men are disgusting 🤮
Wah, postingan saya soal "dosa kecil" gak nyangka rame banget. 😅
Ini obrolan man-to-man ya. Hati2 kalau sudah usia mencapai 40an, dengan ekonomi yang sudah mulai mapan.
Godaan akan datang, bahkan di saat gak dicari. Bawahan di kantor, rekan bisnis, klien, asisten rumah tangga. Apalagi kalau Anda nyari api sendiri, dengan nongkrong di klub, karaoke, main padel, golf, dll.
Makanya, yang saya sebut dengan "dosa kecil" (mancing, ngegame, hobi bola, lari, dll) adalah untuk membuang energi berlebih, biar gak nongkrong gak jelas.
Sukur2 kalau punya hobi positif. Tapi gak punya hobi positif pun gpp, yang penting energi tersalur.
Dan yang kedua, sebisa mungkin imunisasi diri dari godaan2 spek LC, ani2, dll. Saya tahu ini sulit, apalagi yang memang pekerjaannya dekat dengan dunia semacam ini, misalnya sales dan biro iklan.
Kritik soal ijab kobul emang agak sulit dibahas soalnya berkaitan sama agama, ga bisa diubah
Tp pembahasan utk paham bahwa ijab kobul bukan semata2 transaksi jual beli dr ayah ke suami dengan mas kawin boleh bg digalakkan
Biar istri tidak dianggap benda tp manusia
Replying to @AlviantoAnnas @myriadsfandom
jadi ya kritik kalian sia-sia kalo gak ambil jalan yang diambil lenin dulu soal agama. dengan kalian mengatakan hal seperti ini aja gw ragu akan gimana caranya kalian nyeimbangin hal ini.
nasikepal🍚;; retweeted
“nyanbung diajak diskusi”
Berapa banyak sih laki-laki yang nyambung diskusi soal ketimpangan gender? Soal prevalensi kekerasan di perempuan dan anak? Soal femisida?
Berapa banyak laki-laki yang mau denger soal pengalaman perempuan tanpa punya niat hati nimpal make ceramah?
nasikepal🍚;; retweeted
Jabang bayi dibela habis-habisan, tapi solusi soal nafkah anak luar nikah malah “makanya jangan seks bebas”
Cowo tu klo kerja sm bosnya disuruh ngangkang ya ternyata
🥲🥲
Replying to @rendpuspita
Tapi melayani bos sampe ngangkang ngangkang kek budak boleh dong... "Iya bosss... Asiiiaaappp... Mau pake gula kopinya bos?? Oh harus ganti baju yg lebih seksi ya?? Ok bos... Asiiiaaapppp" 🤣🤣🤣🤣🤣
Somehow
Laki laki yg memutuskan poligami tu beda tipis antara percaya diri sesuai kemampuan atau sombong merasa dirinya mampu lebih dari ini
nasikepal🍚;; retweeted
Mas Faris, sudahkah kamu membaca novelnya?
Tweet masnya:
"Opini ga bermutu siapa sih ini? Bisa dibalik juga..."
dan ada juga di kolom reply:
"Kesal sih, masak ibu, nenek, istri, sama adik saya seakan disamakan pelacur? Opini sampah betul2 deh"
itu reaksi yang terlalu personal. Kamu tuh nggak lagi kritik bukunya, tapi tersinggung dan langsung ngecap "sampah" tanpa konteks.
Novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi itu bukan opini murahan. Ini karya sastra yang menyibak realitas yang telanjang. Realitas patriarki yang kejam, di mana perempuan, khususnya yang miskin dan tak berdaya, dipaksa menjual tubuhnya dalam berbagai bentuk.
Nah, semua itu digambarkan lewat kisahnya Firdaus, perempuan yang sepanjang hidupnya jadi korban kekerasan seksual berlapis: dilecehkan keluarga sendiri sejak kecil, suami yang abusif, orang-orang "baik" yang bantu dengan modus jahat, sampai akhirnya dia jadi pelacur dan bunuh germo.
