
COMMUNICATION SCIENTIST/PERSONAL ACCOUNT/Ambassador of Indonesia to Kazakhstan - Tajikistan/Spokesperson to the President (2019-2021) #MeluruskanReformasi1998
Jakarta, Indonesia
Joined December 2008
- Tweets306K
- Following11K
- Followers924K
- Likes14.3K
Pinned Tweet
Penghargaan International Bali Bhuwana Nata Kerthi 2026 kepada Dr. M. Fadjroel Rachman oleh ISI BALI @isi_bali diserahkan oleh Rektor ISI Bali Prof. Dr. I Wayan "Kun" Adnyana #kunadnyana di Kirtya Sabda Mahottana ISI Bali pada Jumat 27 Februari 2026. Matur Suksma ISI BALI !
----
Orasi Ilmiah "REVOLUSI SIMBOLIK SENI DAN ILMU, METAREVOLUSI HUMANISME GLOBAL" oleh Dr. M. Fadjroel Rachman pada acara Wisuda @isi_bali tanggal 26/2/2026. Bersama Prof. I Wayan Kun Adnyana pada wisuda 600-an sarjana, master dan doktor di ISI Bali. Selamat Hari Wisuda di @isi_bali dimeriahkan dengan tarian, nyanyian dan pertunjukkan sangat megah. Pertamakali saya suasana wisuda begitu megah dan agung dengan budaya tradisi Bali/Indonesia. Selamat pak rektor #kunadnyana dan 600-an wisudawan ! ~ #AmbassadorFADJROEL #DubesRIKazakhstanTajikistan #DiplomasiINDONESIA @Kemlu_RI #IniDiplomasi #DoktorFADJROEL #BungFADJROEL #Bali #Indonesia #FTAIndonesiaEAEU #Kazakhstan #Tajikistan #BaliBhuwanaNataKerti2026 #ISIBali @MFA_KZ @nursultan_kbri @EmbKaz
CLASS ACTION terhadap KARHUTLA! IT'S TIME! Kapolri menyebut ada 98 (sembilan puluh delapan) PERUSAHAAN diduga terlibat Karhutla, Pemerintah #Singapura menyebut ada 7 (tujuh) PERUSAHAAN terlibat KARHUTLA. Hidup di Kalimantan saat ini seperti di dalam RUMAH ASAP dan BAU BUSUK ASAP. Menteri Kesehatan Budi Sadikin menyebut Kasus ISPA diderita 333.470 ORANG (tiga ratus tiga puluh tiga ribu empat ratus tujuh puluh) termasuk 75.172 BALITA (tujuh puluh lima ribu seratus tujuh puluh dua) dengan usia 0-5 TAHUN! SUDAH SAATNYA MELAKUKAN CLASS ACTION cc: @walhinasional @greenpeaceid @bdm2502 @Rosi_KompasTV @Rosianna766Hi
------
ADA APA DENGAN INDONESIA? Sedih banget melihat kondisi ini, seakan API, ASAP dan KARHUTLA tak ada akhirnya :) Saya berdarah Kalimantan, lahir dan besar di Kalimantan Selatan, keluarga saya sebagian besar masih tinggal di Kalimantan. Mereka sudah menderita ber-bulan2 karena ASAP dan KARHUTLA. Walau sekarang melihat semua dari jauh tetap ingin sekali mengatakan, BANTULAH kalimantan, sumatera, juga papua, sudah berapa bulan? Yang memiliki kekuasaan besar tentu memiliki tanggung jawab besar ~ #BungFADJROEL #SaveKalimantan #SaveSumatera #SavePapua CC: @prabowo #rajaantoni @tedsky89 @Dudung_DAR @rockygerung @gibran_tweet @KsultananBanjar @banjarmasinpost @detikcom @DianaRosianti #pemko_banjarmasin @pemprov_kalsel @Kemlu_RI @titokarnavian_ @jumhurhidayat @humas_setdabjm #setdaprovkalsel #ClassActionKARHUTLA
Happy 81st #UNDay better future for all through our struggleon #GlobalHumanism ~ #BungFADJROEL #SymbolicRevolution #AmbassadorFADJROEL #DubesRIKazakhstanTajikistan @nursultan_kbri #DoktorFADJROEL @UN
Misinformation and Disinformation destroy our #GlobalHumanism ~ #BungFADJROEL #SymbolicRevolution @UN #UNDay
*Ketika Langit Kalimantan "TERBAKAR": Dubes FADJROEL Peringatkan Bencana Kesehatan hingga Krisis Kepercayaan Publik*
PEDOMAN.id — Ketika langit Pulau Kalimantan diselimuti asap kuning kecokelatan, seorang diplomat Indonesia yang berada ribuan kilometer jauhnya di padang rumput Asia Tengah angkat bicara. Duta Besar RI untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan, DR. M. Fadjroel Rachman, menyuarakan keprihatinan mendalam melalui media sosial. Bukan sekadar sebagai diplomat, ia berbicara sebagai "anak Kalimantan" yang menyaksikan tanah kelahirannya terbakar, dan mendesak pihak-pihak yang berkuasa untuk segera mengambil tindakan nyata.
