Marshall (@kayayuo) header
Marshall (@kayayuo) profile picture

no air bags we die like a real man

Joined March 2016
Photo by Marshall (@kayayuo)Photo by Marshall (@kayayuo)Photo by Marshall (@kayayuo)Photo by Marshall (@kayayuo)Photo by Marshall (@kayayuo)
An Iranian lights his cigarette on a burning Israel flag.
238
19,842
1,160
104,246
9,190,402
Wiwin adl ibu yang anaknya dirudapaksa dan dibunuh pada tragedi 1998. Kini ia jadi biksuni. Luka yg teramat dalam membawanya pada pelarian dan hidup menyendiri. Puluhan tahun memendam bara, kini ia berbicara. Tulisan wawancara ini bikin mbrebes mili. majalah.tempo.co/read/wawanc…
28
4,148
32
8,546
219,796
Marshall retweeted
Bukber edisi ngasih makan si pacar (yang berjejer di meja).
6
3
1
5
1,540
Marshall retweeted
The suffering of children continues 💔 If you see this video, put a dot to break the algorithm.
3,055
16,849
695
45,880
10,195,619
Alysa Liu x “Tonight, Tonight” by The Smashing Pumpkins.
1
191
🚨 ACEH BANJIR LAGI HARI INI 17 FEBRUARI ACEH DILARANG BERISIK 💔💔💔😭 BUNA BUNA GAK SUKA🥀 Suasana menyambut bulan suci Ramadan 1447 H di Kabupaten Pidie Jaya yang seharusnya dipenuhi sukacita, berubah menjadi keprihatinan mendalam. Alih-alih mempersiapkan hidangan daging untuk tradisi Makmeugang, warga di beberapa desa, termasuk Gampong Meunasah Raya, justru harus bergelut dengan lumpur dan sisa-sisa banjir bandang. Tradisi yang Terendam Lumpur Puncak kesulitan warga terjadi pada Selasa malam, 17 Februari 2026, bertepatan dengan malam Makmeugang. Melalui pantauan media sosial, terlihat luapan air berwarna cokelat pekat merendam pemukiman warga dengan ketinggian yang signifikan. “Tragedi malam Makmeugang, Selasa 17 Februari 2026. Besok mau puasa,” tulis salah satu warga dalam unggahan video yang menunjukkan air menggenangi halaman rumah di tengah kegelapan malam. Hingga Rabu pagi, saat warga Aceh biasanya sibuk memasak daging meugang, warga di lokasi terdampak justru terlihat bahu-membahu membersihkan tumpukan lumpur setinggi betis dewasa yang masuk ke dalam rumah. “Singoh makmegang, kamoe mantong peugleh rumoh (Besok makmegang, kami masih membersihkan rumah),” tulis akun gampongmeunasahraya, menggambarkan ironi yang dialami warga. Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya secara mandiri untuk memulihkan kondisi tempat tinggal mereka. Bantuan alat berat atau tambahan personel untuk membantu pembersihan material lumpur sangat diharapkan agar masyarakat dapat menyambut hari pertama Ramadan dalam kondisi yang lebih layak. Masyarakat Aceh berharap agar cuaca ekstrem segera berlalu, mengingat pentingnya kekhusyukan dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini. (Infobandaaceh.com) Semoga banjirnya segera surut ya!🙏🏻
49
7,950
75
13,103
159,562