Replying to @steffaniBPM
so i just made a playlist to accompany you during this pandemic open.spotify.com/playlist/5kโฆ
๐ฎ๐ถ๐ข๐ฅ๐ป๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ retweeted
Gue mau ngomong sesuatu yang cukup berat dan jujur di sini.
Tweet pertama ini gue sertai screenshot saldo BCA, GoPay, dan OVO gue. Bukan untuk meminta kalian mengasihani gue, tapi supaya kalian bisa melihat sendiri kondisi finansial gue sekarang.
tolong baca dm ya @IndiHomeCare
mentemen, tolong info apotek / toko alkes yang jual kantong stoma bening dan buka hari minggu ini dong. biasanya ada di apotek yang lumayan gede. makasih yaaa @infomalang
๐ฎ๐ถ๐ข๐ฅ๐ป๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ retweeted
Bayangin, butuh 150 thn buat redesign alat pemeriksaan ginekologi, itu pun oleh engineers perempuan. Ini contoh bias medis.
Tubuh perempuan jarang jadi standar riset & desain. Layanan kesehatan harus berbasis empati, consent, & kenyamanan, jangan paksa perempuan menyesuaikan diri
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
๐ฎ๐ถ๐ข๐ฅ๐ป๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ retweeted
Berita segede ini dengernya malah dari media luar ๐ญ๐ญ๐ญ
malem ini main sama terop di bahari. ada elub frongseh sama pacarnya orang indo. sok2 aku tanya rikues apa, katanya dia cuma tau lagu prancis yauda aku nyanyiin la vie en rose mendadak je parle francais kemeruh pwol trus wong e seneng dadakno wkwkwk
๐ฎ๐ถ๐ข๐ฅ๐ป๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ retweeted
Berisik lah, terus, jangan berhenti Beritakanlah kondisi Aceh terkini senantiasa
Bom Bursa Efek 13 September 2000. Indonesia yang sangat rapuh setelah krisis 1997 dan berusaha menyusun kembali kepercayaan internasional sangat terguncang dengan bom teroris itu. 15 orang mati menjadi potongan kecil.
Gus Dur mengungkap bahwa dalangnya adalah Tommy Soeharto.
๐ฎ๐ถ๐ข๐ฅ๐ป๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ retweeted
Kemampuan menghormati batasan-batasan dan mengendalikan diri itu sebenarnya kualitas dasar manusia.
Tapi seringkali itu yang luput diajarkan ortu ke anak.
Mengunci diri di kamar biar gak 'diganggu', tapi nyelonong masuk kamar anak.
Nyontohin puasa, tapi marah ketika ๐
๐ฎ๐ถ๐ข๐ฅ๐ป๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ retweeted
Orang kalo liat operasi berat kaya operasi pengangkatan tumor atau cangkok jantung selalu dianggap โdiambang kematianโ, tapi perempuan yang sesar malah dikatain โgak mau susah kayak melahirkan normalโ???? Make it make sense.
๐ฎ๐ถ๐ข๐ฅ๐ป๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ retweeted
syahadat, salat, zakat, puasa, haji.
korupsi kok ngambilnya dr yg ada di rukun Islam, masih ada yg belain pula. bottomless hell wouldnโt be enough!
๐ฎ๐ถ๐ข๐ฅ๐ป๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ retweeted
belom kalo udh ngasih anak...
kmrn baca twit yg menampar bgt. angka kematian ibu dan bayi itu ditekan krn teknologi medis yang sudah lebih modern. BUKAN karena kehamilan dan persalinan yang lebih aman. taruhan nyawa ketika hamil dan persalinan itu tetap ada ya.
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
๐ฎ๐ถ๐ข๐ฅ๐ป๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ retweeted
tmn2 yang mendapat ancaman dan butuh perlindungan karena pelanggaran hak digital, @safenetvoice punya kanal pelaporan yang bisa kalian akses lewat aduan.safenet.or.id
mari saling jaga dan lawan infiltrasi data pribadi. semakin ditekan, semakin melawan!
