Arta retweeted
The colour magically changes
Suka ubi ungu nggak guys? Sekalian cerita ah, dulu kita sering mengira orang-orang yang ada di sekitar kita akan selalu ada. Sahabat yang tiap hari cerita, pasangan yang janji nggak akan pergi, keluarga yang selalu jadi tempat pulang. Rasanya mereka bakal terus di sisi kita sampai kapan pun.
Tapi hidup punya caranya sendiri. Ada yang pergi karena jarak, ada yang berubah karena waktu, ada yang menghilang pelan-pelan tanpa pamit, dan ada juga yang pergi karena memang sudah waktunya. Bukan selalu karena ada yang salah. Kadang jalan hidup kita memang cuma bersinggungan sebentar.
Dan itu menyakitkan, apalagi kalau kita sudah telanjur bergantung. Saat orang yang biasanya jadi sandaran tiba-tiba nggak ada, dunia terasa kosong. Kita jadi sadar, ternyata selama ini kita terlalu menyerahkan kekuatan kita ke orang lain.
Makanya, belajar bertahan sendiri itu penting. Bukan berarti harus menutup diri atau berhenti percaya sama siapa pun. Kita tetap boleh sayang, tetap boleh dekat. Tapi jangan sampai kebahagiaan dan ketenangan kita sepenuhnya bergantung pada kehadiran seseorang. Kita perlu punya pegangan yang nggak bisa diambil siapa pun: diri sendiri.
Belajar menenangkan hati sendiri, belajar menyelesaikan masalah sendiri, belajar bahagia tanpa harus ditemani. Awalnya sepi, tapi lama-lama kita jadi lebih kuat dari yang kita kira.
Jadi nikmati orang-orang yang ada hari ini selagi mereka masih di sini. Tapi kalau suatu hari mereka pergi, kamu akan baik-baik saja, karena kamu sudah belajar berdiri di kakimu sendiri.
Arta retweeted
Play fun with bestfriends
Suka ubi ungu nggak guys? Sekalian cerita ah, dulu kita sering mengira orang-orang yang ada di sekitar kita akan selalu ada. Sahabat yang tiap hari cerita, pasangan yang janji nggak akan pergi, keluarga yang selalu jadi tempat pulang. Rasanya mereka bakal terus di sisi kita sampai kapan pun.
Tapi hidup punya caranya sendiri. Ada yang pergi karena jarak, ada yang berubah karena waktu, ada yang menghilang pelan-pelan tanpa pamit, dan ada juga yang pergi karena memang sudah waktunya. Bukan selalu karena ada yang salah. Kadang jalan hidup kita memang cuma bersinggungan sebentar.
Dan itu menyakitkan, apalagi kalau kita sudah telanjur bergantung. Saat orang yang biasanya jadi sandaran tiba-tiba nggak ada, dunia terasa kosong. Kita jadi sadar, ternyata selama ini kita terlalu menyerahkan kekuatan kita ke orang lain.
Makanya, belajar bertahan sendiri itu penting. Bukan berarti harus menutup diri atau berhenti percaya sama siapa pun. Kita tetap boleh sayang, tetap boleh dekat. Tapi jangan sampai kebahagiaan dan ketenangan kita sepenuhnya bergantung pada kehadiran seseorang. Kita perlu punya pegangan yang nggak bisa diambil siapa pun: diri sendiri.
Belajar menenangkan hati sendiri, belajar menyelesaikan masalah sendiri, belajar bahagia tanpa harus ditemani. Awalnya sepi, tapi lama-lama kita jadi lebih kuat dari yang kita kira.
Jadi nikmati orang-orang yang ada hari ini selagi mereka masih di sini. Tapi kalau suatu hari mereka pergi, kamu akan baik-baik saja, karena kamu sudah belajar berdiri di kakimu sendiri.
Suka ubi ungu nggak guys? Sekalian cerita ah, dulu kita sering mengira orang-orang yang ada di sekitar kita akan selalu ada. Sahabat yang tiap hari cerita, pasangan yang janji nggak akan pergi, keluarga yang selalu jadi tempat pulang. Rasanya mereka bakal terus di sisi kita sampai kapan pun.
Tapi hidup punya caranya sendiri. Ada yang pergi karena jarak, ada yang berubah karena waktu, ada yang menghilang pelan-pelan tanpa pamit, dan ada juga yang pergi karena memang sudah waktunya. Bukan selalu karena ada yang salah. Kadang jalan hidup kita memang cuma bersinggungan sebentar.
Dan itu menyakitkan, apalagi kalau kita sudah telanjur bergantung. Saat orang yang biasanya jadi sandaran tiba-tiba nggak ada, dunia terasa kosong. Kita jadi sadar, ternyata selama ini kita terlalu menyerahkan kekuatan kita ke orang lain.
