
Life learner & Clinical Psychologist. Helping @KonicMental_INA. PhD student (soon)!
South Tangerang
Joined June 2009
- Tweets25.4K
- Following863
- Followers2.5K
- Likes7.6K
Pinned Tweet
Bbrp orang bertanya apa ciri-ciri seseorang perlu datang ke psikolog.
Jawaban saya: silakan datang kapan saja. Sama seperti kita check up ke rumah sakit yg tidak perlu menunggu sakit.
Namun saya ingin share ttg kondisi sehat mental dan mungkin bisa menjawab pertanyaan tadi.
Wiwit retweeted
Kenapa menjalani hubungan sekarang itu kadang susah banget?
Menurut @ozarangkuti, salah satu alasannya karena kita memang nggak pernah diajarin cara menjalani hubungan.
Dari SD sampai kuliah, kita belajar matematika, sejarah, fisika, bahkan integral yang sekarang juga sudah lupa. Tapi nggak ada pelajaran tentang cara memahami pasangan, menghadapi konflik, atau berkomunikasi ketika ada masalah.
Akhirnya, kita belajar sendiri lewat pengalaman. Trial and error. Kadang berhasil, kadang salah paham, kadang berantem gara-gara pasangan nggak bisa baca kode. Padahal dia pacar, bukan cenayang.
Tapi ada satu hal yang perlu kita sadari: mencintai seseorang dan tahu cara menjalani hubungan yang sehat itu dua keterampilan yang berbeda.
Sayang saja nggak cukup. Kita juga perlu belajar komunikasi, mengelola emosi, memahami perbedaan, dan menyelesaikan konflik.
Memang kita nggak pernah dapat pelajaran relationship di sekolah. Tapi bukan berarti kita boleh terus-terusan mengulang kesalahan yang sama dengan alasan masih belajar.
Learning by doing itu wajar. Tapi kalau salahnya itu-itu lagi, mungkin bukan kurang pengalaman, melainkan kurang kemauan untuk belajar.
📽️: youtu.be/1fA4blKo24c?si=a3UH…
Wiwit retweeted
Ada wawancara menarik sama Ewan McGregor, pemeran Obi-Wan Kenobi, ketika ditanya soal cinta.
Buat dia, cinta itu adalah istrinya, Mary. Terus, ketika ditanya gimana dia tahu kalau itu cinta, jawabannya simpel: "You just know."
Katanya, cinta itu bukan sesuatu yang harus terus-terusan dipertanyakan atau dianalisis. Kalau memang sudah merasakannya, ya tahu aja.
Dia juga bilang, kalau kita masih terus bertanya-tanya apakah seseorang benar-benar orang yang tepat, mungkin memang kita belum berada di tempat yang tepat.
Menariknya, menurut saya ada dua hal yang perlu dibedakan di sini. Jatuh cinta dan mempertahankan hubungan itu dua perkara yang berbeda.
Kita mungkin nggak bisa milih sama siapa kita jatuh cinta. Tapi setelah menjalin hubungan, kita tetap punya pilihan gimana memperlakukan pasangan, menyelesaikan masalah, dan menjaga hubungan itu.
Jadi, "you just know" mungkin berlaku ketika kita jatuh cinta. Tapi untuk membuat hubungan bertahan, nggak cukup cuma modal merasa yakin. Tetap perlu usaha dari dua orang.
Karena kalau cinta cukup dengan perasaan, harusnya semua pasangan yang saling mencintai nggak akan pernah putus, kan? Wkwk.
Wiwit retweeted
Seth Rogen pernah cerita kalau dia dan istrinya mulai pacaran sejak umur 23-an. Sekarang mereka udah masuk usia 40-an, dan tentu aja mereka bukan orang yang sama seperti dulu. Tapi menariknya, mereka masih cocok satu sama lain.
Menurut Seth, selama hidup, kita sebenarnya bisa punya beberapa versi hubungan dengan orang yang sama. Karena kita berubah, pasangan kita juga berubah. Cara berpikir, kebutuhan, sampai batasan kita pun bisa ikut berubah.
Pertanyaannya, apakah kita masih bisa tumbuh bareng atau malah tumbuh ke arah yang berbeda?
