Pinned Tweet
Atlet pro, jadwalnya padat-compact-vertikal-horisontal ada baiknya masak sendiri guna memenuhi asupan nutrisinya sehingga makanan-minumannya jadi sistem penunjang terbaik demi performa fisik level atas.
Asiknya, pemenuhan nutrisinya bisa sangat-sangat SIMPEL. SANGAT.
UTAS.
Yes, kalau lihat fase bertahan ajeg, Persebaya termasuk solid. Termasuk oke untuk menyulitkan lawan bikin peluang & gol.
Tapi, berkebalikan banget dengan fase penguasaan bolanya. Kesulitan banget di 1/3 akhir (kreasi peluang¹⁰ dan....... bikin gol) 😔
Persebaya ini cukup solid dan disiplin loh permainannya. Tinggal konversi peluang jadi golnya aja sebenernya.
Ketimbang Persija, Persebaya punya beberapa peluang yang lebih berbahaya. Sayangnya beberapa penyelesaian belum klinis.
Tapi apakah Persebaya sebenarnya harus lawan tim yang lebih dominan baru secara potensi bisa maksimal? 🤔
Tetapi... Bagaimana kalau, si atlet tetap pengen konsumsi gula dari sembarang sumber? Satu hal yang bisa jadi saran hambel-ku adalah seimbangkan dengan makanan sehat/herbal. Contoh 2 herbal yang OP GG adalah HABBATUSSAUDA (minyak/biji) & DAUN KELOR kering. Segala macam khasiat
Pengumpan cungkil maksudnya incar belakang lini(?) Target rekan yang sprint vertikal(?)
Dari aspek struktur posisional besar, pemosisian teman²nya dalam serangan balik di momen ini BELUM membentuk struktur "aman" untuk gegenpressing; kalau² lawan sukses rebut penguasaan bola.
Ada ruang gede antara pemain² di depan dengan pemain² di belakangnya. Penyebabnya? Beragam. Bisa karena sudah lelah fokus di menit² terakhir, bisa karena efek dari model permainan timnya, bisa juga karena pengaruh struktur rest attack lawan, dll dll.
Untuk: auto kritik & pengingat, pelatih,kawan² pengajar, yang sedang baby sitting, yang parenting anak...... 📝