Makanya, belajar bertahan sendiri itu penting. Bukan berarti harus menutup diri atau berhenti percaya sama siapa pun. Kita tetap boleh sayang, tetap boleh dekat. Tapi jangan sampai kebahagiaan dan ketenangan kita sepenuhnya bergantung pada kehadiran seseorang. Kita perlu punya pegangan yang nggak bisa diambil siapa pun: diri sendiri.
Belajar menenangkan hati sendiri, belajar menyelesaikan masalah sendiri, belajar bahagia tanpa harus ditemani. Awalnya sepi, tapi lama-lama kita jadi lebih kuat dari yang kita kira.
Jadi nikmati orang-orang yang ada hari ini selagi mereka masih di sini. Tapi kalau suatu hari mereka pergi, kamu akan baik-baik saja, karena kamu sudah belajar berdiri di kakimu sendiri.
Arta retweeted
Play this fun game with bestfriends
Suka ubi ungu nggak guys? Sekalian cerita ah, dulu kita sering mengira orang-orang yang ada di sekitar kita akan selalu ada. Sahabat yang tiap hari cerita, pasangan yang janji nggak akan pergi, keluarga yang selalu jadi tempat pulang. Rasanya mereka bakal terus di sisi kita sampai kapan pun.
Tapi hidup punya caranya sendiri. Ada yang pergi karena jarak, ada yang berubah karena waktu, ada yang menghilang pelan-pelan tanpa pamit, dan ada juga yang pergi karena memang sudah waktunya. Bukan selalu karena ada yang salah. Kadang jalan hidup kita memang cuma bersinggungan sebentar.
Dan itu menyakitkan, apalagi kalau kita sudah telanjur bergantung. Saat orang yang biasanya jadi sandaran tiba-tiba nggak ada, dunia terasa kosong. Kita jadi sadar, ternyata selama ini kita terlalu menyerahkan kekuatan kita ke orang lain.
Makanya, belajar bertahan sendiri itu penting. Bukan berarti harus menutup diri atau berhenti percaya sama siapa pun. Kita tetap boleh sayang, tetap boleh dekat. Tapi jangan sampai kebahagiaan dan ketenangan kita sepenuhnya bergantung pada kehadiran seseorang. Kita perlu punya pegangan yang nggak bisa diambil siapa pun: diri sendiri.
Belajar menenangkan hati sendiri, belajar menyelesaikan masalah sendiri, belajar bahagia tanpa harus ditemani. Awalnya sepi, tapi lama-lama kita jadi lebih kuat dari yang kita kira.
Jadi nikmati orang-orang yang ada hari ini selagi mereka masih di sini. Tapi kalau suatu hari mereka pergi, kamu akan baik-baik saja, karena kamu sudah belajar berdiri di kakimu sendiri.
Arta retweeted
Mükemmel bacak antrenmanı
Suka ubi ungu nggak guys? Sekalian cerita ah, dulu kita sering mengira orang-orang yang ada di sekitar kita akan selalu ada. Sahabat yang tiap hari cerita, pasangan yang janji nggak akan pergi, keluarga yang selalu jadi tempat pulang. Rasanya mereka bakal terus di sisi kita sampai kapan pun.
Tapi hidup punya caranya sendiri. Ada yang pergi karena jarak, ada yang berubah karena waktu, ada yang menghilang pelan-pelan tanpa pamit, dan ada juga yang pergi karena memang sudah waktunya. Bukan selalu karena ada yang salah. Kadang jalan hidup kita memang cuma bersinggungan sebentar.
Dan itu menyakitkan, apalagi kalau kita sudah telanjur bergantung. Saat orang yang biasanya jadi sandaran tiba-tiba nggak ada, dunia terasa kosong. Kita jadi sadar, ternyata selama ini kita terlalu menyerahkan kekuatan kita ke orang lain.
Makanya, belajar bertahan sendiri itu penting. Bukan berarti harus menutup diri atau berhenti percaya sama siapa pun. Kita tetap boleh sayang, tetap boleh dekat. Tapi jangan sampai kebahagiaan dan ketenangan kita sepenuhnya bergantung pada kehadiran seseorang. Kita perlu punya pegangan yang nggak bisa diambil siapa pun: diri sendiri.
Belajar menenangkan hati sendiri, belajar menyelesaikan masalah sendiri, belajar bahagia tanpa harus ditemani. Awalnya sepi, tapi lama-lama kita jadi lebih kuat dari yang kita kira.
Jadi nikmati orang-orang yang ada hari ini selagi mereka masih di sini. Tapi kalau suatu hari mereka pergi, kamu akan baik-baik saja, karena kamu sudah belajar berdiri di kakimu sendiri.
