
ALT Anies Baswedan berdiri berbicara di hadapan ratusan mahasiswa dan diaspora Indonesia yang duduk berdesakan di tangga dan pelataran batu Old College, University of Edinburgh. Di belakang mereka tampak gedung batu bergaya klasik dengan pilar, jendela lengkung, dan papan Talbot Rice Gallery.

ALT Pemandangan lebar halaman dalam Old College, University of Edinburgh, saat sore. Anies Baswedan berdiri di tengah pelataran, dikelilingi peserta yang duduk melingkar sambil merekam dengan ponsel. Di latar belakang terbentang taman rumput hijau dan gedung kampus dengan kubah yang tersinari cahaya matahari sore.

ALT Anies Baswedan berdiri di aula Guildhall, London, tersenyum sambil memegang bingkai panjang berisi sertifikat Freedom of the City of London. Sertifikat itu bertulisan kaligrafi dengan segel merah. Di belakangnya tampak langit-langit lengkung batu, jendela-jendela tinggi, dan lampu gantung bercahaya jingga.

ALT Anies Baswedan dan Fery Farhati berdiri berdampingan di depan dinding batu bangunan Guildhall, London. Keduanya tersenyum ke arah kamera. Di sebelah kanan mereka terpasang papan hitam bertuliskan "Guildhall, City of London, 71 Basinghall Street" dengan lambang City of London berupa perisai salib merah. Anies mengenakan setelan jas biru tua, sedangkan Fery Farhati mengenakan busana dan kerudung putih dengan selendang batik cokelat.

ALT Anies Baswedan berdiri di antara dua pejabat City of London. Satu mengenakan jubah merah bertepi bulu, satu lagi bergaun hitam dengan wig putih. Ketiganya memegang sertifikat Freedom berbingkai di depan dinding yang dipenuhi bingkai dokumen bersejarah.

ALT Anies Baswedan dan Fery Farhati berdiri berdampingan sambil memegang sertifikat Freedom of the City of London di aula Guildhall yang beralas karpet merah. Fery Farhati mengenakan busana dan kerudung putih dengan selendang batik cokelat. Di belakang mereka tampak jendela tinggi dan lampu gantung.
























































