Replying to @terbangzigzag
Berdasarkan tweet-mu yang penuh humor santai, kritik politik tajam, dan bio "suara sapi, mo mo mo", Patronus-mu kayaknya seekor sapi. Lembut tapi tegas, suka "moo" lantang kayak opini-mu soal sepak bola dan isu global. Zigzag terbangnya? Itu bonus energi! 😄
I WISH I KNEW HER EARLIER retweeted
Remember that Arsenal sacked their 22-year kit man Mark Bonnick for saying, “Let children not be killed in Gaza.”
This is not only a reminder; Bonnick has filed a lawsuit against the club and the hearings are expected to begin soon. We must show solidarity with him.
bisa jg kebobolan
🚨🇪🇺 ARDA GULER GIVES REAL MADRID THE LEAD AGAIN! WHAT A FREE KICK!
Bayern Munich 1-2 Real Madrid.
teapaw.org/spacegalaxytopy/status…
I WISH I KNEW HER EARLIER retweeted
I don’t often call out accounts but this Indonesian woman is a clear and obvious Zionist living amongst us.
Indonesians should be careful about Zionist infiltration of their country.
dah paham sekarang kenapa orang ga suka fans Arsenal? 😂😂😂 kek gini contohnya
I WISH I KNEW HER EARLIER retweeted
Duh, illustratornya pernah jadi buzzer PDIP dan sawit baik. Jadi males
Siapa yang tiap baca Madilog langsung pusing, bingung, bahkan sampai asam lambung ikut naik? 😭
Tenang, kamu nggak sendirian kok!
April 2026, Bentang bakal nerbitin Madilog dalam Gambar! buku ini bukan pengganti, tapi jembatan sebelum baca buku yang asli.
Visualnya cakepppp dan pastinya gampang dipahami!
No more pusing-pusing pokoknya👍
I WISH I KNEW HER EARLIER retweeted
statement “jangan nikah atau punya anak kalau miskin” itu classist dan dehumanizing. kekhawatiran dan standar pribadi lo gak seharusnya dipaksakan ke orang lain, apalagi dalam hal yang halal. definisi “mampu” juga beda-beda, gak bisa diseragamkan dan gak ada titik akhirnya, rezeki juga gak selalu stabil.
kebayang ada keluarga sederhana bonceng tiga naik motor, main ke alun-alun, makan batagor di rumput sambil ketawa-tawa. lalu anaknya mulai besar dan baca kalimat “orang tuamu seharusnya tidak punya anak karena miskin” atau “bapak lo seharusnya gak nikahin ibu lo” di internet. selama ini dia punya prasangka baik dan kenangan hangat, tapi beberapa kalimat bisa meruntuhkan itu semua, bahkan mengubah cara dia memandang orang tuanya sendiri. hati orang tua mana yang gak hancur, seakan yang dihitung cuman uang, bukan cinta, usaha, dan pengorbanan mereka selama ini. yang gue percaya, any sane parent would want the best for their child, life also doesnt always go according to human plans, there are things beyond our control that cant be reduced to rigid standards.
semua ini bukan berarti kita menolak ikhtiar perencanaan yah, tapi menyederhanakan nilai manusia hanya dari finansial itu gak adil buat buat gue. so please, maybe we can be more careful with our words, cobalah lebih berempati. di balik setiap keluarga, pasti ada usaha, cinta, ceritanya masing-masing yang gak keliatan buat lo, jangan lah direduksi jadi duit, duit, duit









