Sis r u ok?
Suka ubi ungu nggak guys? Sekalian cerita ah, dulu kita sering mengira orang-orang yang ada di sekitar kita akan selalu ada. Sahabat yang tiap hari cerita, pasangan yang janji nggak akan pergi, keluarga yang selalu jadi tempat pulang. Rasanya mereka bakal terus di sisi kita sampai kapan pun.
Tapi hidup punya caranya sendiri. Ada yang pergi karena jarak, ada yang berubah karena waktu, ada yang menghilang pelan-pelan tanpa pamit, dan ada juga yang pergi karena memang sudah waktunya. Bukan selalu karena ada yang salah. Kadang jalan hidup kita memang cuma bersinggungan sebentar.
Dan itu menyakitkan, apalagi kalau kita sudah telanjur bergantung. Saat orang yang biasanya jadi sandaran tiba-tiba nggak ada, dunia terasa kosong. Kita jadi sadar, ternyata selama ini kita terlalu menyerahkan kekuatan kita ke orang lain.
Makanya, belajar bertahan sendiri itu penting. Bukan berarti harus menutup diri atau berhenti percaya sama siapa pun. Kita tetap boleh sayang, tetap boleh dekat. Tapi jangan sampai kebahagiaan dan ketenangan kita sepenuhnya bergantung pada kehadiran seseorang. Kita perlu punya pegangan yang nggak bisa diambil siapa pun: diri sendiri.
Belajar menenangkan hati sendiri, belajar menyelesaikan masalah sendiri, belajar bahagia tanpa harus ditemani. Awalnya sepi, tapi lama-lama kita jadi lebih kuat dari yang kita kira.
Jadi nikmati orang-orang yang ada hari ini selagi mereka masih di sini. Tapi kalau suatu hari mereka pergi, kamu akan baik-baik saja, karena kamu sudah belajar berdiri di kakimu sendiri.
Arta retweeted
Talented people can turning noodle into amazing art
Suka ubi ungu nggak guys? Sekalian cerita ah, dulu kita sering mengira orang-orang yang ada di sekitar kita akan selalu ada. Sahabat yang tiap hari cerita, pasangan yang janji nggak akan pergi, keluarga yang selalu jadi tempat pulang. Rasanya mereka bakal terus di sisi kita sampai kapan pun.
Tapi hidup punya caranya sendiri. Ada yang pergi karena jarak, ada yang berubah karena waktu, ada yang menghilang pelan-pelan tanpa pamit, dan ada juga yang pergi karena memang sudah waktunya. Bukan selalu karena ada yang salah. Kadang jalan hidup kita memang cuma bersinggungan sebentar.
Dan itu menyakitkan, apalagi kalau kita sudah telanjur bergantung. Saat orang yang biasanya jadi sandaran tiba-tiba nggak ada, dunia terasa kosong. Kita jadi sadar, ternyata selama ini kita terlalu menyerahkan kekuatan kita ke orang lain.
Makanya, belajar bertahan sendiri itu penting. Bukan berarti harus menutup diri atau berhenti percaya sama siapa pun. Kita tetap boleh sayang, tetap boleh dekat. Tapi jangan sampai kebahagiaan dan ketenangan kita sepenuhnya bergantung pada kehadiran seseorang. Kita perlu punya pegangan yang nggak bisa diambil siapa pun: diri sendiri.
Belajar menenangkan hati sendiri, belajar menyelesaikan masalah sendiri, belajar bahagia tanpa harus ditemani. Awalnya sepi, tapi lama-lama kita jadi lebih kuat dari yang kita kira.
Jadi nikmati orang-orang yang ada hari ini selagi mereka masih di sini. Tapi kalau suatu hari mereka pergi, kamu akan baik-baik saja, karena kamu sudah belajar berdiri di kakimu sendiri.
Suka ubi ungu nggak guys? Sekalian cerita ah, dulu kita sering mengira orang-orang yang ada di sekitar kita akan selalu ada. Sahabat yang tiap hari cerita, pasangan yang janji nggak akan pergi, keluarga yang selalu jadi tempat pulang. Rasanya mereka bakal terus di sisi kita sampai kapan pun.
Tapi hidup punya caranya sendiri. Ada yang pergi karena jarak, ada yang berubah karena waktu, ada yang menghilang pelan-pelan tanpa pamit, dan ada juga yang pergi karena memang sudah waktunya. Bukan selalu karena ada yang salah. Kadang jalan hidup kita memang cuma bersinggungan sebentar.
Dan itu menyakitkan, apalagi kalau kita sudah telanjur bergantung. Saat orang yang biasanya jadi sandaran tiba-tiba nggak ada, dunia terasa kosong. Kita jadi sadar, ternyata selama ini kita terlalu menyerahkan kekuatan kita ke orang lain.