Firdaus nih bukan cuma "curhat sebagai korban". Lewat monolognya, dia sampai pada kesadaran pahit:
"Semua perempuan adalah pelacur dalam satu atau lain bentuk."
"...dan bahwa tubuh yang paling murah dibayar adalah tubuh sang istri."
Ini tuh bukan hinaan sembarangan, apalagi ke ibu/nenek/istri/adik masnya.
Ini adalah kritik sistemik terhadap pernikahan dalam masyarakat patriarki yang menjadikan perempuan sebagai properti laki-laki, tanpa bayaran, tanpa pilihan, dan dengan kerja kasar seumur hidup.
Mas sudah baca novelnya belum? Kalau cuma lihat kutipan doang, ya wajar tersinggung.
Tapi novel ini dibangun dari kisah nyata Firdaus yang diwawancarai El Saadawi di penjara. El Saadawi itu memang seorang feminist radikal asal Mesir, dia sengaja pakai suara Firdaus untuk mengekspos bagaimana kejamnya sistem patriarki memaksa perempuan ke posisi itu.
Dari kritik sastra feminis, kenapa novel ini penting?
Pertama, novel ini tuh kuat banget. Ia melihat patriarki sebagai akar masalah utama yang mengontrol tubuh dan seksualitas perempuan. Pernikahan tradisional digambarkan sebagai bentuk "perbudakan" yang paling murah, sementara prostitusi justru memberi sedikit agency (bisa tolak pelanggan, bisa tentuin harga). Firdaus memilih "bebas" sebagai pelacur daripada istri yang terikat. Ini kritik langsung ke sistem keluarga dan pernikahan yang sering melindungi laki-laki.
Kedua, novel ini memberi suara ke yang tak bersuara (subaltern dan intersectional), di mana Firdaus adalah perempuan miskin, korban kekerasan, pelacur, dan tahanan. Novel ini justru bagus karena kasih platform ke pengalaman yang biasanya dibungkam. Bukan cuma soal gender, tapi juga kelas dan budaya.
Ketiga, adanya realitas yang telanjang versus idealisme. Banyak orang, mungkin termasuk kamu, marah karena merasa anggota keluarganya "disamakan dengan pelacur". Padahal novel ini tuh justru menunjukkan bahwa dalam sistem yang rusak, banyak perempuan dipaksa berada di posisi itu, baik secara harfiah maupun metafora.
Bukan berarti semua istri atau perempuan adalah pelacur, tapi sistemnya yang bikin tubuh perempuan selalu "dijual" dengan harga berbeda.
Reaksimu itu terlalu personal, itu bukan alasan buat ngecap seluruh novel sebagai "opini sampah". Sastra yang bagus justru sering bikin kita tidak nyaman karena menyentuh kebenaran pahit yang kita hindari.
Kalau semua karya yang bikin tersinggung langsung disebut sampah, maka kritik sosial lewat sastra nggak akan pernah ada dong.
Novel ini bukan buat bikin orang bahagia atau validasi pernikahan bahagia. Ia sengaja buat kita lihat realitas yang telanjang bagi perempuan yang kalah dalam sistem patriarki. Dan karena hal itu lah yang bikin novel ini kuat dan penting sampai sekarang.
Kalau kamu memang mau kritik, kritik isinya secara utuh setelah baca novelnya dulu. Bukan cuma dari satu-dua kalimat yang bikin kamu emosi terus tiba-tiba ditarik ke sentimen pribadi, mas.
Betul sih, tapi klo istrinya tau dan ga ridha ya tinggal panen dosa aja tiap hari
Dosanya bukan dari poligaminya tp dr dzalim ke istri
Kasian bgt anak perempuan beliau
Mantunya gila nnti cuma dibilang, sabar nak istrinya firaun aja masuk surga :)))))))))))
Replying to @Mangga1111
Itulah mengapa penghuninya banyakan perempuan..