Nah, yang saya suka dari cerita Seth, istrinya itu bukan tipe pasangan yang berusaha membatasi dirinya. Justru dia mendukung Seth buat mencoba hal-hal seru, bahkan yang agak gila. Tapi kalau Seth udah kelewatan, istrinya juga bisa bilang, “Oke, Seth, kayaknya ini udah terlalu berlebihan, deh.” 😂
Dan menurut saya, ini salah satu bentuk kecocokan yang sering dilupakan orang.
Pasangan yang cocok itu bukan berarti harus selalu sama, selalu setuju, atau harus suka semua hal yang kita suka.
Tapi seseorang yang bisa kasih kita ruang buat berkembang tanpa harus kehilangan dirinya sendiri, sekaligus cukup peduli buat mengingatkan ketika kita mulai kebablasan.
Karena tujuan hubungan adalah belajar mengenal dan mencintai versi-versi baru dari orang yang sama, selama kalian masih bisa tumbuh ke arah yang bisa dijalani bersama.
Jatuh cinta mungkin bikin kita memilih seseorang. Tapi untuk tetap cocok bertahun-tahun kemudian, kita harus terus belajar mengenal orang itu lagi. 🤍
Wiwit retweeted
Buat rekan2 yg di layanan primer:
Silakan diakses Buku Saku Skrining Kesehatan Jiwa berdasarkan siklus hidup
📕Ibu Hamil & Pascapersalinan
repository.kemkes.go.id/book…
📗Anak & Remaja
repository.kemkes.go.id/book…
📘Dewasa
repository.kemkes.go.id/book…
📙Lansia
repository.kemkes.go.id/book…
Wiwit retweeted
Perempuan yang secure paham kalau laki-lakinya punya kesibukan.
Laki-laki yang secure tetap tahu cara meluangkan waktu buat perempuan yang dia sayang.
Sesimpel itu.
Wiwit retweeted
Alexander Skarsgård punya tips simpel buat menemukan pasangan: cari orang yang perhatian, peduli sama kamu, dan yang paling penting, bisa bikin kamu ketawa.
Karena kalau kamu bakal menghabiskan bertahun-tahun bareng seseorang, ya seenggaknya kalian harus bisa ketawa bareng. 🤍
Dan saya setuju banget! Karena hubungan itu bukan cuma yang bikin salting di awal, tapi siapa yang masih bisa bikin kamu ketawa ketika hidup lagi berantakan.
Bayangin udah pusing sama kerjaan, pulang-pulang malah harus ngadepin pasangan yang bikin stres juga. Ya, kapan healing-nya? 😭
Tapi selain humor, perhatikan juga apakah dia peduli sama perasaan dan benar-benar memperhatikan hal-hal kecil tentang kamu.
Karena pasangan yang tepat juga orang yang bikin kehidupan sehari-hari terasa lebih ringan untuk dijalani bersama.
Dan percaya deh, bisa ketawa bareng itu penting, tapi bisa menghadapi masalah bareng tanpa saling menyakiti juga nggak kalah penting. 🤍
Wiwit retweeted
Commitment sebenernya bukan cuma soal momen pas kamu bilang "I do" atau pas ganti status di sosmed.
Plot twist-nya: commitment is choosing the exact same person, every single day.
Bahkan di hari-hari pas mukanya lagi keliatan kayak gorengan. Pas kelakuannya lagi ajaib, pas dia ngoroknya kenceng, atau pas kamu sendiri lagi males ngeliat manusia.
Kamu tetep melirik dia, terus dalam hati batin, "Yep, tetep orang ini yang gue pilih hari ini."
Karena jujur aja, jatuh cinta pas lagi wangi, cakep, dan semuanya serba lancar mah gampang banget. Semua orang juga bisa.
Tapi berkomitmen itu pas kalian udah tau borok-boroknya, udah hafal mood pattern-nya, tapi tetep mau bertahan dan memperjuangkan hal yang sama bareng-bareng.
