teewseat retweeted
PRABOWO KONTOL!!!!!!!!!!! GAK DIBOLEHIN IMPOR DARI JEPANG LAGI KAYAK TAHUN 2021-22!!!!!! EMANG NI GENDUT MO NYA APAAN SIH?! NEGARANYA KAYAK UDAH DIJAJAH ISRAEL PULAK!!!!! UDH PEMERINTAHNYA ASU!!!!! PAK BOBBY DI SURUH GA DIBOLEHIN EMANG KAYAK KONTOLL, PRESIDEN BACOT!!!!
teewseat retweeted
UPDATE KASUS ISPA DI P4PUA ⚠️⚠️
Kasus ISPA di Mimika, P4PUA Tengah Mencapai 81.000 😭💔💔
teewseat retweeted
pantes pas awal debut tuh banyak yg susah bedain 09z ini 😭 PLEK KETIPLEK BGT BNRN UPIN IPIN YA KALIAN 😭🤏🏻
teewseat retweeted
MENGABARKAN DARI PAPUA SELATAN ‼️
BAHKAN POHON SAGU PUN TURUT TERBAKAR! 💔
#AllEyesOnPapua #AllEyesOnKarhutla #INDONESIASADAR
teewseat retweeted
Dari semua foto jokowi di persidangan, dan foto foto kesedihan semua pejabat di persidangan, masih belum ada foto yang sesedih foto ini di persidangan !!
Kasus Nenek Asyani (alias Bu Muaris, 63 tahun) dari Situbondo, Jawa Timur, terjadi pada tahun 2015.
Kasus ini sempat menyita perhatian publik karena dianggap sebagai contoh ketidakadilan hukum ("tajam ke bawah, tumpul ke atas")
teewseat retweeted
ORANG TUA BIADAB!!!🤬
seorang anak yg masih kecil diduga di tendang oleh ibu nya sendiri kejadian di Kabupaten Ketapang, Kalbar
apapun alasannya tidak membenarkan untuk menyakiti anak kecil!!!!!
teewseat retweeted
-PRAMOEDYA ANANTA TOER-
(6 Februari 1925 – 30 April 2006) atau yang akrab disapa "PRAM", adalah salah satu sastrawan paling berpengaruh dan novelis legendaris dalam sejarah sastra Indonesia modern.
Lahir di Blora, Jawa Tengah, ia menjadi saksi sekaligus pencatat kritis era kolonial Belanda, pendudukan Jepang, masa revolusi kemerdekaan, hingga rezim otoriter Orde Lama dan Orde Baru.
Sepanjang hidupnya, Pram melahirkan lebih dari 50 karya yang telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa asing, menjadikannya satu-satunya penulis Indonesia yang berkali-kali masuk dalam nominasi Nobel Sastra.
Sebagai figur penting dalam dunia literasi dan pergerakan, profil singkat Pram mencakup beberapa aspek utama:
1. Masa Tahanan dan Pembuangan di Pulau Buru
Kehidupan Pram penuh dengan represi politik karena tulisan dan pandangan sosialnya yang dianggap membahayakan penguasa.
• Era Kolonial & Orde Lama: Ia sempat dipenjara oleh Belanda selama masa revolusi kemerdekaan dan ditahan pada akhir masa pemerintahan Sukarno.
• Rezim Orde Baru: Pasca-peristiwa 1965, Pram ditangkap dan menjadi tahanan politik tanpa pengadilan selama 14 tahun. Ia diasingkan ke Pulau Buru (1969–1979) dan menjalani kerja paksa dalam kondisi memprihatinkan.
Setelah dibebaskan, ia tetap menyandang status tahanan rumah dan tahanan kota hingga akhir 1990-an.
2. Lahirnya Mahakarya Tetralogi Buru
Di tengah keterbatasan, kekerasan, dan larangan menulis di Pulau Buru, Pram memanfaatkan ingatan dan tradisi lisan untuk merangkai cerita kepada sesama tahanan sebelum akhirnya menuliskannya di kertas semen bekas.
Dari sinilah lahir mahakaryanya yang paling monumental, yaitu Tetralogi Buru:
• Bumi Manusia (1980)
• Anak Semua Bangsa (1980)
• Jejak Langkah (1985)
• Rumah Kaca (1988)
Novel-novel tersebut mengisahkan perjuangan tokoh MINKE, seorang intelektual pribumi yang menantang feodalisme dan kolonialisme Belanda.
Di Indonesia, buku-buku ini sempat dilarang beredar dan dibakar oleh rezim Orde Baru karena tuduhan menyebarkan ideologi terlarang.
3. Karya Penting Lainnya
Selain Tetralogi Buru, Pram sangat produktif menulis novel sejarah, biografi kritis, serta kumpulan cerpen yang berfokus pada martabat manusia dan kritik sosial:
• Keluarga Gerilya & Perburuan: Novel awal yang menangkap psikologi masyarakat di tengah perang kemerdekaan.
• Gadis Pantai: Novel pilu yang diangkat dari kisah nyata neneknya mengenai penindasan feodal kaum priyayi terhadap perempuan desa.
• Arus Balik & Arok Dedes: Novel sejarah epik yang menjadi kritik alegoris terhadap perebutan kekuasaan.
• Panggil Aku Kartini Saja: Biografi kritis yang membedah pemikiran radikal R.A. Kartini menentang feodalisme.
• Nyanyi Sunyi Seorang Bisu: Catatan nonfiksi personal berbentuk surat-surat berisi penderitaan dan refleksi kemanusiaan selama diasingkan.
4. Penghargaan Internasional
Meski karyanya sempat disenyapkan di tanah air sendiri, dunia internasional memberikan penghormatan tinggi atas konsistensi Pram dalam menyuarakan keadilan.
Ia menerima berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya
1. Ramon Magsaysay Award (1995)
2. UNESCO Madanjeet Singh Prize
3. Fukuoka Cultural Grand Prize (2000).
Pramoedya Ananta Toer wafat di Jakarta pada usia 81 tahun, meninggalkan warisan literatur tak ternilai yang terus menginspirasi generasi muda untuk berani berpikir kritis dan melawan ketidakadilan.
Se-PRAM apa kamu disituasi sekarang?
teewseat retweeted
GUYS NAIKIN BERITA P4PU4 YA ‼️
#AllEyesOnPapua
































