Pinned Tweet
Pada 1733, separuh orang Eropa di Batavia TEWAS gak sampai setahun setelah mendarat.
Batavia sampai dijuluki Kuburan Orang Belanda.
Kanal yang dangkal jadi sarang nyamuk. Daendels mundur ke Weltevreden di Selatan.
Dari situ, lahir pusat perbelanjaan baru yang masih digunakan sampai sekarang.
Namun ada yang ANEH.
Gapura merah gede di Pasar Baru itu bukan bangunan peninggalan. Dibangun tahun 2000 demi pencitraan wisata.
Ironinya, bangunan berusia lebih dari seabad kayak Toko Kompak justru terabaikan.
Nat & Ver retweeted
Ada yang ANEH di Pasar Baru.
Gapura merah gede di depannya bukan bangunan peninggalan. Ia dibangun tahun 2000 untuk pencitraan pariwisata.
Ironinya, bangunan berusia lebih dari seabad kayak Toko Kompak justru terabaikan. Padahal bekas rumah Mayor Tio Tek Ho abad ke-19 ini adalah salah satu contoh tipologi ruko Tionghoa-Eropa paling langka di Jakarta.
Kok bisa kota kita terjebak fetish visual dan malah sibuk nempel ornamen daripada rawat cagar budaya asli?
Ada yang ANEH di Pasar Baru.
Gapura merah gede di depannya bukan bangunan peninggalan. Ia dibangun tahun 2000 untuk pencitraan pariwisata.
Ironinya, bangunan berusia lebih dari seabad kayak Toko Kompak justru terabaikan. Padahal bekas rumah Mayor Tio Tek Ho abad ke-19 ini adalah salah satu contoh tipologi ruko Tionghoa-Eropa paling langka di Jakarta.
Kok bisa kota kita terjebak fetish visual dan malah sibuk nempel ornamen daripada rawat cagar budaya asli?
Di Jakarta banyak lahan strategis BUMN yang terbengkalai.
Salah satunya rumah dinas Peruri di Blok M yang akhirnya disulap jadi ruang komersial buat brand lokal dan UMKM.
Gimana aset yang mangkrak diubah jadi ruang publik tanpa menjual sejengkalpun tanah BUMN?
A thread 🧵
Kawasan Kesawan yang kita lihat hari ini ternyata hadir dari luka dan sejarah kelam.
Tahun 1889, bencana kebakaran besar memusnahkan kampung kayu Melayu hanya dalam semalam.
Aturan sekat pemukiman etnis (Wijkertelsel) era kolonial menjadikannya rumah toko bata bagi para warga Tionghoa saat dibangun ulang.
Gimana bisa tatanan ruang yang dirancang untuk memisahkan, justru jadi koridor multikultural paling padat di Sumatra hari ini?
A thread 🧵 by Narasi Visual
Hari ini, Kesawan kembali dibenahi.
Pembongkaran reklame raksasa dan penanaman kabel ke bawah tanah dilakukan demi memperlihatkan kembali fasad asli bangunan bersejarah.
Jalur pejalan kaki dilebarkan agar kawasan ini bisa dinikmati kembali dalam skala manusia.
Nat & Ver retweeted
Jujur, ini pertama kalinya aku bikin video YouTube. 😅
Sebelumnya? Cuma modal pengalaman edit belasan video Reels pakai CapCut.
Tanpa latar belakang video editing sama sekali.
Uniknya, 90% video ini berhasil diedit pakai Claude + Remotion.
Dengan aset gambar yang di-generate pakai Gemini versi gratis.
Tanpa install skill video editor khusus di Claude.
Semua scene aku direct sendiri satu persatu biar pas sama isi kepala.
—
Kuncinya ada di manusianya.
Pengalaman 10 tahun bikin render kolase arsitektur dan 3D modeling ternyata jadi fondasi utama buat ngarahin visualnya.
Bagiku, AI itu cuma alat eksekusi, bukan ancaman yang bakal menggantikan manusia. Sama persis kayak Photoshop, SketchUp, atau CapCut yang pernah kupakai sebelumnya.
—
Sebenarnya, proses dari ide sampai publish bisa aja di-otomasi sepenuhnya.
Tapi, nilai paling maksimal dari AI ada pada kemampuannya menggantikan "labour," bukan "kreativitas."
Supaya akhirnya, yang belajar bukan cuma AI-nya. Manusianya juga ikut berkembang. 😁✌️
Pada 1733, separuh orang Eropa di Batavia TEWAS gak sampai setahun setelah mendarat.
Batavia sampai dijuluki Kuburan Orang Belanda.
Kanal yang dangkal jadi sarang nyamuk. Daendels mundur ke Weltevreden di Selatan.
Dari situ, lahir pusat perbelanjaan baru yang masih digunakan sampai sekarang.
Namun ada yang ANEH.
Gapura merah gede di Pasar Baru itu bukan bangunan peninggalan. Dibangun tahun 2000 demi pencitraan wisata.