Makanya, belajar bertahan sendiri itu penting. Bukan berarti harus menutup diri atau berhenti percaya sama siapa pun. Kita tetap boleh sayang, tetap boleh dekat. Tapi jangan sampai kebahagiaan dan ketenangan kita sepenuhnya bergantung pada kehadiran seseorang. Kita perlu punya pegangan yang nggak bisa diambil siapa pun: diri sendiri.
Belajar menenangkan hati sendiri, belajar menyelesaikan masalah sendiri, belajar bahagia tanpa harus ditemani. Awalnya sepi, tapi lama-lama kita jadi lebih kuat dari yang kita kira.
Jadi nikmati orang-orang yang ada hari ini selagi mereka masih di sini. Tapi kalau suatu hari mereka pergi, kamu akan baik-baik saja, karena kamu sudah belajar berdiri di kakimu sendiri.
Kadang kita seringnya selalu gampang kepikiran. Mau ngomong sesuatu, kita mikir, "nanti dia tersinggung nggak ya?" Mau menolak ajakan, kita ngerasa nggak enak. Mau jujur soal perasaan, kita tahan karena takut bikin dia sedih. Semua kita timbang dengan hati-hati, sampai capek sendiri.
Tapi coba lihat baliknya. Apakah dia melakukan hal yang sama untuk kita? Kadang jawabannya nggak enak didengar. Dia bisa ngomong seenaknya, membatalkan janji dengan santai, atau menghilang tanpa kabar, dan kelihatannya nggak ada beban sama sekali. Sementara kita masih sibuk menjaga perasaannya, dia bahkan nggak pernah mikir soal perasaan kita.
Itu yang bikin timpang. Kita menjaga dengan sepenuh hati, sedangkan yang dijaga nggak merasa perlu menjaga balik. Lama-lama, kepedulian kita habis di tempat yang salah, dan yang tersisa cuma lelah.
Peduli sama orang lain itu hal baik, dan nggak perlu dihilangkan. Tapi kepedulian juga perlu tempat yang tepat, yaitu orang yang bisa menghargainya. Nggak semua orang pantas mendapat versi kita yang paling hati-hati dan paling mengalah.
Jadi mulai sekarang, coba seimbangkan. Jaga perasaan orang yang juga menjaga perasaanmu. Kalau ada yang bersikap sebodoamat, kamu boleh kok mengurangi porsi pedulimu. Itu bukan jahat, itu cara melindungi hatimu sendiri.
Arta retweeted
A Dashboard Crater Can Vanish Like This 🛠️ A damaged car dashboard doesn't always need replacing. Watch thick vinyl filler, reinforcing fabric and textured paste turn a nasty crater into a satisfying restoration 🚘
"Every morning is a beautiful reminder that life always gives us another chance to begin again. As the golden sunlight slowly touches the earth, the world awakens with a quiet promise of hope, peace, and endless possibilities. Leave yesterday's worries behind, forgive yourself for the things you could not change, and welcome this new day with a grateful heart. You may not know what today will bring, and not every moment will be perfect, but remember that even the smallest steps can lead you toward something wonderful. Take a deep breath, smile at the sunrise, and believe that beautiful things are waiting for you. Life is not about having a perfect day, but about finding beauty in every little moment and having the courage to keep moving forward. Let this morning be the beginning of something better, brighter, and more meaningful."
Arta retweeted
सिर्फ एक पेंसिल से सेब की शानदार ड्रॉइंग बनाना सीखें! 🍎✏️
This is suitable for those who like sweet things
Javanese long pepper
Javanese long pepper is a spice native to Indonesia that is rich in active compounds and has long been used in traditional medicine. Beyond providing a warming sensation, it may help support digestive health, boost stamina, provide antioxidants, and offer anti-inflammatory effects. Nevertheless, its benefits are best realized when consumed judiciously; it should not serve as a replacement for medical treatment when such care is required.
Arta retweeted
Di bumi yang begitu luas ini, gue cuma ingin memastikan satu hal: gue nggak mau jadi orang jahat dalam cerita hidup seseorang.
Gue nggak mau jadi alasan seseorang kehilangan ketenangannya, pulang dengan hati yang berat, atau harus pergi jauh cuma buat memulihkan dirinya sendiri.
Because everyone is fighting their own battles. Gue nggak mau bikin hidup orang lain jadi lebih berat hanya karena gue sendiri belum selesai berdamai dengan diri gue.
Sesulit apa pun hidup yang sedang gue jalani, semoga gue nggak pernah menjadikan luka gue sebagai alasan untuk melukai orang lain.






























