Iqbal Darwin retweeted
Sekitar pukul 18.20 WIB, massa membentangkan spanduk besar berisi tuntutan rakyat di Tugu Tani, Jakarta, pada aksi 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Salah satu tuntutannya tentang penanganan karhutla untuk ditetapkan sebagai bencana nasional.
#Watchdoc
Iqbal Darwin retweeted
Kenapa Bekasi dijuluki Kota Patriot?
Darah pejuang itu mengalir di lu pada Beks
Iqbal Darwin retweeted
Pantesan dulu ada yg suka bilang "otak lu ga nyampe" pas kita gak paham2 yg diomongin 😭
Iqbal Darwin retweeted
Para pengecut dan kriminal berseragam.
Rantai komando dan sistem peradilannya lebih pengecut lagi.
Iqbal Darwin retweeted
Ada lagu yang begitu diputer, langsung nge-teleport lo balik ke tahun tertentu , bukan cuma inget lagunya, tapi inget siapa lo waktu itu.
"Terbang" dari The Fly salah satunya.
Buat generasi yang gede di awal 2000-an, lagu ini identik sama sinetron sore, radio kamar kos, atau playlist kaset yang diputer berulang sampe pitanya kusut.
Liriknya sederhana tapi ngena , soal pengen "terbang" bareng seseorang, gapai mentari, ngga mau lepas.
Ngga ada metafora rumit, cuma perasaan mentah yang setiap orang pernah rasain: pengen melampaui diri sendiri bareng orang yang bikin lo berani.
Psikologi nyebut ini nostalgic reverie, lagu lama bukan cuma bunyi, tapi kapsul waktu yang nyimpen versi diri lo yang lebih naif, lebih penuh harapan.
Makanya begitu lagu ini nongol di playlist random, reaksi orang bukan "oh lagu lama," tapi langsung diem sebentar, ngerasain lagi.
25 tahun lebih berlalu, "Terbang" masih nemplok di ingatan kolektif generasi itu.
Bukan karena kompleks, tapi karena jujur.
Iqbal Darwin retweeted
Saya hidup di negeri yang jauh dari sempurna. Tapi ke mana pun saya pergi, Merah Putih selalu di hati. Kendati demikian, saya harus belajar menerima fakta, bahwa cinta yang dibalas dengan penindasan adalah sebenar-benarnya cinta bertepuk sebelah tangan
.
— Puncak Benua Afrika
Iqbal Darwin retweeted
Temen kantor gue, Rendy, mendadak batalin akad nikah 2 minggu sebelum hari H. Padahal baju pengantin udah jadi dan katering udah DP 50%.
Calon istrinya PNS, cantik, dan keluarga mereka udah kenal dekat 3 tahun.
Semua orang ngira Rendy gila.
Tapi alesannya bukan karena ada orang ketiga, melainkan satu lembar kertas rincian gaji yang ga sengaja dia liat di meja calon mertuanya.
Rendy itu tergolong cowok yang lurus-lurus aja. Kerja jadi Senior Graphic Designer di agency tempat gue kerja, gaji 8,5 juta sebulan.
Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Bapaknya udah pensiun dan ibunya ibu rumah tangga. Dari gajinya, Rendy rutin nyisihin 2 juta per bulan buat bantu biaya hidup orang tuanya di kampung.
Posisinya aman, tabungan nikah juga udah terkumpul 60 jutaan hasil dia freelance tiap malam.
Calon istrinya, sebut saja Maya. Maya ini PNS di dinas lokal, gajinya sekitar 5 jutaan.
Selama 3 tahun pacaran, hubungan mereka adem ayem. Maya tau Rendy tiap bulan bantu orang tuanya, dan Maya selalu bilang, "Aku kagum sama kamu yang berbakti sama orang tua."
Rendy merasa beruntung banget nemu cewek yang pengertian. Sampai akhirnya, momen lamaran resmi dan persiapan nikah pun jalan.
Semua biaya pernikahan disepakati bagi dua. Rendy pake tabungan 60 jutanya, Maya dan keluarganya nanggung sisanya.
Seminggu sebelum kejadian, Rendy main ke rumah Maya buat nganterin undangan yang baru jadi.
Maya lagi keluar sebentar beli konsumsi, dan Rendy disuruh nunggu di ruang tamu sama calon ibu mertuanya.
Di meja tamu, ada tumpukan berkas keuangan keluarga Maya yang keliatannya baru selesai dihitung.
Awalnya Rendy ga ada niat kepo sama sekali.
Tapi mata dia ga sengaja nangkep satu lembar kertas korat-coret bertuliskan:
"Rincian Keuangan Pasca Nikah Maya & Rendy"
Ketikannya rapi, bertulis tangan rapi khas tulisan ibu mertuanya.
Rendy iseng baca.
Dan di situlah jantung dia rasanya mau copot.
Di kertas itu tertulis anggaran bulanan rumah tangga mereka nanti.
Gaji Rendy (8,5 jt) dan Gaji Maya (5 jt) dijumlahkan total 13,5 juta.
