Pinned Tweet
Panduan Singkat Penyampaian Kritik di Ruang Digital
1. Hindari menyerang individu, fokus pada kebijakan.
❌ “Pejabat ini tidak kompeten.”
✅ “Kebijakan ini menunjukkan kelemahan dalam perencanaan dan eksekusi"
2. Hindari tuduhan langsung.
❌ “Mereka sengaja merugikan rakyat.”
✅ “Menurut penilaian saya, kebijakan ini berpotensi berdampak merugikan.”
3. Hindari bahasa merendahkan.
❌ “Keputusan tolol.”
✅ “Keputusan ini kurang berbasis kajian yang memadai.”
4. Hindari ajakan provokatif atau mobilisasi emosional.
❌ “Lawan sekarang.”
✅ “Perlu pengawasan publik dan diskusi yang lebih serius.”
5. Hindari klaim faktual dan penyebutan nama tanpa rujukan.
❌ “Institusi A selalu gagal mengelola kebijakan ini.”
✅ “Menurut laporan media Tempo, implementasi kebijakan ini.. "
6. Hindari kritik yang mengarah ke SARA.
❌ “Golongan X memang selalu jadi sumber masalah.”
✅ “Praktik tertentu dalam kasus ini menimbulkan persoalan serius.”
Tetaplah bersuara, meski tak senyaman sebelumnya.
Terus, uang sekitar Rp22 juta yang masih nyangkut itu gimana statusnya, Min @kitabisacom?
Bakal dikembalikan ke para donatur atau ada mekanisme lain?
Replying to @PramestiHilya
Haloo kak, makasih yaa buat concern nyaa 😊
Sebagai sebuah platform publik, kami mendengar berbagai masukan dan memutuskan untuk sementara menutup campaign kitabisa.com/dapurkeliling sembari menjalin komunikasi dengan pihak Sisters in Danger.
Mimin berharap semua proses bisa berjalan baik-baik 💙
HASIL AUDIT AWAL LAPORAN DONASI GERAKAN ENAM BELAS
Hasil pemeriksaan awal terhadap laporan donasi Gerakan Enam Belas oleh Sisters in Danger, periode 6–23 Oktober 2026, menemukan sejumlah kejanggalan yang perlu diklarifikasi.
1. Duplikasi bukti pembayaran
Ditemukan dua pasangan nomor bantuan yang menggunakan bukti transaksi identik.
- Nomor 109 dan 113 menggunakan bukti QRIS yang sama, senilai Rp57.800, dengan RRN 176618117.
- Nomor 174 dan 236 menggunakan bukti QRIS yang sama, senilai Rp29.000, dengan RRN 440386160. Bahkan screenshot permintaan dan konfirmasi penerimaannya juga sama.
Total nilai bukti pembayaran yang berulang mencapai Rp86.800. Perlu dipastikan apakah transaksi tersebut juga dicatat dua kali sebagai pengeluaran.
2. Hampir separuh pengeluaran belum memiliki bukti terperinci
Dari total pengeluaran Rp37.934.693, terdapat Rp18.812.757 atau 49,6% yang belum didukung rincian transaksi memadai dalam arsip yang dipublikasikan.
Rinciannya:
- Oksigen, masker, dan obat Rp10.743.257
- Bantuan makan malam Rp5.500.000
- Sembako dan lainnya Rp2.569.500
Untuk kategori oksigen hanya ditemukan screenshot komunikasi, tanpa rincian pembelian dan kuantitas barang. Sementara bukti terperinci untuk pengeluaran makan malam dan sembako juga tidak ditemukan dalam arsip.
3. Sebanyak 75% dana donasi masih tersisa
Total penerimaan donasi mencapai Rp151.605.132, sementara pengeluaran baru Rp37.934.693 atau 25,02%.
Artinya, hingga 23 Oktober 2026 masih terdapat saldo Rp113.670.439 atau 74,98% dari total donasi.
Perlu ada penjelasan mengenai alokasi dan rencana penggunaan dana yang belum disalurkan tersebut.