*Pandangan dari Astana ke Kalimantan Selatan*
Pernyataan Dubes Fadjroel bergema luas karena tidak dapat dilepaskan dari latar personalnya. Ia secara tegas menyebut: "Saya berdarah Kalimantan, lahir dan besar di Kalimantan Selatan." Meski saat ini bertugas di luar negeri, ia menegaskan bahwa dirinya terus memantau situasi kampung halaman.
Jarak tidak mengurangi kepeduliannya, justru memperdalam rasa ketidakberdayaan dan urgensi. Dalam unggahan Instagram pada 23 Oktober 2026, ia mengungkapkan detail yang lebih personal: sebagian besar keluarganya masih tinggal di Kalimantan. Ia menulis: "Mereka (keluarga) sudah menderita akibat asap dan kebakaran hutan selama berbulan-bulan." Bersamaan dengan tulisan tersebut, ia mengunggah video yang memperlihatkan Kalimantan ditelan asap tebal, serta gambar dengan "pita hitam sebagai tanda solidaritas kami." Narasi yang mempertemukan bencana lingkungan makro dengan penderitaan keluarga mikro ini membuat seruannya melampaui retorika diplomatik biasa dan menyentuh hati publik.
*"Ada Apa dengan Indonesia" dan Tanggung Jawab Kekuasaan*
Dalam penyampaiannya, Fadjroel menggunakan bahasa yang sangat lugas dan bernada mempertanyakan. Melalui platform X (dahulu Twitter), ia menulis: "Ada apa dengan Indonesia? Sedih banget melihat kondisi ini, seolah kebakaran dan karhutla tidak ada habisnya."
Ia secara khusus menyebut tiga wilayah terdampak: Kalimantan, Sumatra, dan Papua, dan mempertanyakan "sudah berapa bulan?". Kemudian, ia mengajukan logika inti argumentasinya — kesetaraan antara kekuasaan dan tanggung jawab: "Pihak yang memiliki kekuasaan besar pasti memikul tanggung jawab yang besar." Meski tidak menyebut nama institusi atau individu tertentu, pernyataan ini jelas menekan pemerintah pusat di Jakarta dan otoritas daerah agar tidak mengabaikan bencana yang berkepanjangan.
*Apa yang Akan Dihadapi Indonesia Jika Krisis Berlanjut?*
Berdasarkan data riil semester kedua 2026 dan peringatan Fadjroel, jika tren kebakaran saat ini tidak dibalik secara fundamental, Indonesia akan menghadapi tantangan serius dalam berbagai dimensi.
1.*Kesehatan Publik dan Bencana Antargenerasi*
Hasil pencarian menunjukkan bahwa kebakaran ini bukan fenomena musiman sesaat. Hingga pertengahan Oktober 2026, data dari Provinsi Kalimantan Tengah saja menunjukkan lebih dari 22.000 hektare lahan terbakar dalam beberapa bulan, dengan ribuan titik panas terdeteksi. Asap menyebabkan langit menguning dan visibilitas sangat rendah. Warga setempat (seperti pengemudi ojek online dan pedagang kaki lima) terpaksa bekerja di udara berbahaya demi bertahan hidup, dan umumnya mengalami batuk, sakit mata, serta radang tenggorokan. Jika kabut asap berlanjut hingga akhir tahun, angka penyakit pernapasan akan melonjak, dan kesehatan anak-anak serta lansia akan mengalami kerusakan yang tidak dapat dipulihkan. "Keluarga yang menderita berbulan-bulan" yang disebut Fadjroel adalah cerminan realitas mikro ini.
