kmrn adik ku nginep di kos ku semalam, waktu pulang dia sempet tanya "di kosmu gaada hantunya kah"
aku jwb "ada kunti".
akhirnya dia cerita kalo sempet dimimpiin cewe baju putih tdr hadap-hadapan sm dia, mukanya gosong. untung di mimpi doi cuma diem natap doang
dari iseng ikut nimbrung reply di postingan org yg merasa happy krn suaminya tidak ada tuntutan bikin kopi pagi dan membiarkan istrinya istirahat, jadi paham kenapa budaya patriarki disini rasanya sulit sekali dihilangkan 馃槍
beberapa istri di luar sana merasa senang jika melayani suaminya, itu baik dan tdk salah, itu pengabdiannya sebagai istri. tp kenapa disaat ada suami yg merasa harus berbuat baik kepada istri, meringankan beban istri justru dianggap istri tidak layak dan hanya ingin bermalas2 an
yg bikin aku heran disini adalah kenapa bentuk cinta seseorang harus dipaksa dg bentuk cinta org lain. dan di dlm rumah tangga kan ada 2 org, knp hanya berfokus tentang cinta dan pengabdian istri dan tidak melihat juga cinta dan usaha dr suami.