๐ด LIVE NOW!
Kajian Parenting: Mendidik Anak yang Kritis Tanpa Kehilangan Adab
Bersama: Fauzil Adhim, S.Psi.
(Aktivis dan Pakar Parenting, Pembimbing Ibadah jejak imani)
๐ฅ Tautan link Youtube :
youtube.com/live/kxuK7toQNtMโฆ โ at Tegalrejo, Indonesia
Orang luar negeri saja sampai ingin ke Indonesia. Itu tandanya Indonesia negeri yang indah. Makanya wajar kalau sebagian besar orang Indonesia tidak pernah keluar negeri. Buat apa??! ๐
Iya, nggak? Iya, nggak? Ya, nggak.... ๐๐ โ at Tegalrejo, Indonesia
Ada beberapa kemungkinan ketika hubungan remaja dan orangtua memburuk. Pertama, anak masih tsiqah dan hurmat (respek) kepada kedua orangtua, tetapi merasa tidak didengar. Kedua, remaja masih tsiqah (percaya), tetapi kehilangan sikap respek kepada orangtua.
Ketiga, ia tidak lagi percaya (tsiqah) kepada orangtua sehingga otomatis tidak respek kepada orangtua.
youtube.com/shorts/TPAwiJJi5โฆ
Sikap hidup, keyakinan, maupun orientasi hidup ditanamkan dengan menggunakan kalimat imperatif yang tepat. Bukan naratif. Apalagi sekedar informasi.
Yang paling efektif, terlebih untuk jangka panjang, kalimat imperatif itu disertai kalimat naratif, baik sebagai penjelasan maupun untuk menunjukkan alasan (reason) mengapa sikap, keyakinan maupun orientasi hidup itu perlu dipegang kuat-kuat.
facebook.com/reel/1937087160โฆ
Tiga hal itu hanya sebagian dari manfaat kalimat perintah maupun larangan yang tidak dapat digantikan oleh kalimat berita.
Obligations and restrictions bisa saja disampaikan menggunakan kalimat berita, ๐ฉ๐๐ฉ๐๐ฅ๐ ๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ ๐ข๐๐ฃ๐๐ฃ๐๐ข๐ ๐๐ฃ ๐จ๐๐ ๐๐ฅ, ๐ ๐๐ฎ๐๐ ๐๐ฃ๐๐ฃ ๐ข๐๐ช๐ฅ๐ช๐ฃ ๐๐ข๐๐ฃ ๐ฅ๐๐ฃ๐ฉ๐ช๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐๐๐ก๐๐ ๐ ๐๐ก๐๐ข๐๐ฉ ๐ฅ๐๐ง๐๐ฃ๐ฉ๐๐ ๐ข๐๐ช๐ฅ๐ช๐ฃ ๐ก๐๐ง๐๐ฃ๐๐๐ฃ.
Kalimat imperatif terbagi menjadi dua, perintah langsung dalam bentuk kalimat perintah dan larangan langsung, juga dalam bentuk kalimat larangan.
Bapak saya, sebagian kakak dan kemenakan ada yang terkena diabetes. Apa yang menyamakan? Harus sangat berhati-hati agar tidak mengalami luka. Menangani dan mengobati luka lebih sulit dibandingkan sebelum terkena diabetes.
Tidak pula mereka mendidik anak-anak agar belajar mengendalikan diri dengan aturan, batasan dan larangan yang jelas. Sebaliknya, mereka setiap hari mencecoki anaknya dengan bergalon-galon gula bernama pujian dan sebutan wah tanpa pijakan kuat.
instagram.com/p/DW2SqByEmcS/โฆ
Mereka lemah bukan karena generasinya. Mereka lemah karena dididik untuk lemah. Orangtua dan pendidik tidak memberikan telinga mereka untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh, memberi umpan balik dan menggembleng mereka.
Sangat bertentangan dengan hal mendasar yang dinasehatkan oleh RasuluLlah ๏ทบ kepada Ibnu โAbbas radhiyaLlahu โanhuma di masa ghulam shaghir (kanak-kanak). Bertentangan pula dengan perintah tarkul โajzi (meninggalkan rasa sial; kelemahan) dalam Shahih Muslim.
Maka wajar jika anak-anak itu rapuh jiwanya labil emosinya dan rentan mengalami masalah kesehatan mental. Bahkan emaknya yang sebelumnya relatif sehat pun sekarang mulai terjangkit kerentanan mental karena setiap hari sibuk dengan luka, luka dan luka.
Sudah begitu, mereka diajari untuk sangat mudah trluka secara mental. Orangtua & guru sibuk menggaungkan luka. Bukan menggembleng mental anak-anak itu sehingga goresan yang mereka alami tidak bermakna luka, melainkan jejak perjuangan layaknya goresan yang dialami pemanjat tebing.
Setiap hari diberi asupan gula dosis tinggi dengan pujian tiada henti, sebutan-sebutan membanggakan yang menjadikan mereka merasa hebat secara instan, sementara fisik dan jiwanya kurang ditempa.
Luka pada penderita diabetes termasuk kerentanan yang memerlukan kehati-hatian. Tetapi semua itu โhanyaโ bersifat fisik. Ada yang rentan secara mental. Siapa itu? Anak-anak yang dibesarkan dengan โpengasuhan diabetikโ.
Namanya Mariana. Lahir dari keluarga Portugis penganut Roman Catholic, kelak ia dikenal sebagai misionaris Kristen yang sangat gigih.
Berbekal pengalaman pribadi selama bertahun-tahun dan riset akademik mendalam, Mariana Tavares menghadirkan perpaduan khas antara narasi spiritual dan analisis ilmiah. Ini adalah kisah tentang menemukan kejernihan dalam iman dan kedamaian dalam pemahaman.
facebook.com/100064427930419โฆ
Di setiap lembar demi lembar buku ini, kita akan menemukan perenungan yang tulus, keraguan yang apa adanya, serta semangat pencarian dari seorang perempuan yang berani mempertanyakan keyakinannya sendiri.




