibuk menebak, "dia senang nggak ya aku datang?" Kamu jadi merasa harus ngalah, harus tahu diri, harus ngepasin sama suasana yang bukan untukmu. Padahal kehadiran yang dipaksakan jarang terasa hangat.
Orang yang menganggapmu penting nggak akan menunggu kamu minta dulu. Mereka bakal ingat, mereka bakal nyari, dan mereka bakal bilang, "ayo ikut dong." Nggak perlu dibujuk, nggak perlu diingatkan berkali-kali. Karena memang dari awal, namamu sudah ada di pikiran mereka.
Kalau ternyata nggak diajak, jangan buru-buru menyimpulkan kamu kurang berharga. Bisa jadi mereka lupa, bisa jadi memang lingkarannya beda. Tapi kalau itu terjadi terus-terusan, mungkin itu jawaban halus yang perlu kamu terima. Nggak perlu marah, nggak perlu bikin drama. Cukup mundur pelan-pelan.
Waktu dan tenagamu terlalu berharga buat dihabiskan mengejar tempat di meja yang nggak menyiapkan kursi untukmu. Sebaliknya, cari orang yang dengan senang hati menggeser kursi dan bilang, "sini, duduk bareng kita."
This pink dolphin just accepted her fate
Dari dulu selalu ada saja yang berkomentar. Kita ambil keputusan, ada yang bilang salah. Kita diam, dibilang sombong. Kita berusaha, dibilang cari perhatian. Mau lurus atau belok, tetap ada yang nyinyir. Kalau semua omongan itu dituruti, kita nggak akan pernah sempat jalan ke mana-mana.
Kita sering lupa kalau komentar orang itu lebih banyak soal diri mereka daripada soal kita. Mereka bicara dari kacamata mereka sendiri, dari pengalaman mereka, dari apa yang mereka pahami. Mereka nggak ikut menanggung capekmu, nggak ikut begadang mikirin masalahmu, dan nggak ikut menjalani hidupmu. Jadi kenapa harus kita yang terlalu berat memikirkan penilaian mereka?
Tentu, bukan berarti semua masukan harus dibuang. Kritik yang baik tetap perlu didengar, apalagi dari orang yang tulus peduli. Tapi kalau omongan itu cuma datang dari mulut yang gampang menghakimi tanpa mau tahu cerita aslinya, cukup dengar sambil lalu. Nggak perlu dibawa pulang, apalagi sampai bikin kita ragu sama langkah sendiri.
Selagi apa yang kita lakukan nggak merugikan siapa pun, nggak menyakiti orang lain, dan masih sejalan dengan hati nurani, teruskan saja. Nggak semua orang harus setuju, nggak semua orang harus paham, dan nggak semua orang harus suka.
Jadi biarin mereka bicara. Kamu fokus saja sama jalanmu sendiri, karena yang menjalani hidup ini kamu, bukan mereka.





