HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
Seorang Sjhan tidak bercerita, tiba-tiba udah planning nikah dan beranak aja.
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
Manjat dan metik pohon apapun selain jambu sih, Lang. Bisa meninggal di tempat gue nyium aroma jambu. Tapi makasih, ya. Kalau ketemu nanti gue kasih peluk cium basah.
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
[W/T/S] Laki-laki hilang harapan, masih muda, bisa disuruh antar-jemput, ngepel, cuci piring, sapu depan-belakang, manjat dan metik di pohon jambu, bikin pempek kapal selam, jadi ubin masjid, jadi keset posyandu, dsb.
📍Kedai Literasi, Depok.
( @lnterjeksi )
Hari yang menyenangkan bersama teman, kopi, dan kue-kue manis. Serunya bertemu dan berbincang. Terima kasih Arjuna Halim sudah mau direcokin kedainya. ☕️
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
Tar, selain pinter jualan, gue sama Hilmi juga jago gebukin orang lho. Siapa tahu butuh jasa tukang pukul urgent.
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
Morning, Guys. Hari ini Kelasi buka jam 10, ya. Tapi kayaknya nggak bakal ketemu aku karena hari ini aku harus ke sekretariat KRONIK (diteror ketuaku biar gak makan gaji buta).
Btw, siapa mau disiram?
“Permisi, mas. Meja untuk enam orang, apa tersedia?” @lnterjeksi
“HAH.” Ujarnya yang langsung sigap bangun dan berlari keluar kamarnya. Gambar yang dikirim oleh Abang Sjhan dalam ruang obrolan mereka mengejutkan bukan main. Bukan hanya jantungnya yang bergerak cepat, perutnya tiba-tiba mengeluarkan suara.
Bahkan indra pengecapnya ikut beraksi ingin cepat mencicipi dua hidangan lezat itu.
“Bang Sjhan!”
Hilmi melambaikan tangannya sembari berlari mendekati @djournalized.


