Itu keniscayaan bukan tipuan.
Cuma masalahnya, siapa saja yg terdaftar di waitinglist itu. Apakah kalian mau seperti itu?!
Bertobatlah dan bermusabahahlah.
Karena istri firaun saja bisa masuk surga.
Ya klo melihat anak sebagai aset tentu akan berpikir demikian
Replying to @hanan052020 @stafsusthe2
kemajuan pola pikir manusia jaman now, temen dekat gw, punya anak 3 yg kecil laki²
pewaris marga udah dapat, inisiatif temen gw melakukan vasektomi
ga lama stlhnya, anaknya laki² dia malah meninggal dunia
akhirnya setress ga menentu sampe skrg
nasikepal🍚;; retweeted
Sadar g sih sebenernya yg ngajarin perempuan buat generalisir bhw semua laki jahat, laki pemerkosa, itu laki sendiri?
Tiap kelar rumah pasti aja ada laki2 yg bilang:
“jangan kluar malem2 bahaya”
“jangan pke baju yg abc nanti menggoda”
“klo kluar harus ditemenin laki biar aman”
Replying to @justerfo @inganggita
eh tolol ga nyambung. yg merkosa laki lain, yg disalahin laki yg tidak dikenal di medsos.
nasikepal🍚;; retweeted
Gimana kalau kita menerjemahkannya begini,
Nafkah tuh kelebihan yg Allah berikan kepada laki-laki. Privilege yg jadi "jalan pintas" buat dapetin tiket surga
Sama kek hamil, melahirkan, menyusui. Jalan pintas buat perempuan biar dapet tiket surga
nasikepal🍚;; retweeted
Gue gak peduli agama lu ngajarin apa.
Tapi KORBAN PERKOSAAN ITU BUKAN AIB.
Korban sudah cukup menanggung beban dari pemerkosaan fisik.
Please stop memerkosa ulang pikiran korban dengan membuat kami merasa malu, kotor, najis, cacat, ternoda, buruk, dan semua konotasi negatif lainnya.
Stigma kayak gini harus diberantas, supaya gak ada lagi korban yang diam karena takut diadili pandangan masyarakat.
Karena semakin diam para korban, semakin bebas melenggang para pelakunya dan semakin merajalela pelecehan dan pemerkosaan.
Kalo sampe di sini masih ada yang ngerasa “Tapi kan emang aib” atau kalimat sejenisnya, gue cuman punya satu kalimat buat lu:
GO FUCK YOURSELF 🖕🏻
This Post is from a suspended account. Learn more
Aku paham emang si op tidak melampirkan background si cewenya
Tp punya pekerjaan, paham agama, dan ga kasar aja disebut sempurna????
Apa ga kerendahan standar sempurnanya?
nasikepal🍚;; retweeted
Betul, terlalu banyak dari kalian yang "nggak ngapa-ngapain". Tongkrongan bikin guyonan melecehkan perempuan nggak ditegur, ada yang nyebarin video tanpa persetujuan dibiarin, diam saat ada yang ketahuan jadi pelaku KDRT, dan berbagai "nggak ngapa-ngapain" lainnya. You all suck.
nasikepal🍚;; retweeted
Ini sama dengan pola pikir banyak orang Indonesia terkait lalu lintas / kendaraan; Banyak cowok yang ugal2an / gak jelas saat bawa motor / mobil, tapi orang ga mikir "ah dasar cowok", tapi kalo cewek nyetirnya jelek, langsung dipikirnya "wow cewek emang jelek pas nyetir"
Berapa kali lah kita dengar video bapak2 nyerempet lalu gak mau kalah? Atau ngotot lewat jalur bus? Atau ngelawan arah? Orang ga mikir "ah bapak2 emang ga bisa nyetir"; Kalau ibu2 yang lakuin langsung mikirnya ke arah gender



























