HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
Seorang Sjhan tidak bercerita, tiba-tiba udah planning nikah dan beranak aja.
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
Manjat dan metik pohon apapun selain jambu sih, Lang. Bisa meninggal di tempat gue nyium aroma jambu. Tapi makasih, ya. Kalau ketemu nanti gue kasih peluk cium basah.
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
[W/T/S] Laki-laki hilang harapan, masih muda, bisa disuruh antar-jemput, ngepel, cuci piring, sapu depan-belakang, manjat dan metik di pohon jambu, bikin pempek kapal selam, jadi ubin masjid, jadi keset posyandu, dsb.
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
Tar, selain pinter jualan, gue sama Hilmi juga jago gebukin orang lho. Siapa tahu butuh jasa tukang pukul urgent.
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
Morning, Guys. Hari ini Kelasi buka jam 10, ya. Tapi kayaknya nggak bakal ketemu aku karena hari ini aku harus ke sekretariat KRONIK (diteror ketuaku biar gak makan gaji buta).
Btw, siapa mau disiram?
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
MI. HILMI. Gue dapet bumbu Furikake dari temen yang baru balik dari Jepang kemarin. Lumayan nih buat makanan darurat digadoin sama nasi pas akhir bulan nanti, kek abon.
@demerciless
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
ᅠ
ᅠᅠᅠᅠ📜 𝗞𝗘𝗗𝗔𝗜 𝗟𝗜𝗧𝗘𝗥𝗔𝗦𝗜 ─────── 𓍢ִ໋🀦
ᅠᅠᅠᅠBuka setiap hari, kecuali hari kiamat
ᅠᅠᅠᅠ(setengah hari). . . . ദ്ദി( ⎚-⎚ .ᐟ
ᅠ
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
“Aku laporin ke ibu aku, kalau kakak pelit!”
“Nggak takut. Suruh dia beliin lah.”
“Kata ibu, harus saling berbagi!”
“Kan itu kata ibu kamu, aku nggak punya ibu, kenapa aku harus berbagi.”
Sialan. Anak itu malah menangis semakin kencang. Kenapa, sih?
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
“Padahal gue cuma menolak ngasih chiki yang ada di tangan gue, kenapa dia harus sampe pamer kalau dia punya ibu?” Hatthaka menggerutu pelan, tetap keukeuh tak ingin memberikan cemilannya.
Ada juga, seharusnya dia yang menangis kencang karena tak punya Ibu.

























