Pinned Tweet
Untuk menghadapi dunia yg chaos belakangan ini, kita butuh ketenangan dan kebijaksanaan ala stoic. Dan aku udah buatin rekomendasi filmnya dalam:
“Stoic Cinema: Film-Film yang Menginspirasi Ketenangan dan Kebahagiaan dalam Kesederhanaan Hidup Sehari-hari”
A thread
Jd inget sama video ibu2 yg bahas “Taksonomi Bloom”, dan bilang kalo pendidikan di negara kita tuh msh stuck di level mengingat atau menghafal.
Jd gmn mau punya critical thinking utk ngebedah pesan tersirat sebuah karya seni, org dari awal emang ngga diajarin utk itu.
Jd kita tuh emang di-design biar bodoh trs sm pemerintah. Pendidikan dibuat mahal dan ga merata, gaji guru kecil.
Soalnya kalo kita pinter dan punya critical thinking yg bisa membedah karya seni yg abstrak, nanti mereka kesusahan krn hrs kerja bener dan ngga bisa begoin kita lg.
Critical thinking tuh bkn sesuatu yg didapat sejak lahir, tp hrs dipelajarin.
Akhirnya bisa nonton film 'Eksil' di ubud: cine curious bareng sutradaranya Lola Amaria karena kemaren ngga bisa nonton di bioskop karena tayang terbatas.
Tp ketika film ini tayang dan tdk terjadi apa2 pd narasumbernya, mereka jd berani utk tampil di media2 lain sbg narasumber.
Walau sayang tdk bs tampil di film ini, tp paling tdk film ini bs membuat mereka berani bersuara.
Dunia kapitalis memaksa org miskin utk realistis dan tahu diri. Menjauhkan mereka dari org yg mereka cintai, simply hanya krn mereka miskin. Mereka dianggap tak layak memiliki cinta atau berkeluarga. 😭
pov laki2 miskin jatuh cinta.
kadang bukan gak mau perjuangin bareng2, tp gak sesederhana itu. mungkin ceweknya bisa terima tapi keluarganya gak.
cowok kadang lebih berpikir realistis, kalo nanti nikah sama dia, apa si cewek bakal lebih bahagia? sementara finansial seringnya jadi penyebab utama ribut dalam keluarga.
lelaki hebat itu tak mau mengajak wanitanya hidup susah.
lelaki tidak bercerita tapi berjuang, apa bila perjuangannya gagal maka iya merelakan
melepaskan bukan karena tidak cinta, tapi sadar takut tidak bisa membahagiakan.
kadang bentuk paling indah & puncak tertinggi dari mencintai bukan memiliki, tapi mengikhlaskan 😊
‘Ghost In The Cell’ ini shallow, on the nose, karakterisasinya stereotipikal, dan dialognya scripted bgt. Nontonnya kayak lg scrolling twitter dan baca tweet2 hot takes tentang isu terkini.
Tp tunggu, kok aku malah bisa enjoy nontonnya? 😆😅
#GhostInTheCell
Dialog on the nose itu terasa berbeda sekarang. Seperti ‘Don’t Look Up’-nya Adam McKay, ‘Ghost In The Cell’ jg sepertinya ingin mengkritik oligarki secara terang-terangan, seeksplisit mungkin, tanpa sensor.
“Pokoknya gw mau bacotin elu biar semua org tahu sebusuk apa lu semua!”
