2.*Titik Kritis Keruntuhan Ekosistem*
Kebakaran lahan gambut adalah kesulitan utama krisis ini. Berbeda dengan kebakaran hutan biasa, api gambut menjalar di bawah tanah dan sangat sulit dipadamkan sepenuhnya. Di Kalimantan Selatan, bahkan setelah api permukaan dipadamkan, lapisan gambut bawah tanah masih mengeluarkan asap dan dapat menyala kembali kapan saja. Yang lebih mengkhawatirkan, Taman Nasional...
... Di Kalimantan Selatan, bahkan setelah api permukaan dipadamkan, lapisan gambut bawah tanah masih terus mengeluarkan asap dan dapat menyala kembali kapan saja. Yang lebih mengkhawatirkan, Taman Nasional Tanjung Puting yang memiliki nilai global juga telah dikepung api dan asap, yang secara langsung mengancam keamanan habitat orangutan di kawasan konservasi tersebut. Jika api terus merambat ke zona inti konservasi, Indonesia akan menghadapi kerugian keanekaragaman hayati yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat internasional.
3.*Tekanan Ganda Diplomasi dan Citra*
Sebagai duta besar yang bertugas di luar negeri, pernyataan Fadjroel sendiri merupakan sinyal diplomatik. Ia aktif mendorong kerja sama ekonomi (target perdagangan 2 miliar dolar AS) dan pertukaran pendidikan di Kazakhstan, tetapi bencana lingkungan yang terus berlangsung di dalam negeri jelas akan melemahkan kredibilitas moral Indonesia di meja perundingan internasional. Ketika perwakilan Indonesia berbicara tentang "jembatan emas" dan ekonomi hijau di luar negeri, sementara dari dalam negeri muncul citra langit Kalimantan yang menguning, kontras ini akan sangat mengurangi daya tawar Indonesia dalam isu iklim. Fadjroel mengekspresikan solidaritas melalui "pita hitam", yang sebenarnya juga merupakan isyarat kepada mitra internasional tentang urgensi tata kelola domestik.
4.*Kelelahan Sosial dan Pemborosan Ekonomi*
Kabut asap yang berkepanjangan tidak hanya membahayakan kesehatan, tetapi juga menggerus vitalitas ekonomi daerah bencana. Di Kalimantan Tengah, seorang pedagang mengungkapkan pendapatan hariannya anjlok dari 400.000 rupiah menjadi 50.000 rupiah karena orang-orang takut keluar rumah. Jika kebakaran berlanjut hingga awal 2027, produktivitas pertanian di daerah bencana akan terus menurun, rantai pasok komoditas kunci seperti minyak sawit mungkin terganggu, yang pada gilirannya akan mendorong inflasi regional. Sementara itu, operasi pemadaman yang berkelanjutan (seperti 176 kali water bombing dalam sehari di Kalimantan Selatan) menguras banyak sumber daya fiskal dan tenaga manusia. Jika tidak segera diatasi, anggaran darurat pemerintah daerah akan menghadapi kebangkrutan.
Seruan Dubes Fadjroel Rachman pada hakikatnya adalah pengingat bagi Jakarta: kebakaran bukan lagi sekadar "masalah musiman tahunan", melainkan krisis kronis yang sedang merobek tubuh bangsa. Dengan "darah Kalimantan" sebagai bukti, ia menuntut lembaga-lembaga berkuasa untuk menunaikan tanggung jawabnya. Bagi Indonesia, beberapa bulan ke depan akan menjadi jendela kritis. Jika api di lahan gambut tidak dapat dikendalikan dan tatanan kehidupan normal di daerah bencana tidak dapat dipulihkan sebelum puncak musim kemarau berikutnya, maka bencana yang "tidak terlihat ujungnya" ini tidak hanya akan membakar hutan, tetapi juga akan membakar kepercayaan publik terhadap kapasitas tata kelola. Sebagaimana disampaikan Sang Dubes, mereka yang memegang kekuasaan saat ini harus menunjukkan tanggung jawab yang setara dengannya.