📽️: Before We Go (2014)
Wiwit retweeted
这是一位网友分享的视频,她坐张家界百龙天梯碰到几个疯狂的韩国游客,完全被中国大好河山震撼到了,326米高度仅需1分28秒,驶出山体的瞬间,立马就尖叫起来了😲
原本想说韩国人怎么这么大惊小怪的,看完视频,我得承认,身临其境的话我也会叫出来🥺
Wiwit retweeted
Nah, sebenarnya perubahan dari fase PDKT ke hubungan yang lebih serius itu cukup umum.
Tapi yang perlu diperhatikan adalah, apakah dia memang punya cara komunikasi yang berbeda, atau memang dia belum merasa aman untuk terbuka?
Karena ada orang yang gampang nunjukkin perhatian di awal PDKT, tapi ketika hubungan mulai serius, ternyata dia memang nggak terbiasa mengungkapkan perasaan atau cerita soal dirinya.
Jadi daripada langsung nyimpulkan dia nggak nyaman atau nggak sayang, coba komunikasikan dulu kebutuhan kamu.
Kamu bisa bilang kalau kamu bukan cuma butuh dia ada, tapi juga ingin kenal dirinya lebih dalam.
Karena hubungan yang serius bukan cuma soal menikah, tapi juga belajar membuka diri dan bangun komunikasi yang nyaman satu sama lain.
Kalau mau tahu gimana cara membicarakan hal ini tanpa bikin pasangan merasa diserang, tonton video panjangnya di YouTube.
youtu.be/3pPtbkXPKsY?si=FZvE…
Wiwit retweeted
hubungan terancam koleps (dan berakhir cerai) kalo di hubungan sering siklus di 4 sikap buruk ini:
- mengkritik/menyerang
- defensif/membeladiri
- menghina/memandangrendah
- membatu/menghindar
mirisnya, banyak couples malah anggap itu biasa aja.
setiap kali saya hangout/meetup sama temen bareng pasangannya, sikap² itu muncul keliatan di interaksi mereka, tapi mereka ga sadar karena dianggap biasa.
kalau di publik aja bisa bocor keluar, saya kebayang di privat/rumahnya sesering apa.
Wiwit retweeted
Itulah kenapa kamu jangan hanya berdoa. Harus ada yang namanya ora et labora, fides et opera, dan labor et constantia.
Wiwit retweeted
Nggak perlu nunggu momen spesial atau nunggu berantem dulu baru pelukan.
Menurut sains, pelukan hangat minimal 20 detik itu bisa ngelepas hormon oksitosin yang bikin stres auto luntur dan bikin kita merasa aman.
Di saat dunia luar lagi bising dan capek-capeknya, dada pasangan itu tempat charging energi paling ampuh.
Baterai HP aja diisi ulang tiap hari, masa rasa sayang kamu enggak?
Yuk, samperin pasanganmu sekarang terus peluk yang lama! ❤️✨
Jujur ya, berpelukan sama pasangan sebenernya cara paling hemat buat "recharge" energi setelah seharian pusing mikirin kerjaan atau beban hidup.
Bukan cuma romantis-romantis ala drakor doang, tapi emang ada alasan ilmiahnya:
➡ Otomatis nurunin stres: Begitu nempel dan pelukan agak lama, otak langsung ngerilis hormon oxytocin (hormon bahagia). Rasa capek atau emosi yang tadinya bikin pengen marah-marah, jadi lumer seketika.
➡ Bikin tidur lebih nyenyak: Pelukan sebelum tidur kayak ngasih kode ke tubuh kalau "Oke, situasi aman, kita bisa istirahat sekarang." Hasilnya tidur lebih pules.
➡ Obat ampuh abis berantem kecil: Kadang kalau lagi tengkar gengsi mau minta maaf duluan, kan? Nah, pelukan tanpa ngomong apa-apa sering jadi shortcut paling ampuh buat baikan. Syaratnya: jangan sambil cemberut aja!
Intinya, pelukan adalah booster hubungan paling murah, enggak pakai bayar, tapi efek bahagianya kerasa banget.
Ngomong-ngomong, hari ini udah dapet jatah pelukan belum, nih?
📽️: Undine (2020)