4. Selisih saldo rekening dengan laporan sebesar Rp2.655.228
Dalam laporan, saldo akhir tercatat Rp113.670.439. Namun screenshot rekening giro BCA atas nama Perkumpulan Dapur Keliling menunjukkan saldo Rp116.325.667.
Terdapat selisih lebih Rp2.655.228 yang belum terjelaskan. Angka ini perlu direkonsiliasi dengan mutasi rekening, mengingat tanggal screenshot belum diketahui dan belum dapat dipastikan apakah rekening tersebut juga menampung dana di luar program donasi ini.
Tindak Lanjut
Diperlukan klarifikasi dan kelengkapan bukti pertanggungjawaban dari Sisters in Danger, khususnya terkait duplikasi bukti transaksi, pengeluaran yang belum terdokumentasi secara memadai, alokasi sisa dana donasi, serta selisih antara saldo rekening dan laporan keuangan.
Untuk itu, diharapkan agar Sisters in Danger dapat segera memberikan penjelasan dan melengkapi dokumen pendukung yang diperlukan demi menjamin transparansi, akuntabilitas, serta menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana donasi masyarakat.
Ttd.
Auditor Independen Publik
Laporan Publik "Gerakan Enam Belas" (6-23 Oktober 2026)
Laporan donasi lengkap: bit.ly/LaporanDonasiGerakan1…
Laporan singkat (1):
Readers added context they thought people might want to know
Laporan yang diklaim "lengkap" tidak menyertakan rekening koran atau bukti transaksi bank terperinci meski diminta publik. Isu transparansi donasi penyelenggara yang sama telah diangkat sejak 2022.
drive.google.com/drive/folders/…
x.com/svastikarr/sta…
gunungkidul.pikiran-rakyat.com/peristiwa/pr-2…
x.com/dapurgendong/s…
Tambah satu periode lagi, saya yakin Indonesia bakal mirip Turkmenistan:
- Stasiun TV isinya cuma puja-puji pemerintah
- medsos makin dibatasi
- pers dibungkam
- siapa pun yang berani mengkritik penguasa langsung dianggap tidak nasionalis atau bahkan dilabeli penghianat bangsa
Titip cerpen yang bertema otoritarianisme di Turkmenistan:
xitter.cf/Dospemz/status/2066088…
Pengusaha Jepang yang sudah 12 tahun di Indonesia mengaku stres menghadapi pemadaman listrik, polusi asap, dan kelangkaan BBM yang mengganggu operasional 70 lebih sekolah IT miliknya. Menurutnya, kondisi sekarang jauh lebih buruk dibanding saat pertama kali datang 12 tahun lalu.
親愛なるインドネシアへ🇮🇩
もう泣いていいですか😢…
この国のために12年全力で尽くしてきました。
今、本当に悔しくてイライラしてます。
私はインドネシア全土で70校以上の子ども向けITスクール Timedoor Academyを運営しています。
ただ、シンプルに教育でこの国に貢献したいだけなのに。
でも…
ここ1ヶ月だけでも、私たちの教室ではこんなことが起きています。
バタム:ブラックアウト停電。授業が中断。
スラバヤ:向かいのレストランのガス爆発の爆風で教室が壊れる。
バリ:ガソリン危機。生徒たちが通塾できない。
カリマンタン:深刻な大気汚染。子どもたちが外出できない。
スマトラ:同じく、カリマンタンからの煙霧(ヘイズ)で生徒が外に出られない。
マカッサル:PLN(国営電力会社)のずさんな対応。事前の予告もなく週3〜4回の停電。エアコンも照明もない状態。ようやく大規模メンテナンスを発表するが謝罪は無し。
PLNの皆さん、どうかこの写真を見てください。幼い子どもたちが、エアコンも電気もない中で勉強を強いられています。
私はこの国を本当に愛していますし、IT教育を通じて子どもたちに力を与えたいと思っています。
でも…
基本的なインフラが崩壊しかけています。
12年前にここへ来た頃は、状況はどんどん良くなっていました。
なのに…
今は悪化していく一方です。
私はただ普通に暮らし、生徒たちや社員のために一生懸命働きたいだけです。
それすらも、今のこの国では拒まれているように感じてしまいます。
これからインドネシアの新興市場でビジネスを始めようと考えている外国人の方へ:本当によく2度、3度と考えてみてください。
なんだかんだ成長はしています。
巨大なマーケットです。
ポテンシャルは計り知れません。
でも…
ビジネスのためだけに、この凄まじいストレスに本当に耐えられますか?