Biang kerok Krisis Ekonomi 1998 yang jarang dibahas adalah Tutut Soeharto.
Saat itu para pebinis, bank, investor sangat menunggu susunan Kabinet Pembangunan VII.
Kalau menteri yang dipilih jenius, mungkin Indonesia masih bisa diselamatkan.
Yang dipilih malah Tutut.
Tutut malah ditunjuk jadi *menteri* dan duduk di dalam kabinet. Ini terjadi di tengah-tengah krisis 1998.
Bukan hanya Tutut. Bob Hasan juga muncul.
Bob Hasan "si raja hutan", oligarki kroni Soeharto yang sudah lengket sejak mereka sibuk merampok hasil perkebunan gula di Jawa Tengah pada tahun 1950an ketika Soeharto masih jadi kolonel, malah ikut ditunjuk jadi menteri.
Posisinya tidak kaleng-kaleng. Bob Hasan ditunjuk menjadi *Menteri Industri dan Perdagangan*. Ini terjadi ketika seluruh industri di Indonesia sedang meledak hancur dan seluruh perdagangan di Indonesia sedang meledak hancur.
Ternyata, Soeharto yang sudah sakit-sakitan, tua, pikun, dan stroke menunjuk Tutut sebagai perwakilan utamanya untuk mengendalikan kabinet.
Soeharto yang sudah sangat uzur dan ringkih tak lagi bisa mengontrol dan mendisiplinkan anak buahnya secara langsung seperti dahulu. Ini sangat meresahkannya, mengingat semua anak buahnya sedang berontak melihat negara yang semakin kacau.
Karena alasan itulah, Soeharto menunjuk Tutut sebagai perwakilan utama de facto nya di kabinet. Hanya anak biologisnya sendiri yang benar-benar Soeharto percayai.
Secara praktis, Tutut sebagai anak sulung dan ketua anak-anak Cendana pun ditugaskan Soeharto untuk menjadi Ahli Negara, seperti Luhut di zaman Jokowi.
Padahal Ahli Negara diharapkan sangat kompeten, jenius, dan berkomitmen dalam menangani krisis ekonomi 1998 dan melakukan berbagai reformasi yang sangat diperlukan.
Ahli Negara jelas tidak boleh hanya fokus menyelamatkan pundi-pundi raksasa kekayaan bisnis pribadi keluarganya sementara seluruh negara roboh dan terbakar.
Efeknya drastis.
Pasar panik.
Kepercayaan semua aktor bisnis domestik dan internasional jatuh.
Ekonomi semakin roboh.
Krisis menggila.
Kebijakan kenaikan harga BBM oleh pemerintah yang sudah tak punya uang langsung memicu demo besar-besaran.
Demo meluas.
Kekacauan.
Konspirasi faksi elite.
Ketegangan.
Penembakan mahasiswa di Trisakti.
Ledakan kemarahan.
Kerusuhan.
Kota-kota besar diduduki massa ngamuk.
Penjarahan.
Pembakaran.
Pembantaian di jalanan.
Jakarta jatuh. Medan jatuh. Solo jatuh. Rakyat ternganga melihat pemerintah kehilangan kendali atas kota-kota besar ini di TV.
Ketua DPR/MPR, Harmoko, terang-terangan mengumumkan di depan parlemen bahwa Soeharto sebaiknya mundur saja.
DPR diduduki mahasiswa.
14 dari 34 menteri mundur massal.
ABRI di bawah Jenderal Wiranto menolak melakukan "Tiananmen" hanya untuk sekadar melindungi cengkram kekuasaan pribadi keluarga Cendana yang rampok dan sia-sia.
Opini Pangkostrad saat itu, yang menganjurkan penumpasan demonstran dengan pasukan militer untuk mengembalikan kewibawaan kekuasaan pribadi keluarga Cendana, kalah dan diabaikan.
