Still can't comprehend why tempat makan di deket Rumah gw pake generative AI buat spanduk2 dan menu mereka. I mean... makanan elu tuh ENAK BANGET dan udh terkenal se-BojongGede
Like kalo elu pake foto asli makanan lu, orang2 pasti lebih pada ngiler...
I love mentally ill folks so much, i hope God (or whoever whatever i guess...) always protect you all
This quoted post is unavailable.
Gw udh beberapa kali batalin janji ketemu sama org, dan org2 mulai concern kalo gw kenapa2. Thank you guys, jujur maaf banget tapi gw ngga kenapa2 kok, gw hanya lagi sibuk 24/7 menjadi Walikota di game city building dengan set waktu zaman victorian
I understand your confusion and angstiness, but first of all, temen2-mu ngga punya kewajiban untuk jawab pertanyaanmu itu. And i recomend you do some research on Filsafat Agama and stuffs, dari Youtube juga gpp kok, Filsafat itu harus accessible utk semua :)
ga ditemenin sama queer religious karena nanya "where is God" termasuk mocking, di sisi lain ga ditemenin queer lain karena masih believing in God. girl where do i sit 😭 #queerbingung
Fuck taste, fuck gengsi, fuck skena, jujur gw enjoy banget sound2 TikTok yang target audiensnya adalah Gen Alpha. Like i listen "Ibu Bilang Pakai Ini Dulu" Daily and imagining myself as Riana The Sacred dikucilkan oleh tetangga2-nya, it's gothic, it's spookie ookie, and IT'S COOL
Bro hampir got the point, but not there yet. Idealisnya, Pemerintah seharusnya menanggung pemakaman sipil dan non-sipil (bukan ngasih duit ya), dan perihal tanah itu bisa ditumpuk (karena kalo soal "subsidi" tanah, gw yakin banget ngga mungkin satu liang hanya untuk satu mayat)
Tentunya pemakaman ini pun tetap harus mengikuti custom budaya masing2. Dan soal lahan tanah, di islam pun diperbolehkan, tentu dibarengi dengan regulasi dan pendataan yg rigid, karena setau gw makam segar ngga boleh ditumpuk sama makam baru lainya
So my autistic older cousin yg selama ini gw urus ternyata nikah siri diem2 tanpa ngabarin gw apa2. Jujur pas denger ini gw stress berat (karena dia masih jadi tanggung jawab gw), but dia ngabarin ke nyokap gw kalo dia diurus sama bininya. Well congrats for finding a Sugar Mommy!
As a dry texter yg udah waras, gw ngga pernah lagi nyiksa lawan bicara gw kaya gini. I can't help with my texting skills issue, tapi gw akan langsung ngajak call atau ketemu langsung, and i can guarantee you that talking with me IRL will never be boring!
Sαɾυɱαɳ𓅱 retweeted
Daftar gym mahal, PT mahal, dokter gizi mahal, buah mahal. Yang accessible emang cuman sayur aja buat serat. Sejauh ini makanan bertepung dan manis lebih terjangkau. Kyak gini aja POLITIK loh
Childhood obesity rates are rising in Indonesia and other low- and middle-income countries, driven by increased consumption of processed foods and limited awareness of health risks reut.rs/4ygehfo
The childhood obesity epidemic: an Indonesian teen's story - News
Ideologically speaking, konsep "Nation" (modern) itu "we are all one, and we are in this together". Kalo udah main "Elo2-an dan Gw2-an" bahkan secara horizontal dan vertikal , berarti "Indonesia" udah ngga relevan jadi "Negara"
temen-temen queer, karena lagi rame soal perpres yang masukin LGBTQ+ sebagai "ancaman negara", gua gak sengaja nemu insight menarik dari anak hukum yang menurut gue penting bgt buat kalian tau
intinya, perpres ini tidak bisa mengkriminalisasi/bikin kita dipenjara ya
sesuai pasal 15 ayat (1) UU no. 12 tahun 2011, ketentuan yang memuat sanksi pidana cuma boleh diatur dalam UU, perda provinsi, dan perda kabupaten/kota which perpres is not one of them
isi perpresnya emang mengkhawatirkan dan patut dikritik but keberadaannya sendiri bukan berarti LGBTQ+ otomatis menjadi tindak pidana ya
jangan sampai panik karena salah informasi ya, love you guys🫶🏻
I'm just gonna reminds y'all again and again, di zaman kekhalifahan, terutama di islamic golden age kekhalifahan abbasiyah, ga pernah ada gerakan homophobic semasif ini, just let that sink in...
This quoted post is unavailable.
Aldi Taher juga tidak peduli kalau teman2nya melakukan money laundering dengan support usaha2 dia secara finansial
Kalau kayak gini mah kelihatan banget kalau:
1. Aldi Taher akan selalu mencari spotlight, tak peduli seberapa hinanya pun, agar dia selalu bisa jualan. Terakhir ya bagaimana dia menghina dina Baskara karena menolak pendiskriminasian berdasarkan orientasi seksual.
2. Aldi Taher tak benar-benar peduli dengan produk yang dia jual. Selama masih ada yang beli dengan asas yang awalnya "kasihan," lalu ke "penasaran," dia akan terus jualan. Dia akan terus berganti produk entah sampai kapan.
Apakah salah? Kalau cuma dari kacamata penjual, ya tidak. Dia hanya mencari cuan sebesar-besarnya, at whatever cost.
Tapi coba lihat dari sisi konsumen. Kemarin baru ketemu ayam goreng yang masih mentah. Ketika burgernya masih ngehype, kesegaran bahan bakunya jadi pertanyaan. Apakah produk seperti ini layak jual dan konsumsi? Tidak.
Kita semua butuh uang, tapi apakah cara mendapatkan uang kita sudah etis?
As a medicated person who no longer thinking about s*icide, skrg gw bahkan ga ngerti apa yg gw pikirkan dulu waktu selalu mau bundir. But that's the point, we who have no tendencies to bundir will never understand, the important thing that we can do is just to be there for them.
The fact that di pernikahan hetero ada konsep "cerai" membuktikan bahwa menikah pun bukan suatu goals akhir, so y'all gays who pusing2 mikirin "buat apa hubungan homosek kalo ujung2nya ga bisa nikah?", you guys just wasting your time mikirin hal yg ga perlu dipikirin....




