私自身…
今は本当にストレスと悔しさでいっぱいです。
それでも、この国は私の人生にたくさんの生きがいを与えてくれました。
だから、私は諦めません。
この国に恩返しがしたい。
Timedoor Academyで学ぶ3万人以上の生徒たちが、いつかインドネシアのより良い未来を創り出してくれることを、心から願っています。
インドネシアにいる皆さん🇮🇩
大丈夫でしょうか?
色々大変ですが頑張りましょう💪🔥
Sedikit informasi, PT Timedoor Indonesia merupakan startup teknologi yang didirikan pengusaha Jepang Yutaka Tokunaga di Bali pada 2014.
Saat ini mereka punya sekitar 150 karyawan inti dan lebih dari 70 cabang Timedoor Academy di beberapa negara, yang sebagian dikembangkan lewat sistem waralaba.
Total sudah lebih dari 25.000 anak mengikuti program pendidikannya.
Dosen Pembimbing retweeted
Pengusaha Jepang yang sudah 12 tahun di Indonesia mengaku stres menghadapi pemadaman listrik, polusi asap, dan kelangkaan BBM yang mengganggu operasional 70 lebih sekolah IT miliknya. Menurutnya, kondisi sekarang jauh lebih buruk dibanding saat pertama kali datang 12 tahun lalu.
親愛なるインドネシアへ🇮🇩
もう泣いていいですか😢…
この国のために12年全力で尽くしてきました。
今、本当に悔しくてイライラしてます。
私はインドネシア全土で70校以上の子ども向けITスクール Timedoor Academyを運営しています。
ただ、シンプルに教育でこの国に貢献したいだけなのに。
でも…
ここ1ヶ月だけでも、私たちの教室ではこんなことが起きています。
バタム:ブラックアウト停電。授業が中断。
スラバヤ:向かいのレストランのガス爆発の爆風で教室が壊れる。
バリ:ガソリン危機。生徒たちが通塾できない。
カリマンタン:深刻な大気汚染。子どもたちが外出できない。
スマトラ:同じく、カリマンタンからの煙霧(ヘイズ)で生徒が外に出られない。
マカッサル:PLN(国営電力会社)のずさんな対応。事前の予告もなく週3〜4回の停電。エアコンも照明もない状態。ようやく大規模メンテナンスを発表するが謝罪は無し。
PLNの皆さん、どうかこの写真を見てください。幼い子どもたちが、エアコンも電気もない中で勉強を強いられています。
私はこの国を本当に愛していますし、IT教育を通じて子どもたちに力を与えたいと思っています。
でも…
基本的なインフラが崩壊しかけています。
12年前にここへ来た頃は、状況はどんどん良くなっていました。
なのに…
今は悪化していく一方です。
私はただ普通に暮らし、生徒たちや社員のために一生懸命働きたいだけです。
それすらも、今のこの国では拒まれているように感じてしまいます。
これからインドネシアの新興市場でビジネスを始めようと考えている外国人の方へ:本当によく2度、3度と考えてみてください。
なんだかんだ成長はしています。
巨大なマーケットです。
ポテンシャルは計り知れません。
でも…
ビジネスのためだけに、この凄まじいストレスに本当に耐えられますか?
私自身…
今は本当にストレスと悔しさでいっぱいです。
それでも、この国は私の人生にたくさんの生きがいを与えてくれました。
だから、私は諦めません。
この国に恩返しがしたい。
Timedoor Academyで学ぶ3万人以上の生徒たちが、いつかインドネシアのより良い未来を創り出してくれることを、心から願っています。
インドネシアにいる皆さん🇮🇩
大丈夫でしょうか?