CLASS ACTION terhadap KARHUTLA! IT'S TIME! Kapolri menyebut ada 98 (sembilan puluh delapan) PERUSAHAAN diduga terlibat Karhutla, Pemerintah #Singapura menyebut ada 7 (tujuh) PERUSAHAAN terlibat KARHUTLA. Hidup di Kalimantan saat ini seperti di dalam RUMAH ASAP dan BAU BUSUK ASAP. Menteri Kesehatan Budi Sadikin menyebut Kasus ISPA diderita 333.470 ORANG (tiga ratus tiga puluh tiga ribu empat ratus tujuh puluh) termasuk 75.172 BALITA (tujuh puluh lima ribu seratus tujuh puluh dua) dengan usia 0-5 TAHUN! SUDAH SAATNYA MELAKUKAN CLASS ACTION cc: @walhinasional @greenpeaceid @bdm2502 @Rosi_KompasTV @Rosianna766Hi
------
ADA APA DENGAN INDONESIA? Sedih banget melihat kondisi ini, seakan API, ASAP dan KARHUTLA tak ada akhirnya :) Saya berdarah Kalimantan, lahir dan besar di Kalimantan Selatan, keluarga saya sebagian besar masih tinggal di Kalimantan. Mereka sudah menderita ber-bulan2 karena ASAP dan KARHUTLA. Walau sekarang melihat semua dari jauh tetap ingin sekali mengatakan, BANTULAH kalimantan, sumatera, juga papua, sudah berapa bulan? Yang memiliki kekuasaan besar tentu memiliki tanggung jawab besar ~ #BungFADJROEL #SaveKalimantan #SaveSumatera #SavePapua CC: @prabowo #rajaantoni @tedsky89 @Dudung_DAR @rockygerung @gibran_tweet @KsultananBanjar @banjarmasinpost @detikcom @DianaRosianti #pemko_banjarmasin @pemprov_kalsel @Kemlu_RI @titokarnavian_ @jumhurhidayat @humas_setdabjm #setdaprovkalsel #ClassActionKARHUTLA
CLASS ACTION terhadap KARHUTLA! IT'S TIME! Kapolri menyebut ada 98 (sembilan puluh delapan) PERUSAHAAN diduga terlibat Karhutla, Pemerintah #Singapura menyebut ada 7 (tujuh) PERUSAHAAN terlibat KARHUTLA. Hidup di Kalimantan saat ini seperti di dalam RUMAH ASAP dan BAU BUSUK ASAP. Menteri Kesehatan Budi Sadikin menyebut Kasus ISPA diderita 333.470 ORANG (tiga ratus tiga puluh tiga ribu empat ratus tujuh puluh) termasuk 75.172 BALITA (tujuh puluh lima ribu seratus tujuh puluh dua) dengan usia 0-5 TAHUN! SUDAH SAATNYA MELAKUKAN CLASS ACTION cc: @walhinasional @greenpeaceid @bdm2502 @Rosi_KompasTV @Rosianna766Hi
------
ADA APA DENGAN INDONESIA? Sedih banget melihat kondisi ini, seakan API, ASAP dan KARHUTLA tak ada akhirnya :) Saya berdarah Kalimantan, lahir dan besar di Kalimantan Selatan, keluarga saya sebagian besar masih tinggal di Kalimantan. Mereka sudah menderita ber-bulan2 karena ASAP dan KARHUTLA. Walau sekarang melihat semua dari jauh tetap ingin sekali mengatakan, BANTULAH kalimantan, sumatera, juga papua, sudah berapa bulan? Yang memiliki kekuasaan besar tentu memiliki tanggung jawab besar ~ #BungFADJROEL #SaveKalimantan #SaveSumatera #SavePapua CC: @prabowo #rajaantoni @tedsky89 @Dudung_DAR @rockygerung @gibran_tweet @KsultananBanjar @banjarmasinpost @detikcom @DianaRosianti #pemko_banjarmasin @pemprov_kalsel @Kemlu_RI @titokarnavian_ @jumhurhidayat @humas_setdabjm #setdaprovkalsel #ClassActionKARHUTLA
SETUJUKAH CLASS ACTION terhadap KARHUTLA?
