᙭EᖇOᖴIᒪI retweeted
nemu kata-kata cantik banget:
“dari semua keterlambatan yang ada, semoga kita tidak terlambat mensyukuri apa yang sudah ada selagi semuanya masih ada.”
᙭EᖇOᖴIᒪI retweeted
ternyata, gue gapernah bener-bener benci sama seseorang, sesakit apapun lukanya hati gue akan selalu memaafkan hal itu, “MY EMPATHY ALWAYS WIN!”
Eksistensi dukun english itu bisa jadi stimulan timbulnya ungkapan "Die Religion ist das Opium des Volkes" karena ngebuat mereka yg frustrasi harus membayar sejumlah nominal untuk sebuah "keselamatan" hehehe
Ini akun cewe? Keren juga ada cewe yg mau berbagi cara untuk perkosa cewe lain 🤙
Mbanya alumnus gunung Kawi kah?
You’re unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
᙭EᖇOᖴIᒪI retweeted
MAKANYA KELUAR DARI GOA
2008 kasus Sri Rumiati, 2016 Mutmainah mutilasi anak 1 tahun, 2024 aning penggal ponakan.
Kejahatan bisa dilakuin siapa aja ga liat gender, cewek/cowok kelakuannya bisa kyk iblis.
Kutuk perbuatannya, kutuk orangnya bukan gendernya
Gitu aja ga msuk otak lu
Emang fun fact-nya banyak type-B yg jd "orang hukum" tuh sebenarnya cuma modal kuat ngebacot dan muka tembok aja sih. Liat aja tuh si Galileo yg ga perlu diragukan skill ngebacot dan ngelesnya
Ada laki², yg udah bapak², tp malah ga paham gimana bahayanya jd laki yg dituduh dan difitnah aja udah aneh. Trs dgn gampangnya kau ngebacot "...kalo ternyata salah, ya keberpihakan berakhir". Emang agak laen kau!
Gw lebih baik salah memihak ke "korban" daripada salah membiarkan korban beneran menjadi sendirian.
Posisinya mudah kok. Begitu Shifa ketauan emang punya "fetish" untuk dicatcall, ya keberpihakan berakhir. Ini bukan kali pertama kok gw salah "memihak" ke korban. Gw bisa pastikan juga bukan yang terakhir kalinya. Belajar dari yang udah-udah, lebih banyak korban benerannya dibandingkan "korban" modelan Shifa. Gw tidak akan meminta maaf untuk stance gw.
Lalu gw dituduh cuci tangan. Pertanyaan gw, cuci tangan dari apa? Gw tidak ada keterlibatan personal dengan SiD, Shifa, Mulya, dan semua yang ada di urusan donasi dan catcalling.
Soal donasi, di dalamnya betul ada Shifa, tapi tak cuma dia. Ada Mulya juga, kan? Sayangnya banyak yang masih menganggap bahwa Shifa pelaku tunggal, padahal SiD itu diisi oleh banyak orang. Thus, gw cecer SiD sebagai satu entitas, bukan cuma ke personilnya.
Akuntabilitas keduanya yang perlu dikejar. Keduanya berkaitan, betul. Tapi tetap keduanya adalah dua objek terpisah yang bisa dibahas tanpa dicampuradukkan.
᙭EᖇOᖴIᒪI retweeted
Jika orang yang kalian deketi menceritakan masalalunya sampai membuat dia trauma, ingat kamu korban selanjudnya.
Pada dasarnya manusia punya nurani untuk peduli. Mempertanyakan (menegur) hal kecil di luar kewajaran (perempuan dalam kesendirian di tempat sepi) tuh menandakan orang tersebut punya empati. Kalo emang hasil didikan nirempati ga heran sih outpunya jd woke kek kau
Tujuan utama para Feminazi sudah berhasil ya? Hahaha
Tujuan mereka tuh emang supaya perempuan yg baik2 aja ga berani tegur sapa duluan jd lebih "dijauhi" laki2. Krn most of those Feminazi bitjs emang semurah itu utk berani menggatal duluan ke lelaki. Ya ngurangin saingan lah
Setiap gw ngojek malam, klo ada perempuan sendirian atau sedang berjalan di tempat sepi gw gk bakalan negor atau nanya2.
Bukan karena apatis, tp takut di cap pelaku cat calling atau KS.
Sering jg dpt penumpang perempuan yang tiba2 di jalan nangis. Gw bakalan cuek aja, gk bakalan kepo what shes crying about.
Gw gk benci kok sama org lain, cuma jaman skrng mah apa aja bisa dipelintirin.
Semenjak kejadian viral shifa ini kita semua bisa jadi korban. Korban konten apaapun dilakukan demi insight dsb.
Who cares if someones hurt as long they got the fame. Damn
᙭EᖇOᖴIᒪI retweeted
Sebagai anak, gagal.
Sebagai teman, gagal.
Sebagai pasangan, gagal.
Sebagai manusia, gagal.
Sebagai hamba pun gagal.
Udah ditahap, "nanti malam mati gk ya? Besok pagi mati gk ya?"
Tau, bakal masuk neraka juga karena emg gk pantas juga masuk surga. Terlalu banyak dosa. Tapi bunuh diri juga gk berani. Terlalu gk sopan antar ajal sendiri, nanti Tuhan lebih marah wkwkwk.
Aku juga ga ikutan bimbel (mau yg murah atau mahal), ga beli buku bank soal, dan ga persiapan gimana2 pas mau SBMPTN 😅
H-Sebulan aja aku malah naik Kerinci, bahkan H-5 hari aku liburan ke Danau Toba. Pas hari H, peserta ujian pada baca2 buku, aku malah main techdeck 🙃




