Soeharto pun mundur pada 21 Mei 1998. Ia langsung digantikan Habibie hari itu juga pada jam 9 pagi.
4 jam kemudian, laporan-laporan mulai masuk ke Istana bahwa ada pasukan tentara yang bergerak tanpa perintah menuju lokasi Habibie untuk melakukan entah apa.
Kehebohan melanda Istana. Kudeta?
3 jam kemudian, yang muncul adalah Pangkostrad bersama sekelompok kecil pasukan yang membawa-bawa senjata. Ia datang menuntut Habibie untuk memecat Wiranto dari posisi Panglima ABRI, dan dengan demikian, meminta implisit dijadikan Panglima ABRI yang baru.
Alhamdulillah Habibie selamat dan tidak sampai ditembak, diculik, ditangkap, atau dibunuh pasukan tentara apapun. Padahal belum sehari beliau menjabat. Peristiwa ini di kemudian hari dicatatkan Habibie dalam memoarnya.
Besoknya, Pangkostrad saat itu langsung dipecat.
Tutut juga langsung dipecat dan diganti Prof. Justika Baharsjah, Guru Besar Pertanian IPB.
Bob Hasan juga langsung dipecat dan diganti Prof. Rahardi Ramelan, anak buah Habibie sejak masih di industri pesawat.
Ekonomi Indonesia berhasil dipulihkan, meski lewat teori ekonomi yang tidak lazim (ekonofisika).
Tutut dan adik-adiknya sendiri dimaafkan dan kini hidup santai bersama seluruh pundi-pundi kekayaan raksasa yang mereka tumpuk selama 2 dekade kekuasaan ayah mereka.
Kekayaan raksasa ini termasuk hasil rampokan dari ekspor impor pasokan bensin se-Indonesia via Petral dan monopoly cengkeh BPPC milik Tommy Soeharto.
---
Pada tahun 2009, Tommy Soeharto mencoba menggunakan pundi-pundi kekayaan raksasa itu untuk membeli Partai Golkar dan menjadi ketua umumnya.
Ia dikalahkan oleh Aburizal Bakrie yang memasang harga lebih besar yaitu Rp 1 triliun. Aburizal Bakrie akhirnya berhasil membeli Golkar, menjadi ketua umum, dan dari situ mencoba mencalonkan diri menjadi presiden tahun 2014.
Pada Maret dan April 1980, Soeharto melakukan aksi menggegerkan.
Di depan pimpinan ABRI, Soeharto tiba-tiba meracau seperti penjahat super yang bermonolog di film kartun.
Dalam monolog itu, Soeharto mengancam akan menculik dan membunuh anggota DPR/MPR yang berani menentangnya.
Ia mengancam akan menggerakkan tentara untuk melakukan ini, seolah ABRI adalah gerombolan preman sewaan miliknya dan milik keluarganya pribadi.
Saat itu, Soeharto baru saja memulai periode ketiga sebagai presiden.
Masa transisi ke periode ketiga ini sebelumnya didahului aksi mengejutkan Hamengkubuwana IX yang tiba-tiba memutuskan mundur meninggalkan pemerintahan sebagai protes terhadap Soeharto yang semakin lalim dan rampok.
Mundurnya HB IX tidak datang tiba-tiba, melainkan didahului pembantaian massal di Timor Timur pada 1975, terbongkarnya megakorupsi gila-gilaan Ibnu Sutowo pada 1976 di Pertamina, dan pemilu 1977 yang telat setahun dan hanya diikuti 3 parpol.
Berbagai protes terhadap tren otoriter ini dibungkam. Ikrar Mahasiswa 1977 yang menolak pencalonan kembali Soeharto untuk periode ketiga ditumpas. Kampus ITB diserbu dan diduduki pasukan tentara.
Tren otoriterisme ini memuncak pada dua monolog aneh yang diberikan Soeharto di markas Kopassus (dahulu Kopassandha) di daerah Cijantung, Jakarta dan di musyawarah petinggi-petinggi ABRI di Pekanbaru.