87%Sangat Setuju
10%Tidak Berguna
3%Tidak Tahu
61 votes • Final resultsCLASS ACTION terhadap KARHUTLA! IT'S TIME! Kapolri menyebut ada 98 (sembilan puluh delapan) PERUSAHAAN diduga terlibat Karhutla, Pemerintah #Singapura menyebut ada 7 (tujuh) PERUSAHAAN terlibat KARHUTLA. Hidup di Kalimantan saat ini seperti di dalam ASAP dan BAU BUSUK ASAP. Menteri Kesehatan Budi Sadikin menyebut Kasus ISPA diderita 333.470 ORANG (tiga ratus tiga puluh tiga ribu empat ratus tujuh puluh) termasuk 75.172 BALITA (tujuh puluh lima ribu seratus tujuh puluh dua) dengan usia 0-5 TAHUN! SUDAH SAATNYA MELAKUKAN CLASS ACTION cc: @walhinasional @greenpeaceid @bdm2502 @Rosi_KompasTV @Rosianna766Hi
------
ADA APA DENGAN INDONESIA? Sedih banget melihat kondisi ini, seakan API, ASAP dan KARHUTLA tak ada akhirnya :) Saya berdarah Kalimantan, lahir dan besar di Kalimantan Selatan, keluarga saya sebagian besar masih tinggal di Kalimantan. Mereka sudah menderita ber-bulan2 karena ASAP dan KARHUTLA. Walau sekarang melihat semua dari jauh tetap ingin sekali mengatakan, BANTULAH Kalimantan, Sumatera, juga Papua, sudah berapa bulan? Yang memiliki kekuasaan besar tentu memiliki tanggung jawab besar ~ #BungFADJROEL #SaveKalimantan #SaveSumatera #SavePapua CC: @prabowo #rajaantoni @tedsky89 @Dudung_DAR @rockygerungmenulis @gibran_tweet @KsultananBanjar @banjarmasinpost @detikcom @DianaRosianti #pemko_banjarmasin @pemprov_kalsel @Kemlu_RI @titokarnavian_ @jumhurhidayat @humas_setdabjm #setdaprovkalsel
"The United Nations was not created to take mankind to heaven, but to save humanity from hell."
- Dag Hammarskjöld, second Secretary-General of the UN
#UNDay
Jensen Huang CEO @nvidia in Astana, Kazakhstan at alem.ai Congrats Kazakhstan, the determination to be an Artificial Intelligence Hub in Central Asia and Eurasia. Bravo Minister of AI H.E @Zhaslan_Madiyev and CEO KazakhTelecom #kazakhtelecom H.E. @BagdatMussin Kutti Bolsyn! ~ Dr. M. Fadjroel Rachman #DubesRIKazakhstanTajikistan @Kemlu_RI @PEDOMAN_id #BungFADJROEL #GlobalHumanism #SymbolicRevolution > video from IG @BagdatMussin
Dubes RI Bersuara soal Karhutla: Saya Berdarah Kalimantan, Sedih Banget Melihat Kondisi ini — TITIR #SaveKalimantan #SaveSumatera #SavePapua #SaveIndonesia #BungFADJROEL share.google/rX424aiVwKuoVMk…
Sebagian Keluarganya Masih Tinggal di Kalimantan, Fadjroel Rachman: Mereka Menderita Berbulan-bulan karena Asap - Kilat #SaveKalimantan #SaveSumatera #SavePapua #SaveIndonesia #BungFADJROEL share.google/2AWqpNVLYAH3pj1…
Sejumlah orang TEWAS; Kasus ISPA diderita 333.470 ORANG (tiga ratus tiga puluh tiga ribu empat ratus tujuh puluh) termasuk 75.172 BALITA (tujuh puluh lima ribu seratus tujuh puluh dua) dengan usia 0-5 TAHUN! via @kompascom @kompasdotcom BERAPA KORBAN LAGI YANG KITA TUNGGU SAUDARA?
------
ADA APA DENGAN INDONESIA? Sedih banget melihat kondisi ini, seakan API, ASAP dan KARHUTLA tak ada akhirnya :) Saya berdarah Kalimantan, lahir dan besar di Kalimantan Selatan, keluarga saya sebagian besar masih tinggal di Kalimantan. Mereka sudah menderita ber-bulan2 karena ASAP dan KARHUTLA. Walau sekarang melihat semua dari jauh tetap ingin sekali mengatakan, BANTULAH kalimantan, sumatera, juga papua, sudah berapa bulan? Yang memiliki kekuasaan besar tentu memiliki tanggung jawab besar ~ #BungFADJROEL #SaveKalimantan #NoPalmOil #SaveSumatera #SavePapua CC: @prabowo #rajaantoni @tedsky89 #dudung_abdurachman @rockygerungmenulis @gibran_rakabuming @KsultananBanjar @banjarmasinpost @detikcom @DianaRosianti #pemko_banjarmasin @pemprov_kalsel @Kemlu_RI @titokarnavian_ @jumhurhidayat @humas_setdabjm
Dr. M. Fadjroel Rachman retweeted
Yes, you have the Rights @fadjroeL, I have the Rights, people of #Indonesia have the Rights. We all have the Rights to speak up to the current situation @kemkomdigi don't hinder or obstruct our voices!
