
Official Twitter of Migrant CARE | Pengaduan kasus buruh migran, hubungi (+62 21) - 27808211 | Email: [email protected]
Jakarta - Kuala Lumpur
Joined October 2011
- Tweets5.1K
- Following587
- Followers8K
- Likes648
Migrant CARE retweeted
(3)
Riset-riset di JP 118 juga diharapkan dapat mendorong kebijakan yang lebih adil dan inklusif, sehingga PPMI dapat berpartisipasi secara penuh dalam demokrasi dan pembangunan Indonesia.
Nantikan riset selengkapnya di JP 118!
Migrant CARE retweeted
(2)
Pada Pemilu 2024 lalu, hak politik elektoral PPMI masih belum sepenuhnya diakui dan terlindungi. Bersama Migrant CARE, Jurnal Perempuan melakukan penelitian mendalam untuk mengungkap bagaimana PPMI kerap termarginalkan dalam proses politik, sekaligus mencari solusi agar suara mereka dapat teramplifikasi dalam proses politik Indonesia di tahun-tahun mendatang.
Migrant CARE retweeted
(1)
Segera hadir, Jurnal Perempuan 118! 🙌✨
Meskipun kontribusi mereka terhadap perekonomian dan remitansi politik di negara kerja begitu signifikan, Perempuan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) masih menghadapi tantangan besar dalam memperjuangkan hak politik mereka.
Migrant CARE retweeted
Di tahun 2024, @migrantcare memantau Pemilu Indonesia di luar negeri khususnya di Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan & perbatasan. Migrant CARE jg memantau Pilkada di daerah basis pekerja migran. Sila baca hasil pemantauan pemilu Migrant CARE disini s.id/MigrantCAREPantauPemilu…
Migrant CARE retweeted
Profil Mugiyanto: Pernah Bilang Prabowo Tak Pantas Maju Presiden, kini Jadi Wamen HAM metro.tempo.co/read/1932682/… #TempoMetro
Migrant CARE retweeted
Berkhianat Menuntaskan Pelanggaran HAM Berat
Sejumlah pegiat hak asasi manusia (HAM) mengkritik pernyataan Menteri Koordinator bidang Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra bahwa peristiwa 1998 bukan pelanggaran HAM berat.
KontraS dan pegiat HAM dari Papua menilai, pernyataan itu sebagai upaya berkhianat dan mengabaikan penuntasan kasus pelanggaran HAM berat.
Meski Yusril kemudian mengklarifikasi, pernyataan itu bisa menjadi pemicu pemerintahan Prabowo Subianto bersikap lepas tangan terhadap penuntasan kasus pelanggaran HAM.
Apakah penanganan kasus HAM di era Prabowo bakal stagnan?
Kini Koran Tempo terbit empat kali sehari. Baca di koran.tempo.co
#korantempodigital #KoranTempo
Migrant CARE retweeted
Penangkapan demi penangkapan aktivis, penggerebegan rumah-rumah yang dicurigai. Thukul terus memantau keadaan. Dia pasti dengar kabar aku ditangkap dan diculik BIN disiksa semalaman untuk ditanya: dimana Thukul?
Migrant CARE retweeted
Luka di mata yang diinjak tentara belum sembuh saat aksi buruh Sritex Desember 1995. Tapi tak bisa menghentikan perlawanan pada kekuasaan yang tiran
Migrant CARE retweeted
Walau dalam pelarian terus menulis puisi-puisi perlawanan menolak kekuasaan yang sewenang-wenang
Migrant CARE retweeted
Pesan untuk anak sulungnya Fitri Nganti Wani yang terus menangis kalau rumahnya didatangi polisi. Trauma sepanjang hayat dikandung
Migrant CARE retweeted
Kegeraman kangmas Thul ketika rumahnya digeledah. Hingga saat ini barang-barang yang diambil aparat belum dikembalikan: buku, lukisan, kaset
Migrant CARE retweeted
Penganti baru itu Alex Irwan dan Nana Edriana. Bulan madu mereka menerima dengan terbuka buron politik #WijiThukul. Aku menemani kangmas 2 hari di rumah baru pengantin baru di kawasan BSD.
Migrant CARE retweeted
Persinggahan di Salatiga. Thukul mampir di rumah sahabatnya DR Arief Budiman dan mbak Leila Budiman. Perkawanan sejati welas asih dan hati yang budiman. Tanpa rasa takut pak Arief menerima persinggahan buronan politk ini. Doaku utk swargi pak Arief. Dan mbak Leila sehat selalu
Migrant CARE retweeted
Puisi ditulis saat Thukul sadar sebagai buron dan dikejar aparat militer. Hidup dari truk ke truk
Migrant CARE retweeted
(1) Puisi ini tentang percakapan mbak Pon dan Thukul. Insting politik mbak Pon sangat kuat dan jitu bahwa Thukul akan jadi sasaran para jendral yang marah-marah
Migrant CARE retweeted
Untuk #melawanlupa peristiwa #27Juli1996, aku akan berbagi 10 puisi #wijithukul setelah dia ditetapkan sebagai buronan politik dan kambing hitam peristiwa tersebut.
Tepat tanggal 16 Juni 2011, saat @ilo menetapkan Konvensi 189/2011 tentang Kerja Layak Bagi Pekerja Rumah Tangga, @wahyususilo menulis artikel di @hariankompas mengenai Jaminan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga migrantcare.net/2024/06/jami… Ternyata kondisinya nggak banyak berubah















