detspace retweeted
SADAR DIPALAK
SADAR DIBAKAR
SADAR DIMISKINKAN
#INDONESIASADAR
detspace retweeted
pernah denger ceramah yg sangat menyentuh:
"antara takdir dan doa mana yg lebih kuat?
sama-sama kuat, takdir adalah kehendak Allah, sedangkan doa adalah kehendak kita, kadangkala Allah mengubah kehendaknya hanya untuk mengabulkan kehendak kita. jadi, jangan bosan untuk berdoa."
detspace retweeted
Sadar dipalak
Sadar dibakar
Sadar dimiskinkan
kalau kalian bakar kami, kalian juga harus ikut terbakar!!
SELAMAT HARI DISUMPAHIN PEMUDA INDONESIA...!!!
28 OKTOBER 2026
PANJANG UMUR PERJUANGAN!!
#DEMO #INDONESIASADAR
detspace retweeted
🎀🇫🇷 #岩立沙穂生誕祭 🇫🇷🎀
32歳の生誕祭ありがとうございました🎂
#岩立沙穂 @yahho_sahho から
みなさんへ感謝のメッセージです💌𐙚₊˚
来年の1月13日に
13期生15周年記念公演も開催決定🎪
これからも #さっほー の
応援をよろしくお願いします💙🩷
detspace retweeted
Sebagai anak, gagal.
Sebagai teman, gagal.
Sebagai pasangan, gagal.
Sebagai manusia, gagal.
Sebagai hamba pun gagal.
Udah ditahap, "nanti malam mati gk ya? Besok pagi mati gk ya?"
Tau, bakal masuk neraka juga karena emg gk pantas juga masuk surga. Terlalu banyak dosa. Tapi bunuh diri juga gk berani. Terlalu gk sopan antar ajal sendiri, nanti Tuhan lebih marah wkwkwk.
detspace retweeted
Serba-serbi kelucuan job market di Indonesia yg aku temui:
1. Job listing tertulis pengalaman min. 3 tahun, tapi undangan interview tertulis min. 5 tahun + pengalaman di MNCs (range gaji under UMR btw)
2. CV dan profil job portal domisili Jawa Timur, tapi undangan interview offline di Jakarta. Pas dinego online bilangnya “kalau gak bisa di waktu itu bisa reschedule” padahal masalahnya di jarak dan ongkos, bukan waktu. In this technology ada yang namanya Zoom, Google Meet, dll.
3. Udah interview offline ke luar kota dan langsung dapet offering malah dinego gajinya jauh di bawah UMR + kerja senin-sabtu + cuti dipotong gaji + unpaid overtime.
4. Ngelamar bagian apa eh ada embel embel cari nasabah dan dapet training trading.
5. Berkas lamaran FC KTP, KK, Akta Kelahiran, SKCK, dan Surat Sehat dari dokter. Setelah dikirim, katanya “maaf lowongan sudah penuh” padahal baru buka kemarin.
6. “Mencari kandidat yang memahami UU Ketenagakerjaan” tapi kerja senin-sabtu 46 jam seminggu.
7. Cari kandidat posisi HR + GA + Finance + HSE. Cari kandidat serba bisa tapi gaji serba seribu.
8. Tahap awal screening CV lolos, lanjut psikotes. Selesai kerjain psikotes, diemail “Selamat anda lolos tahap psikotes, tahap selanjutnya adalah screening CV. Kami akan menghubungi anda.” Screening CV lagi?? Lalu dighosting.
9. HR terlalu merasa jadi Yang Mulia saat interview. Diskriminasi dan mendesak ranah pribadi kandidat saat interview. Cuma kandidat yang butuh kerja pikirnya.
10. Ngelamar posisi apa, ditawarin posisi yang lebih tinggi, tanggung jawab lebih besar, tapi gaji gak ikut naik. Pas ditanya kemungkinan naik gaji, katanya tergantung profit perusahaan.
11. Cari kandidat HRD tapi yang punya background dan pengalaman jadi IT. HRD sekarang ngurusin jaringan??
Dari sini kelihatan masalahnya bukan di pencari kerja, tapi ruwetnya sistem. Oleh keadaan, kandidat dipaksa menerima ketidakadilan karena “gak ada lagi yang lain.” HR untung, perusahaan dapat tenaga kerja murah, karyawan menderita tapi resign = gak makan. Boro-boro nabung dana darurat buat life after resign, tiap hari darurat.
Sehat-sehat WNI.




































