Bayi 14 bulan bernama Nakla Safira di Bulukumba, Sulsel, meninggal dunia diduga karena kelaparan.
Ia tak makan dan minum susu selama 10 hari akibat kemiskinan ekstrem keluarganya.
Ibunya meninggal saat Nakla berusia 1 bulan, ayahnya kerja di luar kota, dan ia diasuh nenek yang kesulitan ekonomi. Bayi tersebut sempat kejang, dirawat di ICU RS Bulukumba selama seminggu, namun nyawanya tak tertolong.
Setelah video nenek menangisi cucunya viral, relawan berdatangan, pemerintah daerah mengevakuasi Nakla ke RSUD, BPJS gratis mendadak aktif.
Ajaib bgt negara ini.
MirY retweeted
If I had a dollar for every joke I made about hating men, I would have $0 because I am not joking.
MirY retweeted
Gokil, @kompastv masih jadi Lonewolf.
Kepada ibu Rosiana Silalahi, Dirut Kompas Tv terimakasih telah memberi izin untuk menyiarkan Live demo & cuma Kompas Tv yang berani 👍🏻
Panjang umur perjuangan🔥🔥🔥
sumpah jihik bgt liat si raffi
🚨NEW: Windah Basudara sudah bisa menebak bagaimana cara main dari ke-2 "mega influencer".
"YG SATU BAKAL POST ANAK, SATUNYA LAGI BAKAL POST ACARA KEAGAMAAN"
Inilah yg dinamakan The power of Windah Basudara dengan bekingan bocil kematiannya.
Bahkan sekelas Raffi & Willie Salim bisa dibuat sungkem dan gk berdaya.😹
BAPAKNYA ILHAM MEMANG NGEWRI🥶
MirY retweeted
Sudah pahamkan efek demo di Bundaran HI?
Internet masih bisa diakses di pinggiran HI, media digital bisa update lebih kencang, algoritma melimpah ruah di berbagai sosial media, media massa internasional juga langsung meliput dan tersebar di televisi negara mereka dalam hitungan detik, polisi tidak berani anarkis di RING HI (beraninya di UOB, Sudirman), dsb
MirY retweeted
mahasiswa Trisakti ga pake konsep kuda troya lagi ini mah jatohnya pasukan spartan karna emang seterang terangan itu😂
semangat kalian🔥🔥
#INDONESIASADAR
GOBLOKKKKK YA ITU LU TAU SENDIRIIII ANJINGGGGGG "kemiskinan, ketertinggalan" ?????? KURANG KAH?????
jadi gini guys, natalius pigai sangat menyayangkan ada yang bawa salib waktu demo di bundaran hi
natalius pigai bilang salib seharusnya dikibarkan buat melawan kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan, bukan karena rebutan kekuasaan atau jadi alat kelompok politik
menurutnya, membawa salib di aksi ini seperti menentang program pemerintah, mulai dari sekolah rakyat, makan bergizi gratis, koperasi merah putih, cek kesehatan gratis, kampung nelayan, sampai rumah rakyat. dia bilang program itu sejalan dengan ajaran gereja soal berpihak pada orang miskin
dia menyarankan jangan menjual salib untuk politik. dia mencontohkan dirinya yang membela orang miskin sampai akhirnya jadi menteri pada 21 oktober 2024, dan bilang ada tujuh menteri dan wakil menteri di kabinet yang sepemikiran dengannya
di bagian akhir, dia menyebut dua tokoh yang katanya pernah memimpin kelompok itu lalu berakhir "masuk kotak sampah", dan menuduh pembawa salib sekarang ikut tokoh itu lagi. dia menutup dengan pesan jangan sombong dan arogan memainkan salib kristus
nah menurut kalian guys, simbol agama di demo itu wajar buat menyuarakan keberpihakan ke orang miskin, atau sebaiknya dipisahkan dari politik?






































