You guys @ojkindonesia @IDX_BEI need to look into $ASMI.
It makes no sense that someone pulled the trigger on buying this stock at that level, and now they're getting squeezed with a 90% floating loss
Gimana MSCI nggak marah coba? Ada perusahaan yang omzetnya cuma Rp500 miliar, tapi harga sahamnya digoreng sampai valuasinya tembus Rp122 triliun. Sinting banget sih! 😭
Hal kayak gini cuma mungkin terjadi kalau saham yang beredar terafiliasi sama pemilik perusahaan.
Sekarang harganya udah balik ke level normal, dengan market cap sekitar Rp4 triliun. Turun lebih dari 96%! 💀📉
Fadhil retweeted
Poin-poin dari surat tanggapan $BMRI ke BEI (26 Oktober 2026):
1⃣ Plafon kredit ke PT Jhonlin Baratama adalah sebesar Rp40 triliun, saat ini sudah terpakai Rp17 triliun.
2⃣ Tujuannya adalah pengembangan usaha, meliputi capex serta kebutuhan pembiayaan perusahaan dan Jhonlin Group di industri batu bara dan penunjangnya.
3⃣ Kemampuan bayar hanya dihitung dari cash flow usaha batu bara existing. Sumber pembayaran: operasional dan dividen anak usaha, juga hanya dari batu bara.
4⃣ Agunan mencakup fixed asset dan non fixed asset, termasuk saham $JARR dan $PGUN serta rekening Perusahaan.
5⃣ Total agunan lebih besar dari fasilitas. Collateral Coverage Ratio (CCR, perbandingan nilai agunan dengan jumlah kredit) disebut 150%, dihitung dengan harga terendah intraday JARR dan PGUN dalam 1 bulan terakhir.
6⃣ Saham diposisikan sebagai second way out. Jika coverage tidak terpenuhi, ada mekanisme top-up agunan atau penurunan outstanding.
7⃣ Belum tercantum di surat: jumlah saham yang diagunkan, harga saat akad, nilai saham yang diakui, rincian agunan non saham, dan jawaban soal keterkaitan dengan BYAN.
8⃣ BMRI menyatakan tidak ada informasi material lainnya yang belum diungkapkan.
#RangkumKeterbukaanInformasi
Baca dulu isinya apa, jangan marah marah dulu🤣🤣🤣
Bank Mandiri mengucurkan kredit besar agar Haji Isam bisa membeli perusahaan batu bara Bayan Resources. Mendapat dukungan Presiden Prabowo.
#TempoPlus
tempo.co/prelude/sampul-temp…
Fadhil retweeted
IQ gorilla dan otak udang nih gak akan pernah paham kalau kondisi geopolitik tuh beda banget sama sebelum covid.
Dikiranya globalisasi bakal bisa terus berlanjut. Coba lu liat isu imigrasi di negara barat.
Dikiranya klo gw dukung kemandirian pangan dan energi itu gw buzzer. Coba lu liat 2022 dan 2026/2027 dibayangi krisis energi dan pangan.
Dikiranya permainan ngumpet2in duit di tax haven countries tuh bisa berlangsung selamanya. Coba lu liat level utang pemerintah dibanyak negara.
Dikiranya kita bisa hidup dengan rules lama. Coba lu liat US cabut dri banyak agenda PBB, Iran yang mencoba takeover influence di TimTeng.
Fadhil retweeted
“We don’t have to be smarter than the rest. We have to be more disciplined than the rest.”
— Warren Buffett
Fadhil retweeted
You’re telling me you went long Brazilian Equities because you thought a socialist country would conduct a fair election?
Haji isam tidak mewakili seluruh WNI
dan Elaine Low anaknya owner bukan mewakili singapura.
masalahnya bukan negara
ini individu, jangan di campur aduk.
mayoritas cuma menunggu keterbukaan informasi berapa nilai repo haji Isam di Mandiri.
karena $BMRI mewakili seluruh WNI
Kalian sebenarnya siapa ?
Saat Low Tuck Kwong (WNI pemilik Bayan) HIBAHKAN (gratis) 22 % saham (nilainya lbh Rp 100 trilyun) ke anaknya (WNA) kalian diam.
Saat Haji Isam (WNI) BELI saham Bayan saham milik Low Tuck Kong (tidak gratis) - kalian ribut.
Padahal hibah ke anaknya tersebut selain gratis juga terjadi perpindahan kepemilikan dari milik WNI ke WNA (pindah ke Asing).
Sementara pembelian Haji Isam selain tidak gratis, juga tetap menjadi milik WNI.
Contoh Bukit Awesome, malah di kepull bjirrr.
Udahlah BUMN ….. energy Kotor… tapi di akum teruss
Benar Benar Awesome

