#ForestFire
#SymbolicRevolution
#GlobalHumanism
I have the RIGHTS to take part in my countries's POLITICAL AFFAIRS! ~ #BungFADJROEL #SymbolicRevolution #GlobalHumanism
Sejumlah orang TEWAS; Kasus ISPA diderita 333.470 ORANG (tiga ratus tiga puluh tiga ribu empat ratus tujuh puluh) termasuk 75.172 BALITA (tujuh puluh lima ribu seratus tujuh puluh dua) dengan usia 0-5 TAHUN! via @kompascom @kompasdotcom BERAPA KORBAN LAGI YANG KITA TUNGGU SAUDARA?
------
ADA APA DENGAN INDONESIA? Sedih banget melihat kondisi ini, seakan API, ASAP dan KARHUTLA tak ada akhirnya :) Saya berdarah Kalimantan, lahir dan besar di Kalimantan Selatan, keluarga saya sebagian besar masih tinggal di Kalimantan. Mereka sudah menderita ber-bulan2 karena ASAP dan KARHUTLA. Walau sekarang melihat semua dari jauh tetap ingin sekali mengatakan, BANTULAH kalimantan, sumatera, juga papua, sudah berapa bulan? Yang memiliki kekuasaan besar tentu memiliki tanggung jawab besar ~ #BungFADJROEL #SaveKalimantan #NoPalmOil #SaveSumatera #SavePapua CC: @prabowo #rajaantoni @tedsky89 #dudung_abdurachman @rockygerungmenulis @gibran_rakabuming @KsultananBanjar @banjarmasinpost @detikcom @DianaRosianti #pemko_banjarmasin @pemprov_kalsel @Kemlu_RI @titokarnavian_ @jumhurhidayat @humas_setdabjm
Dr. M. Fadjroel Rachman retweeted
Speak up bang @fadjroeL, speak up as you used to, let the world knows how pathetic #Indonesia leaders and government are, they burned our forest, causing children to get food poisoning #MBG, manipulating the law, and a series of crimes that will lead the nation toward destruction
Dubes RI Bersuara soal Karhutla: Saya Berdarah Kalimantan, Sedih Banget Melihat Kondisi ini ~ Dr. M. Fadjroel Rachman #BungFADJROEL #IniDiplomasi @PEDOMAN_id #DubesRIKazakhstanTajikistan @prabowo @jumhurhidayat wartaekonomi.co.id/read64285…
Dubes RI Bersuara soal Karhutla: Saya Berdarah Kalimantan, Sedih Banget Melihat Kondisi ini ~ Dr. M. Fadjroel Rachman #BungFADJROEL #IniDiplomasi @PEDOMAN_id #DubesRIKazakhstanTajikistan @prabowo @jumhurhidayat wartaekonomi.co.id/read64285…
ADA APA DENGAN INDONESIA? Sedih banget melihat kondisi ini, seakan API, ASAP dan KARHUTLA tak ada akhirnya :) Saya berdarah Kalimantan, lahir dan besar di Kalimantan Selatan, keluarga saya sebagian besar masih tinggal di Kalimantan. Mereka sudah menderita ber-bulan2 karena ASAP dan KARHUTLA. Walau sekarang melihat semua dari jauh tetap ingin sekali mengatakan, BANTULAH kalimantan, sumatera, juga papua, sudah berapa bulan? Yang memiliki kekuasaan besar tentu memiliki tanggung jawab besar ~ #BungFADJROEL #SaveKalimantan #SaveBorneo #SaveSumatera #SavePapua CC: @prabowo @rajaantoni @tedsky89 @PolkamRI @kemenkopmk @rockygerung @gibran_tweet @KsultananBanjar @banjarmasinpost @detikcom @DianaRosianti @pemko_banjarmasin @pemprov_kalsel @Kemlu_RI @titokarnavian_ @jumhurhidayat @tribunnews