色々大変ですが頑張りましょう💪🔥
Dosen Pembimbing retweeted
Bismillah, I don't know who needs this but aku bikin aplikasi kantong vocabulary untuk nyimpen kosakata 🇬🇧✨
🤔: “Kenapa kantong vocabulary?”
Karena pengalaman aku sendiri ketika nonton/baca/ngobrol suka dapet vocab baru tapi abis itu lupa karena ga pernah direcall
Makanya di aplikasi ini temen-temen bisa kantongin vocabnya dan sesekali ada random recall biar ga lupa 😁
Dosen Pembimbing retweeted
🚨🚨 BREAKING. 🟢🔵🔴
MOHON SEBARLUASKAN.
PESAN DARI GEJAYAN MEMANGGIL
Utuk teman teman yang nnti tgl 28 oktober 2026 mau demo.
LEPASKAN JAS MU, ANGKAT TUNTUTANMU.
📷 : Gejayanmemanggil
Keputusan pemerintah mengurangi ekspor gas ke Singapura ini paling reasonable dalam kondisi sekarang.
Tapi ini bukan manuver geopolitik untuk menekan Singapura, melainkan langkah mengamankan pasokan energi domestik dan menghindari risiko kekacauan yang lebih besar.
Kenapa?
Berikut penjelasannya.
Perlu diketahui, ekspor gas Indonesia ke Singapura berasal dari dua jalur:
1. Dari Blok Corridor di Sumatera Selatan dan Jabung di Jambi, yang dialirkan melalui pipa Grissik–Singapura milik TGI.
2. Dari lapangan-lapangan gas di West Natuna melalui pipa bawah laut West Natuna Transportation System (WNTS).
Jadi pasokan gas yang diekspor ini sebenarnya terhubung langsung dengan jaringan gas yang juga dibutuhkan untuk kelistrikan dan industri domestik.
Di saat yang sama, kinerja produksi gas Indonesia belum bisa mengimbangi kebutuhan listrik dan industri terus meningkat, sementara sejumlah lapangan mengalami natural decline.
Situasinya makin rumit setelah kebocoran pipa gas di Musi Rawas sejak 7 September mengganggu penyaluran gas di Sumatera.
Bahkan sejak 14 September, PGN sudah membatasi pasokan sejumlah pelanggan industri menjadi sekitar 78% dari kontrak minimum akibat kekurangan suplai.
Persoalan ini sebenarnya sudah diantisipasi jauh sebelumnya.
Pada Mei 2025, MedcoEnergi, PGN, dan pembeli Singapura menyepakati mekanisme gas swap, yaitu mengalihkan sebagian gas Sumatera untuk kebutuhan domestik dengan mengganti pasokan ekspor menggunakan gas dari Natuna.
Sekarang lihat kondisi kelistrikannya.
Sejak September hingga 25 Oktober, sedikitnya tujuh kejadian pemadaman diberitakan di daratan Sumatera, mulai dari Lampung, Riau, Aceh, Bengkulu, hingga Sumatera Utara.
Di Pekanbaru listrik padam lebih dari 12 jam, Bengkulu Utara lebih dari 24 jam, dan Labuhanbatu bahkan dilaporkan sampai dua hari.
Belum termasuk blackout besar Batam–Bintan pada 12 Oktober yang berdampak pada lebih dari 400 ribu pelanggan.
Padahal 84% pembangkit listrik di wilayah tersebut bergantung pada gas, sementara cadangan dayanya hanya 63 MW.
Memang berbagai pemadaman tadi menurut pengakuan pemerintah tidak semuanya terkait kekurangan gas, tetapi setidaknya kita sudah melihat seberapa besar dampaknya ketika pasokan listrik terganggu.
Sekarang bayangkan kalau pemerintah tetap mempertahankan seluruh ekspor sementara kebutuhan gas pembangkit domestik tidak terpenuhi.
Risikonya mulai dari pembatasan operasi industri, kenaikan biaya energi, hingga pemadaman lebih luas yang bisa mengganggu aktivitas ekonomi dan masyarakat, dan pada puncaknya berisiko terjadi chaos.
Ini yang coba dihindari.
