al retweeted
Bentuk perlawanan kelompok marjinal itu banyak macamnya dan setiap perlawanan pasti akan ketemu reaksi negatif dari penindas. Foto ciuman itu juga bisa dilihat sebagai bentuk perlawanan, terlepas lo anggap itu ciumannya perlu atau nggak, sesuai norma grassroot atau gak. Munculnya reaksi kebencian yah memang konsekuensi dari melawan, bagian dari rantai aksi-reaksi.
Bukannya udah lihat yah dari dulu, perlawanan yang paling soft pun tetap ditentang sama yang homofobik? Diskusi buku dan seminar di kampus digerebek. Nakes yang bikin konten anti-stigma langsung diincar netizen homofobik. Lah, gue bikin post depatologisasi dari DSM aja sering kena ocehan koq.
Jadi kalau mau melawan tapi harus terus “jaga kelakuan” demi perasaan status quo, biar mereka nggak tersinggung dan nggak marah sama keberadaan identitas lo, itu sama aja kayak nyerahin jiwa lo ke setan. Lo ngebiarin penindas yang nentuin garis hidup lo dan hak apa aja yang boleh lo dapat.
Strategis dalam melawan bukan berarti juga terus-terusan pakai respectability politics. Setelah berpuluh tahun gerakan ngerjain edukasi dan advokasi di mana-mana, wajar dong muncul strategi baru, apalagi massanya juga makin cair.
Terus, kalau lo ngerasa bagian dari komunitas, fungsi komunitas itu saling jaga, bukan saling julid. Iya, komunitas juga punya fungsi jaga dan tuntut akuntabilitas. Tapi gestur kayak gini perlu dibedakan dari tindakan yang beneran ngasih peluru ke kaum homofobik, misalnya flirting nggak jelas ke orang yang jelas-jelas beda orientasi seksualnya, atau punya internalized homophobia dan malah ngaku2 ex-gay atau yah bikin statement goblok yang reinforce stereotype dan stigma negatif kelompok ke publik (yang kayak gini pantas di-call out diminta akuntabilitas sama komunitas).
Fungsi komunitas yang gue liat hilang dari percakapan dua hari ini adalah fungsi jaga satu sama lain, yang justru harusnya ditingkatin pas masa2 kek gini. Jagain mereka yang terancam karena berani melawan lewat foto provokatif itu. Jagain juga mereka yang underprivileged dan mungkin kena dampak dari tersebarnya foto itu. Jagain semua orang yang punya kerentanan identitas yang sama kayak lo.
Iya, sumber daya komunitas terbatas, dan ada orang-orang yang lebih rentan. Tapi hidup komunitas dan individu juga nggak bisa terus-terusan dilihat dari kacamata defisit karena lagi ditindas. Kalau kita nggak fokus ke kapasitas untuk melawan dan saling jaga waktu konsekuensi dari melawannya datang, gimana mau bertahan lebih jauh?
Komunitas marginal itu bukan cuma soal kerusakan, kerentanan, dan kelemahan. Komunitas juga sumber resiliensi. Ini udah terbukti selama bertahun-tahun koq. Meski berkali-kali dijatuhkan dan ditindas dengan berbagai cara, tetap bisa bangkit dan melawan lagi. Resiliensi itu cuma bisa makin ditingkatkan kalau kita saling dukung dan saling jaga, bukan saling julid.
Jadi, yuk bisa yuk. Berhenti saling nyalahin, karena konsekuensi buruk dari foto kan ini juga banyakan sumbernya dari mereka yang homofobik. Donasi sana ke NGO kalo beneran peduli sama yang underprivileged dan belum bisa turun ke jalan. Jangkau temen2 lu yang beneran affected sama persebaran foto di sirkel homofobik.
Buat gue sih, kalo beneran peduli yah, wujudkan solidaritas dalam komunitas yang berakar dari cinta kasih. Karena cinta menaklukan semua, cinta menyamankan semua, dalam cinta kita akan bernaung dan menang.
al retweeted
kamu kalo masih menindas kaum marjinal gausah koar koar soal humanity, humanitynya masih selektif jadi mending diem aja
al retweeted
those of you who criticizing over women's march movement clearly don't get what intersectionalism means and cherry-picking what kind of people deserves freedom, none of us is free until everyone is
al retweeted
mohon maaf bangeeet kakak-kakak homophobic, kalau kalian engga tau WMJ... tolong BACA informasi soal latar belakang WMJ daannnn TUNTUTAN WMJ jugaaaaa yaaaaaa. ya tuhan, capek banget kelakuan mereka ini.. 😭😭😭
al retweeted
Ini bukti dokumentasi bahwa dari dulu aksi Women's March selalu melibatkan queer. Nyawa dari aksi Women's March dari dulu INTERSEKSIONALITAS. Jadi ya gausah kaget kalau kaum marjinal (termasul queer) dirangkul untuk ikut bersuara juga.
ironic liat orang² yang mempertanyakan kenapa queer people included in women's march padahal pemahaman mereka soal intersectionality aja masih cetek. maybe sebelum sibuk mempertanyakan keberadaan kelompok lain bisa mulai memahami dulu kenapa perjuangan ini saling berkaitan.
maybe it's just my social media algorithm or something but is laut bercerita's film adaptation really not getting that much attention? i know it hasn't been particularly well received but i'm gen surprised i haven't been seeing more people posting anything related to the film
al retweeted
what broke me about LA BOLA NEGRA (2026) is realizing I'm probably not the first f4g in my lineage, just perhaps the first one who gets to live it out loud. I stand on the shoulders of generations who had to leave so much of themselves unspoken. I'm thinking of them tonight.
starting your film with this song is crazy. one of the most welcoming opening sequences i've ever experienced in a movie theatre, and the film itself was immensely immersive thanks to the natural chemistry of their friendship also hits cause i'm a fag music.apple.com/id/album/sex…
Sudah nonton film-film #JWC2026? Saatnya kumpulkan poin dan tukarkan dengan merchandise favoritmu! ❤️
Buat kamu yang sudah menyaksikan film JWC, baik secara online di KlikFilm maupun offline di CGV Grand Indonesia, jangan lupa kumpulkan poin dari setiap pengalaman menontonmu.


























