Raaa retweeted
At this point, people really NEED to normalize bed rotting on Saturdays and Sundays. Let yourself rest without feeling guilty. Not every weekend needs to be productive. Sometimes, doing absolutely NOTHING is exactly what you need. You deserve to rest, too.
Aku rasa salah satu hal yang cukup sulit diterima dalam hubungan adalah kenyataan bahwa dua orang bisa saling suka, bahkan saling sayang, tapi belum tentu cocok untuk menjalani kehidupan bersama.
Kadang kita terlalu fokus pada perasaan. Kalau sudah nyaman, punya banyak kenangan, dan merasa sulit membayangkan kehidupan tanpa orang itu, kita jadi berpikir bahwa hubungan tersebut pasti layak diperjuangkan. Padahal, ada hal-hal lain yang juga perlu dipertimbangkan, seperti nilai hidup, kebiasaan, cara menyelesaikan masalah, tujuan masa depan, dan bagaimana masing-masing orang memandang sebuah hubungan.
Love matters, but compatibility matters too. Misalnya, dua orang bisa punya perasaan yang sama, tetapi memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang komitmen, keuangan, keluarga, atau gaya hidup. Perbedaan nggak selalu menjadi masalah, karena kita memang nggak harus sama dalam segala hal. Tapi ada perbedaan yang membutuhkan kompromi, dan ada juga yang menyangkut prinsip penting bagi masing-masing orang.
Menurutku, menyadari ketidakcocokan bukan berarti kita meremehkan perasaan yang pernah ada. Kita bisa mengakui bahwa seseorang berarti buat kita, sambil tetap jujur tentang hal-hal yang sulit disatukan. Sometimes, caring about someone doesn’t automatically mean building a life together is the right choice. Dan menurutku, memahami hal itu bisa membantu kita melihat hubungan dengan lebih realistis, tanpa harus menganggap salah satu pihak sebagai orang yang buruk.
Lately, aku kepikiran satu hal tentang relationship. Menurutku, nggak semua orang yang kita suka harus jadi orang yang kita pilih buat masa depan.
Sometimes, you can genuinely like someone. Kamu suka cara dia ngobrol, cara dia memperlakukan kamu, bahkan hal-hal kecil yang mungkin orang lain nggak notice. But when it comes to building a life together, ternyata banyak hal yang nggak sejalan.
Bisa beda values, lifestyle, cara melihat komitmen, atau hal-hal yang menurut masing-masing orang penting. Dan menurutku, menyadari perbedaan itu bukan berarti kita terlalu picky.
Kita nggak harus menunggu seseorang jadi orang jahat dulu baru boleh merasa dia bukan orang yang tepat buat kita. Sometimes, they're good people, just not our people.
What do you think? Is loving someone enough, or does compatibility matter just as much?
Raaa retweeted
I’m a leaver. I will LEAVE. Anything I don’t like, I’m leaving. This goes for everything in life. I will literally walk away.
Raaa retweeted
if you doomscroll twitter all day of course it looks like the world is ending but if you just get off the internet and go outside you’ll find that the world is actually ending oh god this is it
Raaa retweeted
semisal anies yang jadi presiden dan gabisa nanganin karhutla 4bulan juga bakal gue kritik mampus anjir.
