Inilah trade-off yang diambil pemerintah dengan mengurangi ekspor sebesar 31 MMSCFD untuk dialihkan ke kebutuhan domestik.
Singapura sendiri menyatakan pengurangan ini kurang dari 2% kebutuhan gas hariannya, sementara Indonesia membutuhkan tambahan pasokan tersebut untuk menjaga keandalan listrik.
Makanya agak lucu melihat orang begitu percaya diri membangun teori geopolitik seolah Indonesia sedang memainkan kartu tekanan terhadap Singapura.
Padahal persoalan pasokan, gangguan infrastruktur, dan perencanaan realokasi gas ini sudah berlangsung jauh sebelum polemik kemarin.
Dosen Pembimbing retweeted
Politik Kampus.
Teman S3 mutusin pulang ke Indo karena diterima jadi calon dosen di salah satu Univ Negeri.
Sampai di Indo:
- Dipindah dari department bidangnya ke bidang lain (alasan sudah penuh)
- Alhasil ga dapat jatah ngajar
Usut punya usut, dekan lama yg dulu nerima temen saya ini kalah dalam pildek dan dekan kepilih adalah "oposisi" dekan lama.
Salary? Ga usah ditanya😅
Akhirnya side hustle ngajar NihonGo...
Dosen Pembimbing retweeted
TERIMA KASIH PRABOWO-GIBRAN
Halo, UI dan Indonesia!
Terima kasih Pak Prabowo dan Mas Gibran! Kami Rakyat Indonesia mengapresiasi nol pencapaian Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran.
Dosen Pembimbing retweeted
5 level respons warga terhadap rezim dari yg paling lunak hingga radikal:
1. mengeluh
2. mengkritik
3. memprotes
4. melawan
5. meme 😂
Replying to @xyshulu
Yah akibat piral balik jdi gembel deh atau mutasi ke daerah dengan nama berulang
Dosen Pembimbing retweeted
THREAD: Kunjungan langsung menemui korban konten Shifani @SistersInDanger tepat di lokasi kejadian. ⬇️
Dosen Pembimbing retweeted
polanya sama, mungkin emang template dari satu agensi yang sama atau mungkin dari lembaga/partai mana yang ngadain
MBG is the biggest driver of Prabowo’s approval, yet most respondents are unhappy with it, while his repeated denials keep eroding public trust.
What drives Prabowo’s approval? Based on our August 2026 national survey, my regression model explains 54% of the variance. Satisfaction with MBG is the strongest predictor (β = 0.21), and the relationship cuts both ways: those satisfied with MBG tend to approve of Prabowo, while those dissatisfied tend to disapprove. And 58% are now dissatisfied with MBG.
And calls for the President to admit policy failures show the strongest negative association with approval. Programmes create disappointment. Denial turns it into distrust.
Dosen Pembimbing retweeted
Replying to @Dospemz
tips: kalau ngetwit yg nyenggol dasco harus pakai analogi, biar aman 🤣
Dosen Pembimbing retweeted
Pada 1733, separuh orang Eropa di Batavia TEWAS gak sampai setahun setelah mendarat.
Batavia sampai dijuluki Kuburan Orang Belanda.
Kanal yang dangkal jadi sarang nyamuk. Daendels mundur ke Weltevreden di Selatan.
Dari situ, lahir pusat perbelanjaan baru yang masih digunakan sampai sekarang.
Namun ada yang ANEH.
Gapura merah gede di Pasar Baru itu bukan bangunan peninggalan. Dibangun tahun 2000 demi pencitraan wisata.
Ironinya, bangunan berusia lebih dari seabad kayak Toko Kompak justru terabaikan.
Dokter: “Anda didiagnosis kanker paru stadium III. Harus segera menjalani pengobatan dan berhenti merokok.”
Pasien: “Saya tidak setuju dengan standar pemeriksaan dokter. Saya akan membuat dan menentukan standar kesehatan saya sendiri.”
Tiga tahun kemudian, pasiennya meninggal














