Ironinya, bangunan berusia lebih dari seabad kayak Toko Kompak justru terabaikan.
Benar sekali, saya bisa bikin alatnya, tapi ya direction dan style ini yang penting.
Jujur, ini pertama kalinya aku bikin video YouTube. 😅
Sebelumnya? Cuma modal pengalaman edit belasan video Reels pakai CapCut.
Tanpa latar belakang video editing sama sekali.
Uniknya, 90% video ini berhasil diedit pakai Claude + Remotion.
Dengan aset gambar yang di-generate pakai Gemini versi gratis.
Tanpa install skill video editor khusus di Claude.
Semua scene aku direct sendiri satu persatu biar pas sama isi kepala.
—
Kuncinya ada di manusianya.
Pengalaman 10 tahun bikin render kolase arsitektur dan 3D modeling ternyata jadi fondasi utama buat ngarahin visualnya.
Bagiku, AI itu cuma alat eksekusi, bukan ancaman yang bakal menggantikan manusia. Sama persis kayak Photoshop, SketchUp, atau CapCut yang pernah kupakai sebelumnya.
—
Sebenarnya, proses dari ide sampai publish bisa aja di-otomasi sepenuhnya.
Tapi, nilai paling maksimal dari AI ada pada kemampuannya menggantikan "labour," bukan "kreativitas."
Supaya akhirnya, yang belajar bukan cuma AI-nya. Manusianya juga ikut berkembang. 😁✌️
Jujur, ini pertama kalinya aku bikin video YouTube. 😅
Sebelumnya? Cuma modal pengalaman edit belasan video Reels pakai CapCut.
Tanpa latar belakang video editing sama sekali.
Uniknya, 90% video ini berhasil diedit pakai Claude + Remotion.
Dengan aset gambar yang di-generate pakai Gemini versi gratis.
Tanpa install skill video editor khusus di Claude.
Semua scene aku direct sendiri satu persatu biar pas sama isi kepala.
—
Kuncinya ada di manusianya.
Pengalaman 10 tahun bikin render kolase arsitektur dan 3D modeling ternyata jadi fondasi utama buat ngarahin visualnya.
Bagiku, AI itu cuma alat eksekusi, bukan ancaman yang bakal menggantikan manusia. Sama persis kayak Photoshop, SketchUp, atau CapCut yang pernah kupakai sebelumnya.
—
Sebenarnya, proses dari ide sampai publish bisa aja di-otomasi sepenuhnya.
Tapi, nilai paling maksimal dari AI ada pada kemampuannya menggantikan "labour," bukan "kreativitas."
Supaya akhirnya, yang belajar bukan cuma AI-nya. Manusianya juga ikut berkembang. 😁✌️
Pada 1733, separuh orang Eropa di Batavia TEWAS gak sampai setahun setelah mendarat.
Batavia sampai dijuluki Kuburan Orang Belanda.
Kanal yang dangkal jadi sarang nyamuk. Daendels mundur ke Weltevreden di Selatan.
Dari situ, lahir pusat perbelanjaan baru yang masih digunakan sampai sekarang.
Namun ada yang ANEH.
Gapura merah gede di Pasar Baru itu bukan bangunan peninggalan. Dibangun tahun 2000 demi pencitraan wisata.
Ironinya, bangunan berusia lebih dari seabad kayak Toko Kompak justru terabaikan.
Nat & Ver retweeted
Kebayang gak sih kalau di tengah Blok M didirikan recycle hub buat nampung sampah?
Apa gak bau, jorok, dan bikin pengunjung kabur?
Tapi ini bukan sekedar ngide, melainkan wacana nyata yang dipaparkan oleh Pak Jacob Gatot Sura, arsitek sekaligus co-founder M Bloc.
Tiap harinya sebagai sentra kuliner, kawasan Blok M memproduksi sampah dalam jumlah masif.
Ketimbang menambah beban TPA kota yang udah over, Blok M berencana buat ngolah sampahnya secara mandiri.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Kebayang gak sih kalau di tengah Blok M didirikan recycle hub buat nampung sampah?
Apa gak bau, jorok, dan bikin pengunjung kabur?
Tapi ini bukan sekedar ngide, melainkan wacana nyata yang dipaparkan oleh Pak Jacob Gatot Sura, arsitek sekaligus co-founder M Bloc.
Tiap harinya sebagai sentra kuliner, kawasan Blok M memproduksi sampah dalam jumlah masif.
Ketimbang menambah beban TPA kota yang udah over, Blok M berencana buat ngolah sampahnya secara mandiri.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Recycle Hub ngubah sampah dari beban biaya jadi nilai sirkular.
Sampah organik diproses jadi pakan ternak dan pupuk kasgot, anorganik di-bal untuk pabrik daur ulang, dan residunya diolah jadi Refuse-Derived Fuel (RDF) pengganti batu bara.
















