Aditya Dwi Rendra.H (@aditdrh) header
Aditya Dwi Rendra.H (@aditdrh) profile picture
Malang - Indonesia
Joined April 2011
Photo by Aditya Dwi Rendra.H (@aditdrh)Photo by Aditya Dwi Rendra.H (@aditdrh)Photo by Aditya Dwi Rendra.H (@aditdrh)Photo by Aditya Dwi Rendra.H (@aditdrh)Photo by Aditya Dwi Rendra.H (@aditdrh)Photo by Aditya Dwi Rendra.H (@aditdrh)Photo by Aditya Dwi Rendra.H (@aditdrh)Photo by Aditya Dwi Rendra.H (@aditdrh)Photo by Aditya Dwi Rendra.H (@aditdrh)Photo by Aditya Dwi Rendra.H (@aditdrh)
Jika tidak bisa di nasehati dengan kata baik, halus, dan bijak.. maka mungkin memang memakai metode menyakiti hati bisa dilakukan. Krn jarang yg mengingat kebaikan, justru keburukan yg selalu diingat Kok bisa ya... ?? 🤔😁
27
Bukan berarti merasa paling pintar, namun kenapa banyak manusia belum bisa berfikir mana yang "seharusnya" dan mana yang tidak.
20
Makin hari makin mumet 😒
59
Untuk apa berdebat jika tidak ada tujuan dan kepentingan, mending diam dan biarkan orang lain "merasa" menang.
20
Aditya Dwi Rendra.H retweeted
8
67
4
272
4,630
Sepertinya selagi kita masih hidup dan masih menjadi manusia yang bermasyarakat, pasti akan selalu ketemu sifat² manusia yang aneh².
1
13
Salah satu didikan tegas dari ayahku adalah "jangan bertengkar soal makanan". Dulu terdengar remeh, skrg ak baru bisa mencerna apa maknanya.
26
Manusia itu emang makhluk unik ya, kadang semakin tua akan semakin konyol. Apakah kami yg masih dianggap kaum muda ini nantinya juga akan di fase itu ?? – at Pandaan, Indonesia
26
Aditya Dwi Rendra.H retweeted
19
114
7
426
21,719
Malang mulai "basah". – at Blimbing, Indonesia
39
Aditya Dwi Rendra.H retweeted
Robohnya Pesantren Kami Musibah runtuhnya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo bukan sekadar ambruknya beton dan besi. Ini runtuhnya kelalaian yang disembunyikan di balik jargon keikhlasan. Takdir memang kuasa Tuhan, tapi kelalaian adalah pilihan manusia. Kita sering berlindung di balik kalimat “sudah takdir”, seolah-olah Tuhan yang disalahkan atas kecerobohan kita. Padahal Allah memberi akal untuk menghitung beban, memberi aturan demi keselamatan, dan ilmu agar kita tak membangun di atas kesalahan. Bila itu diabaikan lalu kita menyebutnya “musibah”, bukankah itu bentuk kezaliman terhadap amanah-Nya? Masalah kita juga ada pada cara berpikir: menganggap rencana bisa diganti niat baik, prosedur diganti doa, dan keselamatan digadaikan demi percepatan. Kita ingin mendirikan pesantren tapi lupa bahwa pondok bukan hanya tempat mengaji, tapi rumah bagi akal sehat. Pesantren harus menjadi tempat yang nyaman dan aman. Di antara reruntuhan itu, ada darah yang berserak, tubuh yang remuk, air mata dan jeritan. Santri datang mencari cahaya, bukan untuk terkubur di reruntuhan pondok. اللَّهُمَّ ارْفَعْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّانِ، وَاجْعَلْ دِمَاءَهُمْ شَهَادَةً عَلَى طُهْرِ نِيَّاتِهِمْ، وَعَلِّمْنَا أَنْ نَبْنِيَ بِالْعِلْمِ قَبْلَ أَنْ نَبْنِيَ بِالطُّوبِ وَالْإِسْمَانْتِ. رَبَّنَا، لَا تَجْعَلْ غَفْلَتَنَا سَبَبًا فِي هَلَاكِ الْأَبْرَارِ، وَلَا تَكْتُبْنَا مِنَ الْمُقَصِّرِينَ الَّذِينَ يَقُولُونَ “قَدَرُ اللَّهِ” وَقُلُوبُهُمْ تَعْلَمُ أَنَّهُمْ فَرَّطُوا. اللَّهُمَّ اجْعَلْ دُمُوعَ أُمَّهَاتِهِمْ مِفْتَاحًا لِرَحْمَتِكَ، وَآهَاتِ آبَائِهِمْ سُلَّمًا يَرْتَقُونَ بِهِ إِلَى جَنَّاتِ النَّعِيمِ. “Ya Allah, angkatlah derajat para santri yang gugur di sisi-Mu, jadikan darah dan debu mereka sebagai saksi kesucian niat mereka. Ajarkan kepada kami untuk membangun dengan ilmu sebelum kami membangun dengan bata dan semen. Jangan biarkan kelalaian kami menjadi sebab hancurnya jiwa-jiwa suci. Jangan catat kami sebagai hamba yang mudah berlindung di balik kata takdir padahal kami tahu kami telah lalai. Ya Allah, jadikan air mata ibu-ibu mereka kunci rahmat-Mu, dan keluh kesah para ayah mereka tangga menuju surga-Mu yang penuh kedamaian.” Tabik, Nadirsyah Hosen
187
1,911
117
4,321
319,716
Ada beberapa manusia yang "mungkin" ditakdirkan dungu, agar menjadi sarana "latihan" manusia² yg kritis dan logis utk bersolusi terkait masalah masyarakat. Saya tidak mengatakan suku, tp manusia.
28
Musim orang sakit emang, nggk orang gede ataupun bocah pada banyak yang KO.
39
Semua orang waras bisa berpikir, tp hanya segelintir yang mampu berfikir taktis.
17
Aditya Dwi Rendra.H retweeted
6
25
7,025
Terjun di dunia freelance fotografi emang nggk mudah, mulai banyak senior² yg skill udah bagus menurunkan harga jualnya agar masih bisa bersaing. Ya aku tau tidak semua, tapi banyak 😌
29
Aditya Dwi Rendra.H retweeted
musim berburu, 1965 sampai sekarang, dan sepertinya hingga masa akan datang 🥀
40
1,112
91
3,231
211,402
Cedera di jari kelingking ini kok 1 minggu nggk kelar² 😞
22
Aditya Dwi Rendra.H retweeted
Cara membuang sampah tersembunyi di hp android biar memori hp tidak penuh
13
402
7
1,216
34,161
Orang kalo egonya udah tinggi itu suka plin plan. Normalnya manusia gitu kali ya 😞
16