Secara praktis, monolog dimaksudkan sebagai perintah terhadap para komandan tentara yang berkumpul. Perintahnya adalah supaya tentara kembali menculik dan membunuh seperti zaman 1965-1967 apabila situasi yang mengharuskan kembali muncul.
Crash out "culik dan bunuh" mengerikan Soeharto jelas tidak lazim keluar dari mulut seorang kepala negara.
Skandal mengejutkan ini mengundang kesedihan dan keprihatinan mendalam dari berbagai tokoh negarawan seperti A.H. Nasution, Ali Sadikin, Muhammad Natsir, Sjafruddin Prawiranegara, Burhanuddin Harahap, dan berbagai tokoh lainnya.
50 orang negarawan yang berhasil terkumpul kemudian menandatangani surat petisi kepada DPR/MPR supaya dibentuk suatu komisi parlemen untuk menginvestigasi monolog yang tak wajar dan sewenang-wenang itu. Apalagi, yang diancam dibunuh adalah anggota DPR/MPR.
Mendengar aksi para penandatangan petisi, ternyata Soeharto sangat marah meledak-ledak. Intel rezim langsung turun. Semua orang yang menandatangani diteror dan ditindas habis-habisan hingga ke depan rumah dan ke dalam rumah mereka.
Misalkan A.H. Nasution, secara praktis bapak pendiri institusional ABRI, dilarang untuk bahkan datang ke kondangan atau pemakaman keluarga teman-teman seperjuangannya tanpa restriksi ketat. Pahlawan nasional ini dihinakan, diperlakukan seperti eks tapol PKI, dan dikucilkan.
Ketika keluarga Nasution ingin berlibur ke Singapura, Nasution dicekal. Ia terpaksa gabut menunggu di Batam dengan dipelototi intel sedangkan keluarganya berlibur di seberang selat.
Anak Nasution yang berprestasi cemerlang sebagi pilot pesawat tempur ikut dicekal. Karirnya buntu. Bukan hanya Nasution yang diperlakukan seperti PKI oleh Soeharto, melainkan juga keturunannya.
Nasib serupa menimpa mantan Gubernur Jakarta Ali Sadikin yang kepopulerannya sangat ditakuti dan dicemburui Soeharto, juga berbagai tokoh lain yang menandatangani petisi 50 itu. Mereka semua diperlakukan seperti eks tapol PKI.
๐ฎ๐ถ๐ข๐ฅ๐ป๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ retweeted
Replying to @mahakersa
Si Kom0 bukan ciptaan Kak S3t0. Dia datang ke sebuah workshop seorang seniman yang sedang membuat project ini. Seniman ini adalah pencipta muppet pertama di Indonesia. Kak S3t0 datang dan meniru konsep ini termasuk karakter si Kom0 dan lagunya. Kasus ini masuk media -contd
๐ฎ๐ถ๐ข๐ฅ๐ป๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ retweeted
Fakta bahwa ibunya Aurelie udah minta tlg Kak SETO 4 kali tapi ttp gak digubris.
Ya ampun ternyata ka seto gak sebaik yg kita kira guyss, red flag juga yaa..
Tambah emosi lagi, giliran anaknya Ferdy Sambo dia belain ๐ญ๐ญ
Definisi โgak ada duit gak jalanโ
๐ฎ๐ถ๐ข๐ฅ๐ป๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ retweeted
Replying to @_riverheaven @qwerty21103
tidak dilarang lagi sejak 2020
๐ฎ๐ถ๐ข๐ฅ๐ป๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฏ retweeted
Tujuh anak muda yang bersolidaritas atas kematian Affan Kurniawan menghadapi jerat UU ITE, sementara para ibu setia datang ke pengadilan menyemangati anak-anaknya.
bandungbergerak.id/article/dโฆ






