Lalu di bawahnya ada rincian alokasi:
Cicilan rumah & operasional: 6 jt
Tabungan bersama: 2 jt
Dapur & listrik: 2,5 jt
Jatah bulanan Orang Tua Maya: 3 juta
Jatah bulanan Orang Tua Rendy: 0 (Dicoret merah)
Di bawah coretan angka 0 itu, ada catatan kecil bertulis tangan:
"Rendy harus stop kasih uang ke ibunya setelah nikah.
Beban keluarga Rendy bukan tanggung jawab rumah tangga baru.
Gaji Rendy diprioritaskan buat bantu adik Maya yang mau masuk kuliah."
Rendy gemeteran.
Maya yang selama ini keliatan manis dan "pengertian", ternyata udah diskusiin ini dibelakangnya dan setuju sama ibunya.
Pas Maya pulang, Rendy ga langsung marah. Dia coba konfirmasi baik-baik di mobil.
"May, nanti kalau kita udah nikah, aku tetap boleh kan kirim 2 juta buat ibu di kampung?"
Respon Maya luar biasa dingin:
"Duh, Ren... kita kan mau bangun rumah tangga.
Kamu harus realistis dong. Kebutuhan kita banyak, adekku juga mau masuk PTN. Masa kamu masih mau jatah ibumu?"
Di situ Rendy sadar. Maya bukan "pengertian", tapi cuma nunggu momen yang tepat buat mematikan peran Rendy sebagai anak.
Malam itu juga, Rendy ngambil keputusan paling berat di hidupnya.
Dia hubungi keluarga Maya, minta maaf, dan secara resmi membatalkan pernikahan.
Dia ikhlas rugi puluhan juta uang DP katering daripada seumur hidup harus mengorbankan ibunya demi menanggung keluarga orang lain.
Banyak temen kantor yang awalnya nyalahin Rendy karena dianggap impulsif cuma gara-gara urusan uang.
Tapi setelah Rendy cerita versi lengkapnya, ga ada satu pun yang bisa membantah.
Menikah itu emang menyatukan dua keluarga.
Tapi kalau salah satu keluarga menuntut kamu jadi "pahlawan" buat mereka sambil menyuruhmu jadi "anak durhaka" buat orang tuamu sendiri...
Run. It’s not love, it’s exploitation.
Iqbal Darwin retweeted
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh menjelaskan bahwa Aceh memiliki hak otonomi khusus diantaranya:
- Hak menerapkan Syari'at Islam.
- Hak mengelola migas BERSAMA pemerintah pusat, bukan diatur oleh pemerintah pusat.
- Hak memiliki partai lokal.
- Hak memiliki bendera dan lagu hymne sendiri.
Jadi pelarangan pengibaran bendera Aceh adalah sebuah tindakan melanggar hukum serta provokatif, pelakunya harus dihukum berat karena dapat memicu terjadinya kemarahan rakyat Aceh.
Sudah sepatutnya pemerintah Indonesia menegaskan kepada seluruh aparatur negara baik sipil maupun militer akan hak masyarakat Aceh untuk mengibarkan bendera kebanggaan mereka, bendera yang menjadi ciri khas Provinsi Aceh sebagai wilayah dengan penerapan otonomi khusus.
Iqbal Darwin retweeted
Gue tadi nonton podcast Wendi Cagur sama Adhika Pratama, terus ada cerita dari Arief Didu yang lumayan nyangkut di kepala
Katanya dulu waktu masih baru di dunia film, dia liat Dian Sastro lagi ambil makan di prasmanan. Ya udah dia ikut ambil juga karena ngira emang semua makan di sana
Eh ternyata malah diteriakin sama kru. Katanya makanan itu bukan buat dia dan dia disuruh ambil nasi kotak
Entah kenapa gue ngerasa sedih aja dengernya. Bukan soal prasmanan atau nasi kotaknya. Tapi karena orang yang baru masuk industri malah dapet pengalaman kayak gitu. Padahal tinggal bilang baik-baik juga pasti ngerti
Makanya gue gak heran kalo PH Imajinari sering banget dipuji sama pemain maupun kru. Dari banyak cerita yang beredar, mereka bikin semua orang punya hak yang sama di lokasi syuting. Makan di tempat yang sama, menu yang sama, fasilitasnya juga sama-sama bisa dinikmati. Katanya makanannya enak, ada barista, dan jam kerja juga lebih manusiawi
Hal-hal kecil kayak gini ternyata bikin orang merasa dihargai. Dan menurut gue, rasa dihargai itu gak kalah penting dibanding budget produksi yang besar
Respek buat Ernest Prakasa sama Dipa Andika. Semoga makin banyak PH yang punya budaya kerja kayak gini
Iqbal Darwin retweeted
ada yg udah liat belom? bayi usia 1,6th ditinggal ayahnya buat ngojol. ibunya udh meninggal, jadinya si ayah yg ngurus anaknya sendiri.
tiap ditinggal bayinya main sendiri dan dipantau by cctv sm ayahnya🥲




































